SIMAK BERITA NEWS . COM ,--
Rabu 15 Juli 2926 ,--
KOTA -- BEKASI,--
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menghadiri peletakan batu pertama Gereja Katolik TNI–Polri St. Ignatius Jatisari, Paroki Kampung Sawah, .
Keuskupan Agung Jakarta, di Jatisari, Kota Bekasi.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, Drs. Suparman, bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, dan jemaat yang menyaksikan dimulainya pembangunan gereja.
Dalam sambutannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi memberikan jaminan kepastian hukum bagi setiap pembangunan rumah ibadah yang telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
Seluruh proses harus berjalan sesuai hukum, adat, serta tata kelola yang berlaku sehingga mampu menjaga harmoni di tengah masyarakat.“Pemerintah hadir untuk memberikan kepastian hukum. Sejalan dengan visi Nyaman Kotanya, Sejahtera Warganya, setiap rumah ibadah memiliki hak untuk dibangun sepanjang seluruh persyaratan dan mekanisme yang berlaku telah ditempuh,” ujar Tri.
Ia juga berharap pembangunan fisik gereja berjalan beriringan dengan pembangunan kualitas iman umat. Baginya, rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, persaudaraan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Tri turut mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan kawasan gereja sebagai ruang yang asri dan ramah lingkungan. .
.
Ia mencanangkan penanaman pohon di lingkungan gereja agar kawasan tersebut tetap hijau, teduh, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.Lebih lanjut,
Wali Kota terangkan bahwa komitmen Pemerintah Kota Bekasi adalah mewariskan kota yang damai, harmonis, dan toleran bagi generasi mendatang.
Ia menyebut Kota Bekasi saat ini telah menjadi salah satu kota dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia, menempati peringkat kelima secara nasional dan berupaya terus dilakukan untuk memperkuat persatuan.
Tri juga mengapresiasi kehidupan masyarakat Kelurahan Jatisari yang selama ini hidup berdampingan dengan penuh semangat gotong royong dan toleransi.
Menurutnya, keberadaan Kampung Sawah beserta keragaman umat beragamanya menjadi contoh nyata bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk membangun Kota Bekasi yang aman, damai, dan sejahtera..
( GEOFFREY . M )
