
DPRD Bekasi: Layanan Adminduk Dekat ke Warga, Damkar Ditarget Ada di Kecamatan
# Politik
SIMAKBERITANEWS – DPRD KOTA BEKASI. Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Faisal, menegaskan pihaknya telah mendorong sejumlah langkah pelayanan dasar agar lebih dekat ke masyarakat selama lima tahun terakhir.
“Kami selama lima tahun sudah berupaya maksimal mendekatkan pelayanan untuk warga masyarakat, seperti pendekatan layanan dasar pembuatan surat kependudukan. Saat ini layanan pembuatan KTP, KK, Surat Kematian dapat diakses di Kecamatan bahkan di seluruh Kelurahan. Ini menunjukkan bahwa Komisi I mendorong anggaran dan pelayanan agar mempermudah warga,” kata Faisal di Gedung DPRD Kota Bekasi.
Ke depan, Faisal menilai penguatan Sumber Daya Manusia di SKPD terkait juga harus di-_upgrade_ agar tidak ada lagi masyarakat yang tidak terdata.
Faisal menyebut persoalan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan saat ini sudah ditambah anggarannya untuk memenuhi kebutuhan peralatan seperti mobil damkar dan peralatan lainnya.
“Pelan tapi pasti posko (Sektor) Damkarmat akan terbangun di setiap Kecamatan. Ini diharapkan akan semakin cepat petugas damkar dalam pemadaman karena jarak tempuh tentunya yang semakin dekat dengan lokasi kejadian,” tambahnya.
Ia juga mendorong kepemimpinan baru untuk menambah anggaran pembelian peralatan Damkarmat, terlebih saat ini Kota Bekasi memiliki banyak gedung tinggi namun belum memiliki alat pemadam untuk gedung-gedung tinggi.
“Layanan pembuatan paspor, SIM dan lainnya di Kota Bekasi juga sudah memperbaiki layanannya. Mudah-mudahan kinerja kami dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Faisal mendorong prioritas bagi investasi yang ramah di Kota Bekasi, terlebih lokasinya dekat dengan Jakarta. Ada tiga hal yang menurutnya menjadi persoalan penting: banjir, sampah, dan pengangguran.
“Kemarin saya juga menyayangkan adanya investasi yang dibatalkan di Kota Bekasi, padahal nilainya besar sampai triliunan rupiah. Tapi secara keseluruhan investasi targetnya tercapai,” ulasnya.
Terkait persoalan hukum, Faisal menyebut sertifikasi lahan-lahan aset Pemkot Bekasi sudah mulai berjalan. Harapannya semua aset milik Kota Bekasi dapat disertifikasi. Sementara terkait akuisisi PDAM Tirta Bhagasasi juga sudah berjalan dan mulai menunjukkan hasilnya. (Adv DPRD kota bekasi)
DPRD Bekasi: Warga yang Nganggur, Pemkot Harus Proaktif Cipta Lapangan Kerja
# PolitikSIMAKBERITANEWS – DPRD KOTA BEKASI. Fraksi Golkar Solidaritas DPRD Kota Bekasi menyoroti tingginya angka pengangguran dalam evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Tenaga Kerja, tercatat sebanyak 105.565 warga Kota Bekasi berstatus pengangguran. Dari total 1.350.395 angkatan kerja, baru 1.244.830 warga yang terserap dunia kerja.
“Kondisi ini tidak bisa hanya dijawab dengan pemaparan data di atas kertas, melainkan membutuhkan langkah konkret dan taktis dari pemerintah daerah,” tegas juru bicara Fraksi Golkar Solidaritas, Tanti, dalam keterangannya, Minggu (26/4).
Tanti menilai, stagnasi dalam pembukaan lapangan pekerjaan dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi daerah. Bahkan, kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kota Bekasi dinilai semakin menurun jika persoalan ini tidak segera ditangani.
“Kami menegaskan bahwa pemerintah daerah harus lebih proaktif dalam menciptakan lapangan kerja baru maupun memperkuat program pelatihan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.
Menurut Tanti, upaya menekan angka pengangguran menjadi pekerjaan rumah besar bagi Wali Kota Bekasi beserta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pemberdayaan generasi muda harus dipastikan agar mereka memiliki akses terbuka terhadap peluang ekonomi dan kemandirian finansial.
“Kita harus mampu merumuskan bagaimana persoalan pengangguran dan pemberdayaan pemuda di Kota Bekasi dapat ditangani secara lebih efektif. Ini semua demi masa depan generasi muda yang lebih mandiri dan sejahtera,” tegas Tanti.
Fraksi Golkar Solidaritas mencatat, ekosistem penyerapan tenaga kerja perlu segera dievaluasi dan diakselerasi secara komprehensif. Hal itu mencakup sinergi investasi swasta, optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). (Adv DPRD kota Bekasi)
