
“Kami bersama masyarakat dan jajaran pemerintah Desa Kedung Pengawas bergotong royong mebuat tanggul sementara yang kritis dengan karung berisi tanah dan menebang pohon kayu yang berada dipinggir tanggul yang kritis agar tidak roboh tergerus air,” jelas Nasarudin Kapala desa Kedung pengawas, pada Jumat sore (30/01/26)
SIMAKBERITANEWS – KEDUNG PENGAWAS BABELAN KABUPATEN BEKASI JAWA BARAT. Gegara tanggul kali bekasi kritis hingga terjadi longsor hingga memakan pinggir bahu jalan dipacu intensitas hujan tinggi diduga adanya air kiriman dari bogor pada mengakibatkan sepanjang 40 meter tanah tanggul kalj tersebut digerus derasnya air.

Longsor tanggul tersebut hingga memakan pinggir bahu Jalan Pangkalan Pondok Afi I RT 22/04 Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Tanggul kali bekasi kritis sampai ke pinggir bahu jalan di wilayah tersebut rawan longsor hingga membuat warga diliputi ketegangan dan kekhawatiran takut air kali meluap.
“Ya,kita takut juga cemas pak dengan tanggul kali bekasi ini rawan longsor,” keluh Jaih (64) salah satu warga Kampung Pangkalan RT 12/04 Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Hal yang sama dikatakan Harsono warga Pondok Afi I RT 22/04 .Dirinya mengaku sampai ga bisa tidur lantaran khawatir air kali bekasi meluap di atas malam.
Terpisah. Tak ingin kecolongan dan demi keselamatan warganya,
Kepala Desa Kedung Pengawas, Nasarudin Jum,at (30/1/26) mengatakan tak ingin kecolongan demi keselamatan warganya, langsung ke lokasi bersama jajaran aparatur desa serta mengajak elemen masyarakat untuk bergotong royong melakukan penanganan darurat pada tanggul yang terancam longsor dengan cara manual membuat tanggul sementara menggunakan ratusan karung isi tanah dan corment bekas.
Menurutnya, dengan peralatan seadanya, warga bersama aparat desa bahu-membahu membuat tanggul an sementata menggunakan karung berisi tanah san corment bekas serta menebang pohon kayu guna memperkuat struktur tanggul kali bekasi yang sudah rata tergerus air hingga ke pinggir bahu jalan.
“Kami bersama masyarakat dan jajaran pemerintah Desa Kedung Pengawas bergotong royong mebuat tanggul sementara yang kritis dengan karung berisi tanah dan menebang pohon kayu yang berada dipinggir tanggul yang kritis agar tidak roboh tergerus air,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan kepedulian warga dalam menghadapi potensi bencana.
“Alhamdulillah, atas kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah desa, kondisi tanggul yang kritis sementara ini dapat ditangani,” tambahnya.
Akibat longsor tersebut, sejumlah pohon ikut terbawa material tanah yang menurutnya, diduga kuat dipicu oleh gerusan arus air ,ditambah kondisi tanah sepanjang 40 meter hingga ke pinggir bahu jalan itu labil dan rawan longsor kata Muliyadi Ketua RT 022/04 Desa Kedung Pengawas.
Lebih lanjut, Kepala Desa Kedung Pengawas mengimbau seluruh warga agar tetap siaga dan waspada, juga jangan panik. (√)
