Wali Kota Bekasi Dorong Penataan Lahan Kantor Pemkot, Area Parkir Akan Dijadikan Ruang Hijau

Wali Kota Bekasi Dorong Penataan Lahan Kantor Pemkot, Area Parkir Akan Dijadikan Ruang Hijau

Oktober 19, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,-

Senin 19 Oktober 2026 ,--
KOTA. -  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mulai melakukan uji coba pengalihan parkir kendaraan pegawai ke area Stadion Patriot Chandrabhaga, Senin (19/10/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas parkir sekaligus menata lingkungan perkantoran agar lebih tertib, nyaman, dan asri.Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan, kapasitas lahan di lingkungan kantor Pemkot Bekasi cukup terbatas. 

Karena itu, pemanfaatan gedung parkir yang tersedia perlu diatur secara optimal, disertai kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh pegawai dalam menjalankan kebijakan tersebut.

Menurut Tri, uji coba ini juga menjadi bagian dari upaya membangun konsistensi dan integritas aparatur dalam menjalankan aturan di lingkungan kerja.“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh pegawai memiliki konsistensi dan integritas dalam menjalankan kebijakan ini. 

Kita ingin penataan parkir berjalan tertib, sehingga aktivitas pelayanan pemerintahan tetap lancar dan seluruh pegawai dapat bekerja dengan baik,” ujar Tri.

Selain pengaturan parkir, Wali Kota Bekasi merencanakan pembangunan gedung parkir bertingkat sekitar delapan hingga sembilan lantai di kawasan kantor pemerintahan. 

Rencana tersebut akan dikaji dengan mengoptimalkan lahan yang sudah tidak digunakan sesuai peruntukannya, termasuk area kolam renang dan rumah dinas.

Penataan kawasan juga mempertimbangkan kemungkinan pemindahan lapangan tenis agar tersedia ruang untuk pembangunan gedung parkir di sekitar masjid.

Tri turut menginstruksikan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) bersama Bagian Umum untuk menata kembali lingkungan kantor. 

Area yang saat ini digunakan sebagai lahan parkir akan dikaji agar sebagian dapat dikembangkan menjadi taman dan ruang hijau.“Kita ingin lingkungan kantor Pemkot Bekasi menjadi lebih indah, sejuk, dan humanis. 

Tamu yang datang maupun pegawai yang bekerja harus merasa nyaman. 

Dengan lingkungan yang tertata baik, kita berharap semua semakin bersemangat, datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dan memberikan hasil yang maksimal,” tambahnya.

Melalui uji coba dan rencana penataan tersebut, Pemkot Bekasi berharap lingkungan perkantoran dapat menjadi lebih tertib, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

( GEOFFREY . M )
Editor: Geoffrey. M


DLH Kota Bekasi Tangani Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi, KP2C Sampaikan Apresiasi

DLH Kota Bekasi Tangani Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi, KP2C Sampaikan Apresiasi

Oktober 19, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 19 Oktober 2026 ,--
KOTA. -  BEKASI ,--

Kota - Bekasi, – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melalui Tim Katak Orange melakukan penanganan bangkai ikan sapu-sapu yang ditemukan mati massal di Kali Bekasi. .

Langkah ini dilakukan menyusul temuan pada Kamis (15/10/2026) yang mulai menimbulkan bau tidak sedap dan dikeluhkan masyarakat.

Penanganan dilaksanakan pada Sabtu (17/10/2026) dengan menyisir aliran Kali Bekasi, khususnya di sekitar Jembatan Kemang Pratama, yang menjadi salah satu titik konsentrasi bangkai ikan. 

Menggunakan dua unit kapal listrik *Sea Hamster*, petugas melakukan penjaringan dan pengangkatan bangkai ikan dengan total sekitar 700 kilogram pada hari pertama penanganan.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyampaikan bahwa penanganan tersebut merupakan respons terhadap kondisi lingkungan yang menjadi perhatian utama terhadap kesehatan masyarakat. DLH berupaya melakukan penanganan di lapangan sekaligus menelusuri dugaan penyebab kematian massal ikan melalui koordinasi dan pengujian lebih lanjut.“DLH Kota Bekasi bergerak melakukan penanganan terhadap bangkai ikan yang ditemukan di Kali Bekasi, terutama untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat dan menjaga kondisi lingkungan sungai. 

Terkait penyebab kematian ikan, kami masih melakukan penelusuran dan menunggu hasil pengujian laboratorium agar tindak lanjut yang dilakukan dapat didasarkan pada data dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kiswatiningsih.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, yang turut mengikuti penyisiran Kali Bekasi, menyampaikan apresiasi atas langkah penanganan yang dilakukan DLH Kota Bekasi.“Kami mengapresiasi Tim DLH Kota Bekasi dalam menangani temuan ikan sapu-sapu mati massal di Kali Bekasi,” ungkap Puarman.

Dalam proses penanganan, DLH Kota Bekasi juga berkonsultasi dengan pegiat ikan sapu-sapu, Arief Kamarudin, terkait metode penanganan bangkai ikan.

DLH Kota Bekasi terus melakukan pemantauan kondisi lingkungan Kali Bekasi dan menindaklanjuti penelusuran dugaan penyebab kematian ikan. Hasil pengujian laboratorium akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah selanjutnya sesuai dengan hasil pemeriksaan.Kiswatiningsih juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga kelestarian sungai dengan melaporkan apabila menemukan indikasi pencemaran atau kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu ekosistem perairan.“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kali Bekasi. 

Apabila menemukan indikasi pencemaran atau kondisi lingkungan yang tidak wajar, segera sampaikan laporan kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti. Perlindungan lingkungan membutuhkan kerja sama semua pihak,” tutupnya.

Melalui penanganan lapangan, pemantauan, dan koordinasi bersama KP2C serta pihak terkait, DLH Kota Bekasi berkomitmen mendukung upaya perlindungan lingkungan dan menjaga kebersihan serta kelestarian ekosistem Kali Bekasi.

( JAMALLUDIN SBN )
Editor: Geoffrey . M

DLH Kota Bekasi Telusuri Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Penindakan Menunggu Hasil Uji Laboratorium

DLH Kota Bekasi Telusuri Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Penindakan Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Oktober 19, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 19 Oktober 2026 ,--
KOTA. -  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melakukan penelusuran terkait temuan kematian ikan sapu-sapu di Kali Bekasi, kawasan Kampung Poncol, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat lalu (16/10).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang berada di DAS Kali Bekasi.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran lapangan pada (15/09/2026). 

Dari hasil penelusuran tersebut, DLH telah memperoleh bukti pemeriksaan pihak yang diduga berkaitan dengan pembuangan limbah di lokasi tersebut.

Saat ini, DLH Kota Bekasi masih menunggu hasil pengujian sampel air dari UPTD Laboratorium DLH sebagai bagian dari proses pendalaman dan penentuan langkah tindak lanjut. 

Hasil pengujian tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses pengawasan dan penegakan ketentuan lingkungan hidup.

DLH Kota Bekasi menegaskan bahwa penanganan dugaan pencemaran dilakukan melalui tahapan pemeriksaan dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila ditemukan pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan, langkah tindak lanjut akan disesuaikan sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan.

Melalui upaya ini, DLH Kota Bekasi terus mendorong pengawasan kualitas lingkungan perairan serta mengingatkan seluruh pelaku usaha dan masyarakat agar menjalanknjnnan kegiatan dengan memperhatikan pengelolaan limbah dan kelestarian lingkungan.

( Ade Sanjaya / Malau .S.B.N )
Lewat Waste Station, Tri Adhianto Dorong Sampah Anorganik Jadi Sumber Nilai Ekonomi

Lewat Waste Station, Tri Adhianto Dorong Sampah Anorganik Jadi Sumber Nilai Ekonomi

Oktober 19, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 19 Oktober 2026 ,--
KOTA. - BEKASI  ,--

KOTA - BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menandatangani kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Hassana Hijau Indonesia terkait pengolahan sampah anorganik melalui program waste station di Kota Bekasi. 

Penandatanganan tersebut dilaksanakan saat apel Senin pagi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (19/10/2026).

Kerja sama ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. 

Melalui konsep waste station, warga nantinya dapat mengumpulkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna untuk kemudian ditukarkan menjadi poin digital yang dapat dikonversi menjadi saldo.Wali Kota Bekasi 

Tri Adhianto menjelaskan, program ini memiliki konsep serupa dengan bank sampah, tetapi dilengkapi sistem digitalisasi agar proses pengumpulan dan pencatatan sampah lebih praktis. 

Sebagai tahap awal, Alun-Alun Kota Bekasi direncanakan menjadi lokasi percontohan pelaksanaan program tersebut.“Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengelola sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. 

Sampah yang dikumpulkan nantinya bisa tercatat secara digital, menjadi poin, dan dikonversi menjadi saldo,” ujar Tri.

Selain sampah anorganik, program ini juga mencakup pengelolaan minyak jelantah. 

Sementara itu, untuk barang elektronik bekas, masyarakat dapat memanfaatkan layanan penjemputan oleh petugas sehingga barang tersebut dapat dikelola melalui mekanisme yang disediakan.

Tri berharap, kehadiran waste station dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab. 

Menurutnya, pengelolaan sampah perlu dilakukan bersama-sama, mulai dari lingkungan rumah tangga hingga ruang publik.“Kami berharap program ini bisa menumbuhkan kebiasaan baru di tengah masyarakat, bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga bisa dikelola dan memiliki nilai guna. 

Dengan begitu, kepedulian terhadap lingkungan dan kebersihan Kota Bekasi semakin meningkat,” tambahnya.

Program waste station ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas partisipasi warga dalam pengelolaan sampah berbasis digital sekaligus mendukung upaya mewujudkan Kota Bekasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

( GEOFFREY .M )
Editor : Geoffrey.M


Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos

Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos

Oktober 18, 2026
Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Senin 19 Oktober 2026 ,--
Merangin - Jambi ,--

.      Pinca Bulog dan Kepala Pemasaran 

Bangko ,,
 Kepala Perum Bulog Cabang Merangin, Junaidi Damanik, akhirnya memberikan penjelasan terkait polemik video gudang beras yang sebelumnya viral di media sosial, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers di Kabupaten Merangin atas pernyataannya yang sempat menuai kekecewaan.

Dalam keterangannya di hadapan puluhan awak media di kantor Bulog Merangin, Senin (19/10/2026), Junaidi menegaskan bahwa video yang memperlihatkan pekerja diduga menginjak beras dan merokok di area gudang tersebut bukan berasal dari gudang Bulog Merangin.

Ia mengaku hingga saat ini belum mengetahui secara pasti lokasi maupun asal-usul video yang beredar tersebut.

“Video yang beredar itu bukan di Bulog Merangin. Sampai saat ini saya juga belum mengetahui secara pasti terkait video tersebut,” jelas Junaidi di hadapan awak media.

Selain memberikan klarifikasi terkait video, Junaidi juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya sebelumnya yang menyinggung kedekatannya dengan sejumlah media nasional. Pernyataan tersebut sempat memunculkan kesan bahwa dirinya mengabaikan keberadaan media lokal yang menjalankan tugas jurnalistik di Kabupaten Merangin.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada maksud saya untuk merendahkan ataupun menjatuhkan profesi kawan-kawan wartawan yang ada di Kabupaten Merangin. Sebelum bertugas di sini, saya memang sudah banyak mengenal rekan-rekan media di luar daerah, termasuk media nasional,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa ke depan dirinya ingin membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih baik dengan seluruh insan pers di Kabupaten Merangin.

Junaidi juga mempersilakan wartawan untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai aktivitas Bulog, termasuk penyaluran bantuan pangan ke sejumlah desa.

Menurutnya, kritik dan pemberitaan media merupakan bagian penting dalam pengawasan terhadap pelayanan publik, sepanjang informasi yang disampaikan mengedepankan fakta dan konfirmasi dari pihak terkait.

Dalam kesempatan yang sama, Junaidi turut menanggapi informasi mengenai keluhan sejumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Merangin yang menduga beras dalam kemasan berlabel 10 kilogram memiliki berat aktual hanya sekitar 9 kilogram.

Ia menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Kami masih menelusuri persoalan itu. Ke depan, kami juga akan memberikan dokumentasi proses pengemasan dan penimbangan agar bisa diketahui bahwa berat beras yang disalurkan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Junaidi menjelaskan, apabila ditemukan kekurangan berat beras yang diterima masyarakat di lapangan, penerima bantuan diharapkan segera melaporkannya kepada kepala desa setempat. Selanjutnya, pemerintah desa dapat meneruskan laporan tersebut kepada Bulog untuk ditindaklanjuti.

“Kalau memang di lapangan ditemukan kekurangan timbangan, kami berharap masyarakat melapor melalui kepala desa. Nanti kepala desa menyampaikan kepada kami dan akan kami tindak lanjuti untuk dilakukan penggantian apabila terbukti ada kekurangan,” tegasnya.

Junaidi juga meminta awak media turut mengawasi pelaksanaan program bantuan pangan, mulai dari proses pengemasan, distribusi, hingga beras diterima oleh masyarakat.

Ia menilai pengawasan bersama diperlukan agar penyaluran bantuan berjalan sesuai ketentuan dan persoalan yang muncul dapat segera ditangani.

Meski demikian, dugaan kekurangan berat beras dalam kemasan 10 kilogram tersebut masih memerlukan verifikasi melalui penimbangan dan pemeriksaan langsung terhadap sampel beras yang diterima masyarakat.

Begitu pula dengan video gudang yang sebelumnya viral, asal-usul rekaman dan lokasi kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan adanya penjelasan tersebut, masyarakat berharap Bulog tidak hanya memberikan klarifikasi, tetapi juga menindaklanjuti setiap persoalan secara transparan, baik terkait pengawasan kebersihan gudang maupun ketepatan berat bantuan pangan yang disalurkan kepada warga.

Keterbukaan informasi, ketepatan timbangan, dan pengawasan distribusi menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Bulog di Kabupaten Merangin.

( Reporter Mila / Ka biro YAN )
Editor Geofrey M 
Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos

Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos

Oktober 18, 2026
Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 19 Oktober 2026

Merangin Jambi 

.      Pinca Bulog dan Kepala Pemasaran 

Bangko
 Kepala Perum Bulog Cabang Merangin, Junaidi Damanik, akhirnya memberikan penjelasan terkait polemik video gudang beras yang sebelumnya viral di media sosial, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers di Kabupaten Merangin atas pernyataannya yang sempat menuai kekecewaan.

Dalam keterangannya di hadapan puluhan awak media di kantor Bulog Merangin, Senin (19/10/2026), Junaidi menegaskan bahwa video yang memperlihatkan pekerja diduga menginjak beras dan merokok di area gudang tersebut bukan berasal dari gudang Bulog Merangin.

Ia mengaku hingga saat ini belum mengetahui secara pasti lokasi maupun asal-usul video yang beredar tersebut.

“Video yang beredar itu bukan di Bulog Merangin. Sampai saat ini saya juga belum mengetahui secara pasti terkait video tersebut,” jelas Junaidi di hadapan awak media.

Selain memberikan klarifikasi terkait video, Junaidi juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya sebelumnya yang menyinggung kedekatannya dengan sejumlah media nasional. Pernyataan tersebut sempat memunculkan kesan bahwa dirinya mengabaikan keberadaan media lokal yang menjalankan tugas jurnalistik di Kabupaten Merangin.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada maksud saya untuk merendahkan ataupun menjatuhkan profesi kawan-kawan wartawan yang ada di Kabupaten Merangin. Sebelum bertugas di sini, saya memang sudah banyak mengenal rekan-rekan media di luar daerah, termasuk media nasional,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa ke depan dirinya ingin membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih baik dengan seluruh insan pers di Kabupaten Merangin.

Junaidi juga mempersilakan wartawan untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai aktivitas Bulog, termasuk penyaluran bantuan pangan ke sejumlah desa.

Menurutnya, kritik dan pemberitaan media merupakan bagian penting dalam pengawasan terhadap pelayanan publik, sepanjang informasi yang disampaikan mengedepankan fakta dan konfirmasi dari pihak terkait.

Dalam kesempatan yang sama, Junaidi turut menanggapi informasi mengenai keluhan sejumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Merangin yang menduga beras dalam kemasan berlabel 10 kilogram memiliki berat aktual hanya sekitar 9 kilogram.

Ia menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Kami masih menelusuri persoalan itu. Ke depan, kami juga akan memberikan dokumentasi proses pengemasan dan penimbangan agar bisa diketahui bahwa berat beras yang disalurkan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Junaidi menjelaskan, apabila ditemukan kekurangan berat beras yang diterima masyarakat di lapangan, penerima bantuan diharapkan segera melaporkannya kepada kepala desa setempat. Selanjutnya, pemerintah desa dapat meneruskan laporan tersebut kepada Bulog untuk ditindaklanjuti.

“Kalau memang di lapangan ditemukan kekurangan timbangan, kami berharap masyarakat melapor melalui kepala desa. Nanti kepala desa menyampaikan kepada kami dan akan kami tindak lanjuti untuk dilakukan penggantian apabila terbukti ada kekurangan,” tegasnya.

Junaidi juga meminta awak media turut mengawasi pelaksanaan program bantuan pangan, mulai dari proses pengemasan, distribusi, hingga beras diterima oleh masyarakat.

Ia menilai pengawasan bersama diperlukan agar penyaluran bantuan berjalan sesuai ketentuan dan persoalan yang muncul dapat segera ditangani.

Meski demikian, dugaan kekurangan berat beras dalam kemasan 10 kilogram tersebut masih memerlukan verifikasi melalui penimbangan dan pemeriksaan langsung terhadap sampel beras yang diterima masyarakat.

Begitu pula dengan video gudang yang sebelumnya viral, asal-usul rekaman dan lokasi kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan adanya penjelasan tersebut, masyarakat berharap Bulog tidak hanya memberikan klarifikasi, tetapi juga menindaklanjuti setiap persoalan secara transparan, baik terkait pengawasan kebersihan gudang maupun ketepatan berat bantuan pangan yang disalurkan kepada warga.

Keterbukaan informasi, ketepatan timbangan, dan pengawasan distribusi menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Bulog di Kabupaten Merangin.

Reporter Mila 
Editor Geofrey M 
Bawa Pulang Medali Perak, Petugas Lapas Bangko Raih Juara 2 di Ajang Bergengsi Sarolangun Challenge 2025

Bawa Pulang Medali Perak, Petugas Lapas Bangko Raih Juara 2 di Ajang Bergengsi Sarolangun Challenge 2025

Oktober 18, 2026
Bawa Pulang Medali Perak, Petugas Lapas Bangko Raih Juara 2 di Ajang Bergengsi Sarolangun Challenge 2025

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 19 Oktober 2026


Sarolangun 
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh keluarga besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko. Di tengah kesibukannya melaksanakan tugas pengamanan dan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan, salah satu petugas terbaiknya berhasil mengharumkan nama institusi di kancah olahraga nasional.

Adalah Rozaq Wicaksono, petugas Lapas Kelas IIB Bangko yang berhasil membawa pulang Medali Perak sebagai Juara 2 Kelas E Dewasa Putra dalam ajang bergengsi Sarolangun Challenge 2025 yang memperebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI).

Kejuaraan yang digelar di GOR Kabupaten Sarolangun tersebut diikuti oleh ratusan pesilat tangguh dari berbagai perguruan ternama dan berbagai daerah. Pada event tersebut, Rozaq tampil mewakili Perguruan Silat Satria Muda Indonesia (SMI) Unit PLN.

Tampil dengan penuh percaya diri di Gelanggang A, Rozaq menunjukkan teknik, ketangkasan, dan mental juara. Berkat kedisiplinan dan latihan keras yang ia jalani selama ini, ia berhasil melewati babak demi babak dengan meyakinkan hingga akhirnya melaju ke partai final Kelas E Dewasa Putra dan berhasil mengamankan posisi runner-up.

Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikoni, A.Md.IP., S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa tersebut. Ia menegaskan bahwa Lapas Bangko selalu memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan minat, bakat, dan prestasi pegawai di luar kedinasan.

"Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh saudara Rozaq Wicaksono yang telah berhasil meraih Juara 2 Kelas E Dewasa Putra pada kejuaraan memperebutkan Piala Kemenpora RI ini. Ini membuktikan bahwa petugas Lapas Bangko tidak hanya profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas Pemasyarakatan, tetapi juga mampu berprestasi dan bersaing di level yang tinggi di bidang olahraga pencak silat," ujar Syaikoni SH MH 

Kalapas berharap, prestasi ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Bangko untuk terus mengembangkan potensi diri dan menorehkan prestasi-prestasi positif lainnya, sehingga dapat membawa nama baik institusi Pemasyarakatan.

" Capaian ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa insan Pemasyarakatan adalah insan yang tangguh, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas, baik di dalam menjalankan tugas sebagai penjaga tahanan maupun di luar sebagai atlet berprestasi," ungkap nya

Reporter Mila 
Editor Geofrey M