Bekasi - Jakarta Sepakati Babak Baru Pengelolaan Bantargebang, Sampah Mulai Diolah Jadi Energ

Bekasi - Jakarta Sepakati Babak Baru Pengelolaan Bantargebang, Sampah Mulai Diolah Jadi Energ

Oktober 26, 2026
SIMAK BERITA NEWS .COM, --

Senin 26 Oktober 2026 ,--
KOTA  -  BEKASI,--

Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memperbarui kerja sama pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang untuk lima tahun ke depan.

Kesepakatan tersebut ditandatangani Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/10/2026).

Pembaruan kerja sama ini menjadi momentum untuk mengubah pola pengelolaan sampah di Bantargebang. Selain memastikan keberlanjutan pengelolaan sampah 

Jakarta, kedua daerah akan memperkuat pengolahan sampah berbasis teknologi dan mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, persoalan sampah Jakarta dan Bekasi memiliki keterkaitan yang kuat sehingga penyelesaiannya membutuhkan tanggung jawab bersama.“

Persoalan sampah menjadi tanggung jawab bersama. 
Kita perlu membagi beban dan mencari solusi secara bersama-sama agar persoalan yang selama ini berulang dapat diselesaikan,” ujar Tri Adhianto.

Menurut Tri, pembaruan kerja sama ini harus menjadi titik awal untuk menyelesaikan persoalan sampah secara lebih menyeluruh, termasuk timbunan sampah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Karena itu, pengelolaan Bantargebang ke depan perlu diarahkan pada pengurangan sampah yang masuk ke area penimbunan melalui pemilahan dari sumber, peningkatan kapasitas pengolahan, serta penggunaan teknologi seperti 
**Refuse Derived Fuel (RDF)**.“Kita tidak ingin persoalan sampah hanya selesai dengan dipindahkan dan ditimbun. Harus ada upaya untuk mengurangi, mengolah dan memanfaatkan sampah sehingga beban di Bantargebang bisa terus ditekan,” kata Tri.

Tri mengatakan, setelah pembaruan kerja sama ditandatangani, kedua pemerintah daerah akan melanjutkan kajian dan pembahasan teknis untuk memastikan setiap program dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bekasi atas tercapainya kesepakatan tersebut.

Menurut Pramono, pembahasan kerja sama berjalan dengan baik hingga akhirnya dapat ditandatangani sesuai waktu yang telah ditetapkan.“Alhamdulillah pembahasannya berjalan dengan baik, nggak ada drama-dramaan, dan selesai pada waktunya. 

Hari ini kita tanda tangani. Mudah-mudahan ini merupakan awal yang baik kerja sama yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan Kota Bekasi,” ujar Pramono.

Pramono mengatakan, pengelolaan sampah ke depan akan semakin diarahkan pada pengolahan berbasis teknologi. DKI Jakarta saat ini juga tengah memfinalisasi rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah bersama 

Danantara.Fasilitas tersebut direncanakan berada di kawasan Bantargebang dan menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap metode pembuangan konvensional.“Segera dalam waktu dekat ini, Pemerintah DKI Jakarta dan juga Pemerintah Kota Bekasi akan mempunyai pembangkit listrik tenaga sampah,” ujar Pramono.

Selain fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah, pengembangan RDF di Rorotan dan Bantargebang juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan sampah ke depan.

Dengan pendekatan tersebut, sampah yang selama ini berakhir sebagai timbunan diharapkan dapat semakin banyak diolah menjadi energi maupun produk turunan lainnya, sementara residu yang masuk ke area penimbunan dapat dikurangi secara bertahap.
### Kompensasi dan Manfaat bagi MasyarakatDalam pembaruan kerja sama tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan dukungan kompensasi kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk periode lima tahun ke depan dengan nilai sekitar **Rp362 milia
r**.Dukungan tersebut menjadi bagian dari kesepakatan pengelolaan TPST Bantargebang sekaligus memperkuat manfaat kerja sama bagi Kota Bekasi dan masyarakat di sekitar kawasan.

Tri mengatakan, keberlanjutan kerja sama harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengelolaan kawasan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.“Kerja sama ini harus memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat Bekasi, khususnya warga di sekitar Bantargebang. 

Karena itu, aspek lingkungan, sosial, infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat harus terus kita perkuat,” ujarnya.
### Penguatan Infrastruktur dan Transportasi Pertemuan kedua kepala daerah juga membahas sejumlah agenda pembangunan yang berkaitan langsung dengan konektivitas Bekasi dan Jakarta.

Di antaranya rencana penanganan **Flyover Rawapanjang dan Cipendawa
**, serta peningkatan sarana dan prasarana transportasi umum di Kota Bekasi.

Peningkatan konektivitas menjadi perhatian karena mobilitas masyarakat Bekasi–Jakarta berlangsung setiap hari. 

Penguatan transportasi publik diharapkan dapat memberikan pilihan perjalanan yang lebih baik sekaligus mendukung integrasi kawasan Jabodetabek.

Kedua pemerintah daerah juga membahas pembangunan halte transportasi umum di Kota Bekasi yang ditargetkan menunjukkan perkembangan hingga akhir November.

Menurut Tri, hubungan Bekasi dan Jakarta merupakan hubungan yang saling terhubung dalam aktivitas masyarakat. Karena itu, kerja sama antar daerah perlu diarahkan pada persoalan yang benar-benar dirasakan warga.“Bekasi dan Jakarta saling terhubung. 

Apa yang terjadi di satu wilayah pasti berdampak pada wilayah lainnya. Karena itu, kerja sama harus menghasilkan solusi yang dirasakan masyarakat,” kata Tri.

Pembaruan kerja sama TPST Bantargebang menjadi bagian dari komitmen kedua daerah untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terukur dan berkelanjutan.

Ke depan, Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta akan melanjutkan koordinasi untuk memastikan seluruh kesepakatan dapat ditindaklanjuti, mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan teknologi pengolahan, hingga penguatan infrastruktur dan konektivitas kedua wilayah.

( GEOFFREY MAKSURILLA )
Editor : Geoffrey .M

Bukan Sekadar Bersih, tetapi Juga Syarat Ibadah: Lapas Bangko Bekali WBP Pemahaman tentang Mandi Wajib

Bukan Sekadar Bersih, tetapi Juga Syarat Ibadah: Lapas Bangko Bekali WBP Pemahaman tentang Mandi Wajib

Oktober 25, 2026
Bukan Sekadar Bersih, tetapi Juga Syarat Ibadah: Lapas Bangko Bekali WBP Pemahaman tentang Mandi Wajib

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 26 Oktober 2026

Merangin Jambi 

Bangko
Menjaga kebersihan diri bukan hanya bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga memiliki makna penting dalam pelaksanaan ibadah. Pemahaman inilah yang menjadi salah satu materi dalam kegiatan pembinaan kepribadian melalui pengajian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIB Bangko.

Kegiatan pengajian kali ini menghadirkan Ustaz Dodi Inan, seorang pemuka agama sekaligus penyuluh agama yang bertugas di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin. Dalam penyampaiannya, ia membahas materi bersuci, khususnya tata cara mandi wajib sesuai tuntunan syariat Islam.

" Melalui penjelasan yang santun dan mudah dipahami, para WBP diberikan pemahaman mengenai pentingnya bersuci, kondisi yang mewajibkan seseorang untuk mandi wajib, serta tata cara pelaksanaannya dengan benar. Materi ini diharapkan dapat membantu WBP memahami bahwa kebersihan dan kesucian merupakan bagian penting dalam mempersiapkan diri untuk beribadah," Jelas nya

Menurut Kalapas Bangko IIB, ia Juga Mengatakan bahwa Pengajian berlangsung sebagai ruang pembelajaran sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan bagi WBP. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran dalam memperbaiki diri, membangun kebiasaan hidup yang lebih baik, serta meningkatkan kualitas ibadah selama menjalani masa pembinaan.

" Melalui pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Bangko berupaya membekali WBP dengan nilai-nilai spiritual dan moral sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat," Ungkap nya

Lebih Lanjut Syaikoni SH MH Mengatakan Bahwa Pembinaan bukan sekadar menjalani masa pidana, melainkan juga kesempatan untuk belajar, berbenah, dan menumbuhkan pribadi yang lebih baik, dan bekal ketika WBP kembali di tengah tengah masyarakat nanti nya

" WBP bukan sekedar Pembinaan semata, Tetapi Untuk berbenah dan Memperbaiki diri serta menumbuhkan Kepribadian yang lebih baik," Tutur nya

Reporter Mila 
Editor Geofrey M 


Jangkau Langsung Blok Hunian, Lapas Bangko Pantau Kesehatan Warga Binaan Melalui CLBK

Jangkau Langsung Blok Hunian, Lapas Bangko Pantau Kesehatan Warga Binaan Melalui CLBK

Oktober 25, 2026
Jangkau Langsung Blok Hunian, Lapas Bangko Pantau Kesehatan Warga Binaan Melalui CLBK

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Merangin Jambi ,--
Senin 26 Oktober 2026 ,--


Bangko ,
Guna Memastikan kesehatan warga binaan tidak hanya dilakukan di klinik, tetapi juga melalui pemantauan langsung ke tempat mereka menjalani aktivitas sehari-hari. Hal inilah yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko melalui kegiatan Control Langsung Blok Kesehatan (CLBK), Senin (26/10/2026).

Kalapas Bangko Syaikoni SH MH Mengatakan bahwa Kegiatan di Mulai pukul 09.30 WIB, tim pembinaan dan kesehatan menyambangi blok hunian untuk memantau kondisi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sekaligus mengetahui keluhan kesehatan yang mereka alami. Dengan mendatangi langsung kamar hunian, tim dapat memperoleh gambaran kondisi kesehatan warga binaan secara lebih dekat.

Menurut Syaikoni SH MH Menyampaikan Pemantauan dilakukan di lima blok hunian yang terdiri atas 19 kamar. Dari hasil pendataan pada hari tersebut, tercatat lima warga binaan mengalami gangguan kesehatan, dengan rincian tiga orang mengeluhkan gatal-gatal dan dua orang mengalami hipertensi.

Pada hari yang sama,tidak terdapat warga binaan yang meninggal dunia, Karena dirujuk ke fasilitas kesehatan lain, maupun menjalani perawatan di rumah sakit.

"Melalui kegiatan CLBK berupaya memastikan keluhan kesehatan warga binaan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan. Pemantauan langsung ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan warga binaan selama menjalani masa pembinaan," Ungkap nya 

Lanjut Kalapas Bangko Kegiatan berlangsung aman dan lancar tanpa adanya gangguan keamanan dan ketertiban. Lapas Bangko terus berupaya menghadirkan pelayanan yang memperhatikan kebutuhan warga binaan, termasuk dalam aspek kesehatan, agar proses pembinaan dapat berjalan dengan baik.

" Saya Berharap Semua hak hak warga WBP Aspek kesehatan Terpenuhi,dan WBP Bisa menjalani proses Pembinaan Sampai Selesai," tutur nya 

( Reporter Mila SBN )
Editor Geofrey M 
Menuju Porprov Jabar 2026, Wali Kota Bekasi Kukuhkan Kontingen dan Dorong Atlet Harumkan Nama Bekasi

Menuju Porprov Jabar 2026, Wali Kota Bekasi Kukuhkan Kontingen dan Dorong Atlet Harumkan Nama Bekasi

Oktober 25, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Minggu 25 Oktober 2926 ,--
KOTA. -  BEKASI,--

KOTA - BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengukuhkan sekaligus melepas kontingen atlet Kota Bekasi yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. 

Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, Minggu (25/10/2026).

Pengukuhan ini menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Bekasi kepada para atlet yang akan membawa nama daerah dalam ajang olahraga tingkat provinsi. 

Para atlet diharapkan dapat bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan hasil terbaik bagi Kota Bekasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kontingen Kota Bekasi diperkuat 1.154 atlet dengan dukungan 201 pelatih yang akan berlaga di 67 cabang olahraga. 

Kota Bekasi juga memasang target tinggi dengan membidik 200 medali emas dalam kompetisi tersebut.Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap perjuangan para atlet, termasuk melalui apresiasi bagi mereka yang berhasil meraih prestasi.“Para atlet harus berjuang dengan penuh keyakinan, disiplin, dan semangat pantang menyerah. 

Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga sportivitas, dan buktikan bahwa atlet Kota Bekasi mampu bersaing serta mengharumkan nama daerah,” ujar Tri.

Ia juga menyampaikan bahwa Porprov menjadi bagian penting dari pembinaan atlet untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi. 

Menurutnya, prestasi di tingkat provinsi diharapkan menjadi langkah awal menuju panggung nasional hingga internasional.“Kita ingin pembinaan olahraga di Kota Bekasi terus berkembang dan melahirkan atlet berprestasi. 

Pemerintah akan terus mendorong dukungan terhadap atlet agar mereka memiliki kesempatan untuk berkembang dan membawa nama Kota Bekasi ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kontingen Kota Bekasi, Kolonel Infanteri Supri Siswanto, menyebut tugas memimpin kontingen merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.“Seluruh atlet dan ofisial harus menjaga kekompakan, disiplin, serta kehormatan Kota Bekasi. 

Mari berjuang bersama dengan semangat juang tinggi agar kita dapat pulang membawa kebanggaan dan prestasi bagi masyarakat,” ujar Supri.

Melalui pengukuhan dan pelepasan ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap seluruh kontingen dapat bertanding secara maksimal sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan olahraga daerah mampu melahirkan atlet yang tangguh, berprestasi, dan membanggakan.

(. Reporter  : JAMALUDIN S. B. N )
Editor : Geoffrey. M

Gebyar Harkop ke-79, Wali Kota Bekasi Gaungkan Koperasi Muda dan Modern Menuju Porprov Jawa Barat 2026.

Gebyar Harkop ke-79, Wali Kota Bekasi Gaungkan Koperasi Muda dan Modern Menuju Porprov Jawa Barat 2026.

Oktober 25, 2026
SIMAK BERITA NEWS .COM ,--

Minggu 25 Oktober 2026 ,--
KOTA -  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Koperasi dan UKM menggelar Gebyar Hari Koperasi (Harkop) ke-79 Kota Bekasi di Plaza Patriot Chandrabhaga, Minggu (25/10/2026).

Mengusung tagline “Gerakan Koperasi Bekasi Keren yang Muda, Inovatif dan Modern Menuju Porprov Jawa Barat 2026”, ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat berkoperasi sekaligus mendorong perkembangan koperasi agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa koperasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

Karena itu, koperasi perlu terus berkembang melalui inovasi, pengelolaan yang profesional, serta keterlibatan generasi muda.“Koperasi harus menjadi wadah ekonomi yang semakin modern, inovatif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

Kita ingin anak-anak muda juga tertarik untuk terlibat, mengembangkan ide, serta membangun usaha bersama melalui koperasi,” ujar Tri.

Menurutnya, perkembangan koperasi di Kota Bekasi perlu didukung dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, pengurus koperasi, dan masyarakat. 

Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan anggota.“Melalui Gebyar Harkop ke-79 ini, saya berharap semangat berkoperasi semakin kuat.

Mari kita jadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi masyarakat yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung kemajuan Kota Bekasi menuju Porprov Jawa Barat 2026,” tambahnya.

Melalui Gebyar Harkop ke-79, Pemerintah Kota Bekasi berharap gerakan koperasi semakin dikenal luas, terutama oleh generasi muda, serta mampu tumbuh menjadi bagian penting dalam membangun perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

( Reporter : ADE SANJAYA / MALAU .SBN )
Editor : Geoffrey .M .

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Resmikan UP Padel, Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Resmikan UP Padel, Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Oktober 24, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Sabtu 24 Oktober 2026 ,--
KOTA. -  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe meresmikan UP Padel yang berkolaborasi dengan Malaka Toast di Kota Bekasi. 

Peresmian tersebut menjadi bagian dari perkembangan sektor usaha sekaligus upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi.

Kehadiran usaha baru ini diharapkan dapat memperluas aktivitas ekonomi di Kota Bekasi. 

Selain itu, kolaborasi antara sektor olahraga dan kuliner tersebut menunjukkan adanya peluang pengembangan bisnis yang mengikuti kebutuhan serta gaya hidup masyarakat perkotaan.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi menyampaikan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan kondusif. 

Melalui kepastian hukum serta peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerintah daerah berupaya memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai kepastian hukum menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor. 

Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong terciptanya lingkungan usaha yang mendukung keberlanjutan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, Kota Bekasi memiliki potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. 

Dukungan terhadap pelaku usaha juga diharapkan mampu memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.“Saya berharap para investor mendapatkan payung hukum yang terbaik, sehingga mereka merasa nyaman dan aman dalam berinvestasi serta mengembangkan usahanya di Kota Bekasi,” ujarnya.Lebih lanjut, 

Tri Adhianto menyampaikan bahwa Kota Bekasi menempati posisi keempat di Jawa Barat dalam capaian investasi. 

Pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan para investor.

Di sisi lain, persaingan antardaerah dalam menarik investasi menuntut pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang efektif dan regulasi yang jelas. 

Dengan demikian, para pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan bisnis secara lebih terarah serta memiliki kepastian dalam mengembangkan usahanya.

Selain membahas investasi, Tri Adhianto juga menyinggung persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat ke-15 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026. 

Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 10.000 atlet dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan olahraga maupun pengembangan dunia usaha memiliki kesamaan, yakni membutuhkan proses panjang, konsistensi, dan kerja keras. 

Keberhasilan tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui perencanaan yang matang dan komitmen untuk menjalankan setiap tahapan dengan baik.“Dalam olahraga, kemenangan adalah bonus dari proses panjang yang penuh kerja keras. 

Begitu pula dalam membangun usaha. Dibutuhkan kerja keras, disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran agar usaha dapat terus berkembang dan semakin maju,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, peresmian UP Padel yang berkolaborasi dengan Malaka Toast diharapkan dapat menjadi bagian dari dinamika pertumbuhan sektor usaha di Kota Bekasi. 

Perkembangan bisnis di bidang olahraga dan kuliner juga membuka peluang kolaborasi baru di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas rekreasi dan gaya hidup.

Selain berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi, kehadiran usaha baru juga dapat mendukung terbentuknya ekosistem bisnis yang lebih beragam. 

Namun, kontribusi terhadap perekonomian daerah akan semakin optimal apabila pertumbuhan usaha berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap regulasi serta pengembangan peluang kerja bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Bekasi berharap semakin banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di wilayah tersebut. 

Untuk mencapai tujuan itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting dalam membangun lingkungan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Melalui kepastian regulasi, pelayanan yang berkualitas, serta keterbukaan terhadap peluang usaha baru, Kota Bekasi diharapkan dapat terus memperkuat daya saingnya sebagai salah satu tujuan investasi di Jawa Barat. 

Dengan demikian, pertumbuhan investasi diharapkan tidak hanya mendorong perkembangan dunia usaha, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

( GEOFFREY. MAKSURILLA ).
Editor : Geoffrey . M 

Resmikan Kantor Bank Sampah PJM Green, Wali Kota Bekasi Dorong Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis RW   .

Resmikan Kantor Bank Sampah PJM Green, Wali Kota Bekasi Dorong Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis RW .

Oktober 24, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Sabtu 24' Oktober 2026 ,--
KOTA  -  BEKASI ,--

Kota - Bekasi , Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto meresmikan kantor Bank Sampah PJM Green RW 07, Pondok Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati. 

Peresmian ini menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong partisipasi warga dalam mengurangi sampah sejak dari sumbernya.Bank Sampah PJM Green memiliki perjalanan panjang dalam menggerakkan kepedulian lingkungan. Berawal pada 2003 dengan hanya 10 orang nasabah dan volume sampah yang terkumpul sekitar 19 kilogram, kini bank sampah tersebut telah berkembang hingga memiliki 80 nasabah dengan volume sampah yang dikelola mencapai lebih dari satu ton.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa gerakan pengelolaan sampah di tingkat lingkungan dapat memberikan dampak nyata ketika masyarakat terlibat aktif dan konsisten menjalankan kebiasaan memilah sampah.Wali Kota Bekasi, 

Tri Adhianto, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya membangun budaya memilah sampah dari rumah dan memperkuat peran bank sampah di tingkat RW.“Pemilahan harus dimulai dari rumah, dan bank sampah menjadi ujung tombak pengelolaan di tingkat RW. .

Pemerintah bertugas melakukan sosialisasi dan memastikan masyarakat terlibat aktif,” demikian penekanan Wali Kota Bekasi dalam pemberitaan resmi 

Pemerintah Kota Bekasi mengenai pengelolaan sampah.Pemerintah Kota Bekasi juga mendorong agar gerakan pengelolaan lingkungan semakin terarah pada 2028, dengan fokus pada penguatan bank sampah, optimalisasi lubang biopori, serta pengolahan sisa makanan atau sampah organik.

Ke depan, keberadaan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ditargetkan menjadi bagian dari solusi penanganan sampah perkotaan, dengan kapasitas pengolahan yang disebut mencapai 1.000 ton per hari. 

Meski demikian, masih terdapat pekerjaan rumah berupa sekitar 500 ton sampah setiap hari yang perlu ditangani agar tidak terus menumpuk di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

Karena itu, penguatan bank sampah di setiap RW menjadi langkah penting untuk mengurangi timbulan sampah dari sumbernya. Warga didorong untuk memilah sampah, memanfaatkan kembali material yang masih bernilai ekonomis, serta mengolah sampah organik melalui biopori maupun metode pengomposan.

Peresmian kantor Bank Sampah PJM Green diharapkan semakin memperkuat kegiatan operasional, meningkatkan keterlibatan nasabah, serta menjadi ruang kolaborasi bagi warga dalam membangun lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dari 10 nasabah hingga 80 nasabah, dari 19 kilogram hingga lebih dari satu ton sampah yang dikelola, perjalanan PJM Green menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari lingkungan terkecil.

Tri Adhianto tegaskan agar pengurus RW untuk terys bergerak dengan perkuat bank sampah karena kurangi sampah dari rumah adalah bentuk kedisiplinan untuk kemajuan kota dan dimulai dari diri sendiri serta lingkungan.

( GEOFFREY . MAKSURILLA .)
Editor Geoffrey. M