Lapas Sarolangun Kembangkan Peternakan 500 Ekor Itik, Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Oktober 15, 2026
Lapas Sarolangun Kembangkan Peternakan 500 Ekor Itik, Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

SIMAK BERITA NEWS COM 

Kamis 15 Oktober 2026

Merangin Jambi 

Bangko
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan peternakan itik di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan pembelajaran dan pendampingan mengenai tata cara beternak itik, mulai dari perawatan, pemberian pakan, pemeliharaan kesehatan ternak, hingga pengelolaan peternakan agar dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis.

Saat ini, jumlah itik yang diternakkan di SAE Lapas Sarolangun mencapai kurang lebih 500 ekor. Peternakan ini diproyeksikan mulai menghasilkan telur dalam waktu sekitar 10 hari ke depan. Hasil produksi nantinya direncanakan untuk dipasarkan ke pasar tradisional dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Sarolangun dan sekitarnya.

Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, etos kerja, serta jiwa kewirausahaan. Melalui kegiatan produktif tersebut, warga binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, A.Md.IP., S.Sos. menyampaikan bahwa pengembangan peternakan itik merupakan bagian dari komitmen Lapas Sarolangun dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian melalui program ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan peternakan itik di SAE ini, kami ingin memberikan keterampilan nyata kepada warga binaan agar mereka memiliki kemampuan yang produktif dan bernilai ekonomi. Dengan jumlah sekitar 500 ekor itik yang saat ini kami pelihara, kami berharap dalam waktu dekat peternakan ini dapat mulai menghasilkan telur dan berkembang menjadi unit usaha yang berkelanjutan,” ujar Ibnu Faizal.

Ia menambahkan, hasil peternakan tersebut ke depannya diharapkan dapat dipasarkan kepada masyarakat melalui pasar tradisional maupun UMKM, sehingga kegiatan pembinaan tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga berpotensi mendukung perputaran ekonomi lokal.

“Pembinaan di dalam lapas bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang mempersiapkan warga binaan agar mampu memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat. Kami ingin mereka memiliki bekal untuk mandiri, berwirausaha, dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” tambahnya.

Lebih lanjut Melalui pengembangan peternakan itik ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun berkomitmen untuk terus mengoptimalkan Sarana Asimilasi dan Edukasi sebagai wadah pembinaan yang produktif, mendukung ketahanan pangan, serta mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang mandiri dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.

Reporter Mila 
Editor Geofrey M 

Artikel Terkait

Latest
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar