Berawal dari Merangin, Gerakan Warga SAD Serahkan Senjata Rakitan Menular hingga luar Daerah
SIMAK BERITA NEWS COM
Selasa 03 November 2026
Merangin Jambi
Bangko
Gerakan penyerahan senjata api rakitan secara sukarela oleh warga Suku Anak Dalam (SAD) mulai meluas di Provinsi Jambi. Berawal dari Kabupaten Merangin, aksi yang didorong melalui himbauan kepolisian ini kini diikuti warga SAD di Kabupaten Sarolangun.
Dalam waktu hanya tiga hari setelah Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi menyampaikan himbauan kamtibmas, sebanyak 89 pucuk senjata api rakitan jenis kecepek diserahkan secara sukarela kepada Polres Merangin beserta jajaran.
Senjata-senjata tersebut berasal dari sejumlah kelompok Tumenggung SAD. Penyerahan ini menjadi sinyal positif tumbuhnya kesadaran warga untuk meninggalkan kepemilikan senjata api rakitan ilegal demi menjaga keamanan bersama.
Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi mengapresiasi langkah warga SAD yang secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan milik mereka.
Ia berharap kesadaran tersebut terus tumbuh sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Merangin semakin terjaga.
"Kami sangat mengapresiasi kesadaran warga SAD yang dengan sukarela menyerahkan senjata api rakitan. Ini merupakan langkah positif dan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat," ujar AKBP Kiki F
Menariknya, gerakan tersebut kini mulai melintasi batas wilayah Kabupaten Merangin, di Kabupaten Sarolangun, warga SAD dari kelompok Tumenggung Nyasak turut mengikuti langkah serupa.
Bertempat di rumah tokoh masyarakat adat SAD, H. Jailani, di Desa Bukit Tuban, Kecamatan Air Hitam, warga menyerahkan senjata api rakitan jenis kecepek kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Meluasnya gerakan ini mendapat perhatian dari pendamping warga SAD wilayah Pamenang, Kabupaten Merangin, Yanto Bule.
Ia berharap kesadaran warga SAD di Merangin dan Sarolangun dapat menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya di Provinsi Jambi untuk turut menjaga keamanan lingkungan.
"Harapan kita, gerakan ini tidak berhenti sampai di Merangin dan Sarolangun saja, Mudah mudahan daerah lain juga mengikuti, sehingga tercipta keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih baik di Provinsi Jambi," kata Yanto
Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan secara persuasif dan kesadaran masyarakat dapat menjadi salah satu langkah penting dalam menekan peredaran serta kepemilikan senjata api rakitan ilegal. Lebih dari itu, gerakan sukarela warga SAD ini diharapkan menjadi awal terciptanya lingkungan yang lebih aman dan kondusif di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini,
Biro Jambi YN
Editor Geofrey M
