Kajati Jambi Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi, Terima Langsung Tim Monev Komisi Informasi

Kajati Jambi Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi, Terima Langsung Tim Monev Komisi Informasi

November 03, 2026
Kajati Jambi Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi, Terima Langsung Tim Monev Komisi Informasi

SIMAK BERITA NEWS COM 

Selasa 03 November 2026

Jambi
Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Sugeng Hariadi, SH, MH menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 Komisi Informasi (KI) Provinsi Jambi pada Selasa (3/11/2026) di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KI Provinsi Jambi, Ahmad Taufiq Helmi, didampingi Komisioner Zamharir, serta Tenaga Ahli .
Kedatangan tim Monev disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Sugeng Hariadi,SH.MH bersama Asisten Intelijen M. Husaini. SH. MH dan Kasi Penkum Noly Wijaya. SH. MH.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Sugeng Hariadi, SH.MH menegaskan komitmen jajaran Kejati untuk menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Sebagai bentuk tanggung jawab kami dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan, kami berkomitmen untuk terus membuka akses informasi publik sesuai dengan ketentuan selain dari Informasi yang dikecualikan.

" Kami juga terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat maupun dari Komisi Informasi guna meningkatkan kualitas layanan informasi publik,” ujar Kajati Jambi Sugeng Hariadi, SH.MH.

Ia menambahkan, Kejati Jambi siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Komisi Informasi dalam pelaksanaan UU KIP untuk mewujudkan pelayanan informasi yang transparan dan akuntabel.

Sementara itu, Ketua KI Provinsi Jambi Ahmad Taufiq Helmi menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kajati Jambi yang menerima langsung kunjungan tim Monev tahun 2026. Pertama, kami mengucapkan selamat kepada Bapak Kajati dan Asisten Intelijen. Semoga bisa terus berkolaborasi dengan Komisi Informasi dalam mendorong keterbukaan informasi publik di Provinsi Jambi,” ujar Taufiq.

Ia menjelaskan, kegiatan Monev KIP merupakan agenda tahunan Komisi Informasi sebagaimana diatur pada pasal 59 Peraturan Komisi Informasi (PERKI) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik, dengan tujuan untuk menilai tingkat kepatuhan badan publik terhadap pelaksanaan UU KIP. 

Ia menambahkan, Kejati Jambi telah tahun ketiga mengikuti kegiatan Monev KIP dan pada tahun 2025 lalu berhasil meraih predikat Informatif. 

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Intelijen Kejati Jambi M. Husaini.SH.MH turut memaparkan teknis pelaksanaan layanan informasi publik di lingkungan Kejati Jambi.  

" kami akan terus berkomitmen menjalankan keterbukaan informasi publik di Kejaksaan Tinggi Jambi. Saat ini, 
fasilitas layanan informasi sudah terintegrasi di PTSP, melalui website resmi, layanan WhatsApp dan media sosial sebagai sarana penyampaian informasi kepada publik,” ungkapnya.

Hal ini dibenarkan oleh Kasi penerangan hukum Kejati Jambi Noly Wiyaya SH MH Ketika di konfirmasi Melalui Sambungan WhatsApp Selasa 03/11/2026


" Ya benar hari ini ada kunjungan visitasi Monev KIP 2026," Jelas Noly Wiyaya SH MH 

Lanjut Noly Wiyaya SH MH Mengatakan Bahwa Kunjungan visitasi Monev KIP 2026 ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Komisi Informasi dan Kejaksaan Tinggi Jambi dalam mewujudkan pelayanan informasi publik yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

" Semoga Sinergitas Antara Kejati Jambi dan Komisi informasi publik (KIP) Memperkuat kerja Sama dalam Rangka Memberikan Pelayanan informasi Transparan , Terbuka , guna kepentingan Masyarakat," tutur nya 

Biro Jambi YN 
Editor Geofrey M
PB Porprov XV Jabar 2026 Apresiasi Kepedulian Masyarakat, Terhadap Materi Desain Komunikasi Visual

PB Porprov XV Jabar 2026 Apresiasi Kepedulian Masyarakat, Terhadap Materi Desain Komunikasi Visual

November 03, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Selasa 03 November 2026',--
KOTA. -  BEKASI,--

KOTA - BEKASI, Panitia Besar (PB) Porprov XV Jawa Barat 2026 mengapresiasi perhatian dan masukan masyarakat terhadap materi publikasi Porprov, termasuk salah satu desain grafis yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). 

Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama dalam menjaga kualitas informasi dan identitas visual penyelenggaraan.Untuk mendukung kebutuhan publikasi, Tim Multimedia dan Marketing Communication (Marcomm) PB Porprov telah menyediakan desain resmi yang dapat digunakan sebagai acuan oleh panitia pelaksana (panpel) cabang olahraga maupun pihak terkait. 

File sumber (raw material) dapat diakses melalui koordinasi dengan bidang tersebut.Ketersediaan desain resmi ini diharapkan dapat memudahkan stake holder melakukan pengembangan desain dan produksi publikasi sekaligus menjaga keseragaman identitas visual serta ketepatan informasi Porprov XV Jawa Barat 2026.

PB Porprov mengajak seluruh panpel dan pihak terkait untuk berkoordinasi dengan Bidang Media dan Marcomm sebelum memproduksi, menerbitkan, atau memasang materi publikasi. Koordinasi tersebut juga mencakup penyesuaian desain dan pemanfaatan teknologi agar hasilnya tetap selaras dengan acuan resmi.

Untuk memastikan status persetujuan suatu materi publikasi, panpel maupun pihak terkait dapat melakukan konfirmasi kepada Bidang Media dan Marcomm. Langkah ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang sama serta memudahkan pengecekan dan penyempurnaan materi apabila diperlukan.PB Porprov menghargai kontribusi seluruh pihak dalam menyemarakkan Porprov XV Jawa Barat 2026. 

Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, publikasi diharapkan dapat mendukung kelancaran penyelenggaraan serta menghadirkan informasi yang akurat dan mudah dipahami masyarakat.Bidang Media dan MarcommPB Porprov XV Jawa Barat 2026 Kota Bekasi.

( GEOFFREY. MAKSURILLA )
     Editor : Geoffrey . M.
Perkuat Sinergi Pencegahan Stunting, DPPKB Merangin Gelar Monev TPPPS di Pangkalan Jambu, Sungai Manau, dan Renah Pembarap

Perkuat Sinergi Pencegahan Stunting, DPPKB Merangin Gelar Monev TPPPS di Pangkalan Jambu, Sungai Manau, dan Renah Pembarap

November 02, 2026
Perkuat Sinergi Pencegahan Stunting, DPPKB Merangin Gelar Monev TPPPS di Pangkalan Jambu, Sungai Manau, dan Renah Pembarap 

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Selasa 03 November 2026 ,--
Merangin Jambi,--

Bangko ,
Dalam upaya memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Merangin melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Renah Pembarap, Sungai Manau, dan Pangkalan Jambu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Merangin untuk memastikan pelaksanaan program percepatan penurunan stunting berjalan optimal, sekaligus mengevaluasi capaian, pelaporan, serta koordinasi lintas sektor hingga tingkat kecamatan dan desa.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas PPKB Merangin, Ns.Khaidir,.S.Kep menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama dan keterlibatan seluruh unsur sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing melalui aksi konvergensi.

Menurutnya, percepatan penurunan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama karena menyangkut kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi penerus kedepan. 

"Penanganan dan penurunan stunting ini harus kita kerjakan bersama-sama dengan satu tujuan, sesuai dengan tupoksi masing-masing. Inilah yang dinamakan aksi konvergensi," ujar NS Khaidir,.S.Kep, Selasa, (03/11/2026).

Khaidir berharap seluruh pihak terus bergerak dan meningkatkan komitmen dalam menekan angka stunting. Bahkan, jika memungkinkan, angka stunting di Kabupaten Merangin dapat ditekan hingga nol.

"Kenapa stunting harus kita turunkan? Karena kita ingin generasi kedepan yang sehat dan cerdas. Jangan sampai anak-anak kita mengalami kekurangan gizi. Ini menjadi bagian dari upaya kita mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045," tegasnya.

Sementara itu, Camat Pangkalan Jambu, Dwi Cahyo, menyampaikan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, kader, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan di tingkat desa.

Menurutnya, program penanganan stunting telah menjadi perhatian serius pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten. Hal tersebut juga terlihat dari dukungan pemerintah desa melalui pengalokasian anggaran untuk kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan dan penurunan stunting.

Bahkan, di tengah kondisi anggaran dana desa tahun 2026 yang mengalami pengurangan, pemerintah desa tetap diharapkan memberikan dukungan terhadap program penanganan stunting.

"Ini membutuhkan peran kita bersama. Tidak bisa hanya pemerintah yang bekerja sendiri. Masyarakat dan kader juga harus terlibat. Walaupun kondisi dana desa berkurang untuk Kopdes, kita berharap dukungan terhadap kegiatan percepatan penurunan stunting tetap menjadi perhatian,"sebutnya.

Dwi Cahyo juga mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan persoalan gizi atau kesehatan semata. Ada berbagai faktor non-gizi yang turut memengaruhi, seperti sanitasi, ketersediaan air bersih, kondisi lingkungan, serta tingkat pengetahuan dan edukasi masyarakat.

"Oleh sebab itu, sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan agar pemahaman tentang pencegahan stunting semakin baik,"ucapnya. 

Ia juga menyebutkan bahwa terdapat delapan desa yang masuk kategori hijau dalam hal penginputan data. Menurutnya, capaian tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui kerja sama antara operator desa dengan masyarakat serta seluruh unsur terkait.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, pemateri TPPPS, Abdul Malik, menjelaskan mengenai regulasi dan pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

Ia menyampaikan bahwa terdapat perubahan mekanisme pelaksanaan aksi konvergensi. Jika sebelumnya pelaksanaannya lebih terpusat di tingkat kabupaten, kini pelaksanaan dan penguatan aksi konvergensi juga diarahkan pada tingkat kecamatan sehingga program dapat lebih menyentuh kelompok sasaran hingga ke desa.

Menurutnya, pelaksanaan tersebut mengacu pada regulasi Kementerian Dalam Negeri serta Surat Edaran Gubernur Jambi terkait pelaksanaan aksi konvergensi TPPPS.

"Melalui mekanisme itu, kegiatan yang berkaitan dengan penanganan stunting diharapkan dapat terencana dan teranggarkan dengan baik, baik kegiatan yang telah dilaksanakan maupun yang belum terlaksana, serta dilaporkan melalui aplikasi Aksi Bangda,"jelasnya. 

Abdul Malik juga menjelaskan bahwa TPPS Kecamatan memiliki tugas membantu koordinasi dan operasionalisasi penyelenggaraan pencegahan serta percepatan penurunan stunting. Hal serupa juga menjadi tanggung jawab TPPS di tingkat desa agar pelaksanaan program berjalan terarah dan berkesinambungan.

Dalam evaluasi capaian aksi konvergensi, disampaikan bahwa peringkat konvergensi Kecamatan Pangkalan Jambu berada pada posisi ke-8 dari 24 kecamatan di Kabupaten Merangin.

"Kita harus terus memberikan edukasi kepada masyarakat,"katanya. 

Selain itu ia berharap ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program, khususnya dalam hal pelaporan melalui aplikasi yang perlu lebih dioptimalkan.

"Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) juga menjadi perhatian penting. Pendampingan harus terus ditingkatkan terhadap kelompok sasaran, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu pascapersalinan hingga bayi di bawah dua tahun (baduta),"tuturnya. 

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, DPPKB Merangin berharap koordinasi dan sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta seluruh unsur terkait semakin kuat.

Dengan kerja bersama, dukungan anggaran, peningkatan kualitas pelaporan, dan pendampingan yang tepat sasaran, upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Merangin diharapkan semakin optimal.

"Komitmen bersama ini menjadi langkah penting untuk melahirkan generasi Merangin yang sehat, cerdas, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,"pungkasnya. 

( Reporter L Mila SBN )
   Editor Geofrey M 
Wakil Wali Kota Bekasi Hadiri Pembukaan Cabor Paramotor Porprov XV Jawa Barat, Dorong Sportivitas dan Prestasi Atlet

Wakil Wali Kota Bekasi Hadiri Pembukaan Cabor Paramotor Porprov XV Jawa Barat, Dorong Sportivitas dan Prestasi Atlet

November 02, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Selasa 03 November 2026 ,--
KABUPATEN  -  BEKASI ,--

BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri pembukaan cabang olahraga (cabor) paramotor pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat yang berlangsung di Lapangan Merah, Desa Lembangsari, Kabupaten Bekasi, Senin (2/11/2025).

Kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Bekasi terhadap penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat, sekaligus wujud perhatian pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan olahraga dirgantara dan peningkatan prestasi atlet.Pembukaan pertandingan cabor paramotor ini diikuti sejumlah kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. 

Di antaranya Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Cirebon, Kota Depok, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, serta Kabupaten Subang yang siap berkompetisi untuk meraih prestasi terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Harris Bobihoe didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi beserta jajaran. Turut hadir Ketua KONI Provinsi Jawa Barat, para Ketua KONI kabupaten dan kota, pengurus paramotor dari berbagai daerah, Ketua Komite Microlight, serta Ketua Paramotor Indonesia.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah unsur TNI Angkatan Udara, di antaranya Komandan Lanud Sulaiman, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Komandan Lanud Kalijati, Komandan Lanud Wiriadinata, Komandan Lanud Atang Sendjaja, dan Komandan Lanud Husein Sastranegara, serta Ketua FASI Provinsi Jawa Barat.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kompetisi paramotor dalam rangkaian Porprov XV Jawa Barat. 

Menurutnya, ajang olahraga tingkat provinsi ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat kebersamaan antardaerah."Porprov merupakan momentum penting bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan, kerja keras, dan hasil dari proses latihan yang selama ini dijalani. 

Kami berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan penampilan terbaiknya," ujar Abdul Harris Bobihoe.

Ia juga menilai cabang olahraga paramotor memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena membutuhkan keterampilan, kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan teknis yang tinggi. 

Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan."Melalui kompetisi ini, kita berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah, bahkan melangkah hingga ke tingkat nasional dan internasional. 

Pemerintah Kota Bekasi tentu mendukung upaya pembinaan olahraga yang mampu melahirkan generasi atlet unggul dan berdaya saing," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kontingen untuk menjadikan Porprov XV Jawa Barat sebagai ajang memperkuat persatuan, menjaga kebersamaan, dan membangun semangat kompetisi yang sehat.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan sebuah kejuaraan tidak semata-mata diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari terciptanya suasana pertandingan yang aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Pemerintah Kota Bekasi berharap keikutsertaan atlet dalam ajang Porprov XV Jawa Barat dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di daerah.

Dengan demikian, penyelenggaraan kompetisi paramotor ini diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antardaerah dalam memajukan dunia olahraga di Jawa Barat.

( GEOFFREY . MAKSURILLA )
     Editor : Geoffrey .M

Wakil Wali Kota Bekasi Hadiri Pembukaan Cabor Paramotor Porprov XV Jawa Barat, Dorong Sportivitas dan Prestasi Atlet

Wakil Wali Kota Bekasi Hadiri Pembukaan Cabor Paramotor Porprov XV Jawa Barat, Dorong Sportivitas dan Prestasi Atlet

November 02, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--.

Selasa 03"November 2026 ,--
KABUPATEN -  BEKASI- ,--
.

BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri pembukaan cabang olahraga (cabor) paramotor pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat yang berlangsung di Lapangan Merah, Desa Lembangsari, Kabupaten Bekasi, Senin (2/11/2025).

Kehadiran WakiWali Kota Bekasi tersebut menjadi bentuk dukungan PemerintKah Kota Bekasi terhadap penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat, sekaligus wujud perhatian pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan olahraga dirga
ntara dan peningkatan prestasi atlet.

Pembukaan pertandingan cabor paramotor ini diikuti sejumlah kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. 

Di antaranya Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Cirebon, Kota Depok, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, serta Kabupaten Subang yang siap berkompetisi untuk meraih prestasi terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Harris Bobihoe didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi beserta jajaran. Turut hadir Ketua KONI Provinsi Jawa Barat, para Ketua KONI kabupaten dan kota, pengurus paramotor dari berbagai daerah, 

Ketua Komite Microlight, serta Ketua Paramotor Indonesia.Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah unsur TNI Angkatan Udara, di antaranya Komandan Lanud Sulaiman, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Komandan Lanud Kalijati, Komandan Lanud Wiriadinata, Komandan Lanud Atang Sendjaja, dan Komandan Lanud Husein Sastranegara, serta Ketua FASI Provinsi Jawa Barat.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kompetisi paramotor dalam rangkaian Porprov XV Jawa Barat. 

Menurutnya, ajang olahraga tingkat provinsi ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat kebersamaan antardaerah."Porprov merupakan momentum penting bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan, kerja keras, dan hasil dari proses latihan yang selama ini dijalani. 

Kami berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan penampilan terbaiknya," ujar Abdul Harris Bobihoe.

Ia juga menilai cabang olahraga paramotor memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena membutuhkan keterampilan, kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan teknis yang tinggi. 

Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan."Melalui kompetisi ini, kita berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah, bahkan melangkah hingga ke tingkat nasional dan internasional. 

Pemerintah Kota Bekasi tentu mendukung upaya pembinaan olahraga yang mampu melahirkan generasi atlet unggul dan berdaya saing," tambahnya.Lebih lanjut, 

ia mengajak seluruh kontingen untuk menjadikan Porprov XV Jawa Barat sebagai ajang memperkuat persatuan, menjaga kebersamaan, dan membangun semangat kompetisi yang sehat.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan sebuah kejuaraan tidak semata-mata diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari terciptanya suasana pertandingan yang aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Pemerintah Kota Bekasi berharap keikutsertaan atlet dalam ajang Porprov XV Jawa Barat dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di daerah.

Dengan demikian, penyelenggaraan kompetisi paramotor ini diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antardaerah dalam memajukan dunia olahraga di Jawa Barat.: 

( GEOFFREY MAKSURILLA )
     Editor : Geoffrey . M  : 
Berawal dari Merangin, Gerakan Warga SAD Serahkan Senjata Rakitan Menular hingga luar Daerah

Berawal dari Merangin, Gerakan Warga SAD Serahkan Senjata Rakitan Menular hingga luar Daerah

November 02, 2026
Berawal dari Merangin, Gerakan Warga SAD Serahkan Senjata Rakitan Menular hingga luar Daerah

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Selasa 03 November 2026 ,--
Merangin Jambi ,-- 

Bangko ,
Gerakan penyerahan senjata api rakitan secara sukarela oleh warga Suku Anak Dalam (SAD) mulai meluas di Provinsi Jambi. Berawal dari Kabupaten Merangin, aksi yang didorong melalui himbauan kepolisian ini kini diikuti warga SAD di Kabupaten Sarolangun.

Dalam waktu hanya tiga hari setelah Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi menyampaikan himbauan kamtibmas, sebanyak 89 pucuk senjata api rakitan jenis kecepek diserahkan secara sukarela kepada Polres Merangin beserta jajaran.

Senjata-senjata tersebut berasal dari sejumlah kelompok Tumenggung SAD. Penyerahan ini menjadi sinyal positif tumbuhnya kesadaran warga untuk meninggalkan kepemilikan senjata api rakitan ilegal demi menjaga keamanan bersama.

Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi mengapresiasi langkah warga SAD yang secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan milik mereka.

Ia berharap kesadaran tersebut terus tumbuh sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Merangin semakin terjaga.

"Kami sangat mengapresiasi kesadaran warga SAD yang dengan sukarela menyerahkan senjata api rakitan. Ini merupakan langkah positif dan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat," ujar AKBP Kiki F 

Menariknya, gerakan tersebut kini mulai melintasi batas wilayah Kabupaten Merangin, di Kabupaten Sarolangun, warga SAD dari kelompok Tumenggung Nyasak turut mengikuti langkah serupa.

Bertempat di rumah tokoh masyarakat adat SAD, H. Jailani, di Desa Bukit Tuban, Kecamatan Air Hitam, warga menyerahkan senjata api rakitan jenis kecepek kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Meluasnya gerakan ini mendapat perhatian dari pendamping warga SAD wilayah Pamenang, Kabupaten Merangin, Yanto Bule.

Ia berharap kesadaran warga SAD di Merangin dan Sarolangun dapat menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya di Provinsi Jambi untuk turut menjaga keamanan lingkungan.

"Harapan kita, gerakan ini tidak berhenti sampai di Merangin dan Sarolangun saja, Mudah mudahan daerah lain juga mengikuti, sehingga tercipta keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih baik di Provinsi Jambi," kata Yanto 

Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan secara persuasif dan kesadaran dapat menjadi salah satu langkah penting dalam menekan peredaran serta kepemilikan senjata api rakitan ilegal. Lebih dari itu, gerakan sukarela warga SAD ini diharapkan menjadi awal terciptanya lingkungan yang lebih aman dan kondusif di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini,

( Reporter L Mila SBN ) 
      Editor Geofrey M
Rudianto siap Bawa Perubahan IKM Merangin Kedepan jika Terpilih, Kita Solidkan dulu, "Setelah itu Hadirkan Terobosan Baru"

Rudianto siap Bawa Perubahan IKM Merangin Kedepan jika Terpilih, Kita Solidkan dulu, "Setelah itu Hadirkan Terobosan Baru"

November 02, 2026
Rudianto siap Bawa Perubahan IKM Merangin Kedepan jika Terpilih, Kita Solidkan dulu, "Setelah itu Hadirkan Terobosan Baru" 

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Selasa 03 November 2026 ,--
Merangin Jambi,-
 
Bangko ,
Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Merangin dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi wadah yang semakin kuat dalam mengakomodasi kepentingan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat perantau Minang di daerah.

Hal tersebut disampaikan Rudianto, yang menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua DPD IKM Kabupaten Merangin. Menurutnya, Kabupaten Merangin merupakan salah satu sentra bisnis dengan potensi perantau Minang yang cukup besar, mulai dari pelaku UMKM, rumah makan, perdagangan hingga berbagai sektor strategis lainnya.

“Kabupaten Merangin merupakan sentra bisnis. Potensi perantau Minang di sini sangat besar, mulai dari UMKM, rumah makan, hingga sektor strategis lainnya. Itu yang ingin kita akomodasi agar IKM benar-benar memberi manfaat,” jelas Rudianto.

Rudianto juga menyampaikan arahan Ketua Umum DPP IKM, Andre Rosiade, agar seluruh potensi perantau Minang di daerah dapat bersinergi dengan program pemerintah, baik di tanah rantau maupun dengan kampung halaman di Sumatera Barat.

Jika dipercaya memimpin IKM Kabupaten Merangin, Rudianto menegaskan bahwa penguatan soliditas internal akan menjadi langkah pertama sebelum organisasi bergerak menjalankan berbagai program kerja.

“Kita solidkan dulu pengurus. Setelah itu baru bergerak ke bidang-bidang lainnya,” tegasnya.

Menurut Rudianto, seluruh bidang dalam kepengurusan IKM memiliki peran strategis. Terlebih menjelang bulan suci Ramadan, bidang sosial dan zakat dinilai perlu segera mengambil peran nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“IKM ini sifatnya merangkul. Tidak ada batasan siapa pun yang ingin bergabung. Selama punya niat membantu dan membesarkan organisasi, kita tampung dari mana pun asalnya,” ujarnya.

TERBUKA UNTUK SEMUA CALON

Menariknya, Rudianto juga menegaskan bahwa dirinya tidak mempersoalkan jika ada tokoh atau perantau Minang lainnya yang ingin maju sebagai calon Ketua IKM Kabupaten Merangin.

Menurutnya, IKM merupakan rumah bersama bagi seluruh perantau Minang sehingga proses regenerasi dan kontestasi harus tetap berjalan secara terbuka dan sehat.

“Saya berharap kawan-kawan yang ingin maju juga sebagai Ketua IKM, silakan. IKM terbuka bagi seluruh perantau Minang. Kita sama-sama punya hak dan kesempatan untuk memberikan yang terbaik,” kata Rudianto.

Namun, Rudianto mengaku telah memiliki tekad kuat jika nantinya mendapatkan amanah untuk memimpin organisasi tersebut.

Ia ingin membawa IKM Kabupaten Merangin bergerak lebih cepat, lebih terbuka, dan lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat perantau Minang.

“Yang jelas, saya sudah punya tekad. Bukan sekadar memajukan IKM di Kabupaten Merangin, tetapi kita ingin membuatnya berkembang lebih pesat. Kita coba terobosan-terobosan baru, kita rubah pola permainan. Jangan hanya mengandalkan pola lama, tetapi mari kita coba cara-cara baru yang lebih kreatif dan bermanfaat,” tegasnya.

Bagi Rudianto, perubahan bukan berarti meninggalkan pengalaman para tokoh terdahulu. Justru pengalaman tersebut menjadi modal untuk membangun organisasi dengan pendekatan yang lebih modern.

“Kita hormati pemain lama, kita hargai para senior. Tetapi generasi berikutnya juga harus diberi ruang untuk menghadirkan gagasan baru. Pengalaman dan inovasi harus berjalan bersama,” tambahnya.

Dengan potensi ekonomi perantau Minang yang besar di Merangin, Rudianto berharap IKM ke depan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi, sosial, dan kebersamaan masyarakat Minang di tanah rantau.

“Bersatu bukan hanya untuk berkumpul, tetapi bersatu untuk bergerak dan memberi manfaat,” pungkas Rudianto.

( Reporter L Mila SBN )
    Editor Geofrey M