Pesan Wawali Harris Bobihoe Di Momentum Perjuangan Sasak Kapuk

Pesan Wawali Harris Bobihoe Di Momentum Perjuangan Sasak Kapuk

Agustus 17, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 17 Agustus 2026 ,--
KOTA -- BEKASI ,--

KOTA-BEKASI - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Kota Bekasi bersama pejabat TNI, Polri, dan DPRD Kota Bekasi kembali melaksanakan tabur bunga di Sasak Kapuk, Bekasi Utara, Minggu (16/8/2026). 

Kegiatan digelar untuk mengenang perjuangan para pejuang Bekasi dalam mempertahankan kemerdekaan.Terlihat Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe kompak hadir bersama Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, keduanya juga didampingi para istri yakni Wiwiek Hargono Tri Adhianto dan Wuri Handayani Harris Bobihoe yang mengenakan kebaya nasional.
‎


‎Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi refleksi berharga bagi masyarakat.
“Kita hadir di sini di momentum HUT RI ke-81 untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan. Bekasi punya sejarah panjang perjuangan, para pejuang yang dipimpin oleh tokoh ulama sekaligus pahlawan nasional KH Noer Ali," ujarnya.
‎


‎Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi akan membangun monumen di lokasi Sasak Kapuk sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat sejarah.
‎”Pemerintah Kota Bekasi akan membangun monumen di Sasak Kapuk sebagai simbol penghormatan dan bukti nyata bahwa perjuangan para pahlawan Bekasi tidak akan pernah dilupakan," tegasnya.

Melengkapi sambutannya, dirinya mengingatkan untuk berkolaborasi menjaga generasi penerus bangsa.“Bersama kita kolaborasi. pemerintah, ulama dan tokoh masyarakat kita jaga generasi penerus kita dari ancaman narkoba, pornografi dan pengaruh LGBT,” tegas Wawali Harris Bobihoe
‎


‎Dengan adanya momentum peringatan tragedi sasak kapuk tersebut, diharapkan generasi muda semakin menghargai jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di momentum HUT RI ke-81 ini.Tragedi Sasak Kapuk terjadi pada 29 November 1945, 

ketika Laskar Rakyat pimpinan KH Noer Ali bersama TKR pimpinan M. Hasibuan berjuang menghalau sekutu yang mencoba masuk ke Bekasi. 

Karena sulit menembus pertahanan rakyat, sekutu akhirnya menurunkan peralatan canggih dalam jumlah besar pada 13 Desember 1945, hingga berhasil menguasai Bekasi dan membuat wilayah ini menjadi lautan api.


‎
‎Tahun 2026 menjadi momen istimewa karena setelah 81 tahun berlalu, kunci Sasak Kapuk akhirnya dibuka kembali sebagai bagian dari napak tilas perjuangan rakyat Bekasi. 

( GEOFFREY . M )
‎


Upacara HUT RI Ke-81, Wali Kota Bekasi Tekankan Pentingnya Menjaga Lingkungan dan Kerukunan.

Upacara HUT RI Ke-81, Wali Kota Bekasi Tekankan Pentingnya Menjaga Lingkungan dan Kerukunan.

Agustus 17, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 17 Agustus 2026 ,--
KOTA  --  BEKASI ,--

 KOTA - BEKASI – Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tingkat Kota Bekasi Tahun 2026 berlangsung khidmat di Alun-alun M. Hasibuan, Jalan Pramuka, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (17/8/2026).

Dalam amanatnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai momentum kemerdekaan dengan memperkuat semangat kebersamaan, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Tri, Kota Bekasi merupakan rumah bersama yang dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam. 

Karena itu, kerukunan dan toleransi menjadi modal penting dalam menjaga suasana kota agar tetap aman, nyaman, dan kondusif.“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi bagaimana kita meneruskan perjuangan itu dengan menjaga persatuan, kerukunan dan kebersamaan di Kota Bekasi. 

Kita harus saling menghargai dan menjaga lingkungan tempat kita tinggal,” ujar Tri.

Ia menegaskan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah. 

Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong berbagai upaya penanganan sampah, termasuk mengawal Proyek Strategis Nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Bantargebang.“Kita juga menghadapi persoalan besar dalam pengelolaan sampah. Kota Bekasi terus mengawal Proyek Strategis Nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Bantargebang. 

Namun, teknologi tidak akan cukup kalau dari rumah kita masih membuang sampah sembarangan atau membakar sampah sembarangan,” jelasnya.

Tri menekankan bahwa penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga. Masyarakat diharapkan memiliki kedisiplinan untuk memilah sampah sejak dari rumah dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.“Sampah ini persoalan kedisiplinan kita sendiri. 

Mari kita mulai dari rumah, dari lingkungan kita. Pilah sampah, manfaatkan bank sampah, dan jangan membuang sampah sembarangan. Sampah yang kita pilah dapat dimanfaatkan kembali, baik menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi maupun untuk kebutuhan lainnya,” tuturnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan kegiatan bank sampah di lingkungan masing-masing. 

Sampah organik maupun anorganik yang telah dipilah dapat dikelola dan dimanfaatkan, termasuk untuk kebutuhan pangan ternak serta didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai manfaat.Selain persoalan lingkungan, Tri kembali mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan sebagai bagian dari semangat kemerdekaan. 

Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi akan berjalan lebih baik apabila seluruh masyarakat mampu menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan yang saling menghargai.“Mari kita jaga Kota Bekasi ini bersama-sama. Jaga kebersihannya, jaga lingkungannya, dan yang tidak kalah penting, jaga kerukunan kita.

 Karena kota yang maju bukan hanya dibangun dengan infrastruktur, tetapi juga dengan masyarakat yang peduli, rukun dan saling menghargai.”Dalam kesempatan tersebut, rangkaian Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi yang telah memasuki masa purna bakti.Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para pegawai selama menjalankan tugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan membangun Kota Bekasi..

Melalui momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81, Pemerintah Kota Bekasi mengajak seluruh masyarakat untuk terus menguatkan semangat gotong royong, menjaga kerukunan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman dan berkelanjutan.

( GEOFFREY .M )


Jelang HUT RI ke-81, Wali Kota Bekasi Ikuti Renungan Suci di TMP Patriot Bangsa

Jelang HUT RI ke-81, Wali Kota Bekasi Ikuti Renungan Suci di TMP Patriot Bangsa

Agustus 17, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 17 Agustus 2026,--
KOTA - BEKASI ,--

KOTA - BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. 

Kegiatan berlangsung secara khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Patriot Bangsa Kota Bekasi, Minggu (16/8/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI. Dalam suasana malam yang hening, seluruh peserta mengikuti apel dan renungan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bekasi, aparatur eselon II, eselon III.a, serta sejumlah tamu undangan lainnya. 

Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh penghormatan dan suasana yang khidmat.Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa renungan suci menjadi momentum untuk kembali mengingat besarnya pengorbanan para pahlawan. 

Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan generasi terdahulu.“Malam ini kita kembali mengingat jasa dan pengorbanan para pahlawan. Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini merupakan hasil perjuangan yang harus kita jaga dan kita isi dengan kerja nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Tri.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menyampaikan bahwa penghormatan kepada para pahlawan tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni, tetapi juga harus diwujudkan melalui semangat untuk melanjutkan cita-cita perjuangan.“Renungan ini mengingatkan kita bahwa ada pengorbanan besar di balik kemerdekaan. 

Tugas kita sekarang adalah meneruskan perjuangan tersebut dengan menjaga persatuan, memberikan pengabdian terbaik, dan membangun Kota Bekasi bersama-sama,” ungkapnya.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci berlangsung dalam suasana penuh penghormatan. Momentum tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat nasionalisme sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menghargai jasa para pahlawan.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bekasi bersama seluruh masyarakat untuk melanjutkan pembangunan dengan semangat persatuan, gotong royong, dan pengabdian demi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

( GEOFFREY . M )
KDS Tekankan Kepala Sekolah Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Bentuk Karakter Siswa

KDS Tekankan Kepala Sekolah Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Bentuk Karakter Siswa

Agustus 17, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

SAenin 17 Agustus 2026 ,--
KABUPATEN BANDUNG ,--

Kabupaten Bandung– Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai garda terdepan dalam meningkatkan mutu pendidikan serta membentuk generasi yang cerdas, berprestasi, berakhlakul karimah, dan siap menjadi pemimpin bangsa.

Hal tersebut disampaikan Dadang saat menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Kunjungan Kerja dalam rangka Penguatan Kinerja Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri se-Sub Rayon 8 Kabupaten Bandung di SMP Negeri 1 Ciparay, Rabu (12/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dadang yang lebih akrab disapa KDS ini menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada para kepala sekolah yang dinilainya memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing.“Abdi mah sangat hormat ka para Kepala Sekolah. Abdi sangat apresiasi, karena Kepala Sekolah itu sebagai garda terdepan dalam pendidikan. 

Maka harus berpikir bagaimana mutu pendidikan di sekolah masing-masing,” ujar KDS.

Ia menegaskan, kepala sekolah harus memusatkan perhatian pada peningkatan kualitas pendidikan dan tidak menjadikan jabatan sebagai sarana untuk mencari keuntungan pribadi.“Jangan berpikir bagaimana untuk memikirkan setoran. 

Tapi berpikir bagaimana bisa memberikan pendidikan kepada anak-anak kita sehingga menghasilkan anak-anak yang cerdas, berprestasi dan berakhlakul karimah,” tegasnya.

Menurut KDS, tugas kepala sekolah bukan hanya berkaitan dengan aspek manajerial, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai jangka panjang. 

Ia mengingatkan bahwa ilmu yang bermanfaat dan anak-anak yang saleh merupakan bagian dari amal yang pahalanya dapat terus mengalir.“Bapak/Ibu Kepala Sekolah adalah pengganti orang tua setelah di rumahnya masing-masing. 

Maka mari kita niatkan pekerjaan ini lillahi ta'ala, untuk memberikan bekal akhirat sekaligus mencerdaskan anak bangsa,” tuturnya.

KDS juga memaparkan lima hal yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi Indonesia Emas 2045, yang menurutnya harus diterapkan pula dalam pengelolaan pendidikan di Kabupaten Bandung.

Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan memahami digitalisasi. Ia mengatakan, kepala sekolah dan guru harus terus meningkatkan kapasitas diri serta memahami perkembangan teknologi. 

Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) saat ini telah mengubah pola belajar dan komunikasi, sehingga dunia pendidikan tidak boleh tertinggal.“Kepala sekolah dan para guru jangan sampai kalah oleh murid dalam memahami digitalisasi. 

Sekarang ada robot, ada AI, ada ChatGPT. Ini harus kita pahami dan manfaatkan secara positif,” katanya.Kedua, penguatan data atau big data. KDS meminta satuan pendidikan memastikan data pendidikan, termasuk Dapodik, benar-benar akurat dan diperbarui. Data tersebut juga diharapkan dapat digunakan untuk memetakan potensi dan kemampuan peserta didik.

Ia mendorong sekolah untuk melahirkan inovasi yang selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, serta visi pembangunan nasional.“Kalau bisa, setiap sekolah mempersiapkan data anak didik yang mempunyai kapasitas dan kemampuan lebih unggul. Kepala sekolah harus mempunyai inovasi yang berbeda, tetapi tetap sejalan dengan visi dan misi pemerintah,” ujarnya.

Ketiga, research and development atau kajian dan pengembangan. KDS meminta sekolah tidak berhenti pada rutinitas, tetapi melakukan kajian terhadap berbagai kebutuhan dan kondisi lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar berlangsung nyaman dan efektif.

Ia juga mendorong penerapan sejumlah penguatan muatan pendidikan, di antaranya pemahaman Pancasila dan UUD 1945, pendidikan bahasa dan budaya Sunda, serta kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik.

Menurutnya, pendidikan karakter, moral, kedisiplinan, budaya, dan agama merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan.Keempat, membangun institusi yang kuat dan kompak. KDS menekankan pentingnya kekompakan antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.“Tidak akan disebut Kepala Sekolah kalau tidak ada guru. Tidak akan disebut Kepala Sekolah kalau tidak ada murid. Artinya, institusi yang kuat itu adalah kekompakan dalam hal positif untuk memperbaiki sistem,” 

katanya.Kelima, pengelolaan keuangan yang baik dan bertanggung jawab. KDS meminta kepala sekolah memahami pengelolaan anggaran secara menyeluruh dan tidak sekadar menyerahkan persoalan administrasi kepada bendahara atau operator.

Ia mengingatkan agar setiap dokumen dan pertanggungjawaban keuangan dipahami terlebih dahulu sebelum ditandatangani.“Jangan langsung menandatangani kalau belum memahami. Urusan uang itu sangat sensitif. 

Kepala sekolah harus memahami dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan sekolah,” tegasnya.

Selain penguatan kapasitas kepala sekolah, KDS juga menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan dasar, termasuk mendukung pelaksanaan wajib belajar 13 tahun.

Ia mendorong penguatan pendidikan anak usia dini hingga jenjang pendidikan menengah agar kualitas sumber daya manusia Kabupaten Bandung terus meningkat.“Makanya penting pendidikan dasar. Penting 13 tahun wajib belajar. Kita sukseskan bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat saat ini memiliki program revitalisasi sekolah. Ia berharap kepala sekolah dapat menjalankan amanah tersebut dengan fokus pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana serta mutu pembelajaran.“Jangan dibebankan kepada Kepala Sekolah. Kepala Sekolah fokus saja pada peningkatan mutu anak sekolah,” katanya.

Lebih lanjut, KDS meminta kepala sekolah dan guru memberikan keteladanan melalui kedisiplinan sehari-hari.

Ia mendorong agar kepala sekolah dan guru datang lebih awal dibandingkan peserta didik serta menyambut siswa di pintu gerbang. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat membangun kedisiplinan sekaligus kedekatan emosional antara guru dan siswa.“Kalau kepala sekolah dan guru datang lebih awal, menyambut anak-anak, kemudian bersalaman, itu akan membangun kedisiplinan dan hubungan emosional dengan peserta didik,” katanya.

Ia meyakini, lingkungan pendidikan yang dibangun dengan keteladanan, kedisiplinan, kepedulian, dan komunikasi yang baik dapat mencegah berbagai persoalan di lingkungan sekolah, termasuk perundungan dan kekerasan terhadap peserta didik.

Ia juga mengingatkan kepala sekolah untuk memiliki kepekaan sosial terhadap kondisi guru, siswa, maupun masyarakat di sekitar sekolah.“Jangan sombong. Kepala sekolah harus sehat secara sosial. 

Kalau ada anak didik yang tidak punya sepatu atau ada kebutuhan lainnya, data itu harus diketahui dan dicarikan solusinya,” ujarnya.KDS berharap seluruh kepala sekolah di Kabupaten Bandung dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas dan menjadikan peningkatan mutu pendidikan sebagai prioritas utama.“Dibuktikan dengan kinerja. 

Mari kita niatkan bersama untuk mencerdaskan anak bangsa, membentuk generasi yang berkarakter, dan mempersiapkan pemimpin-pemimpin bangsa untuk Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Humas/.
( LaAELA )
Remisi Umum HUT  ke-81 RI di Lapas Kelas IIB Sarolangun, 369 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

Remisi Umum HUT ke-81 RI di Lapas Kelas IIB Sarolangun, 369 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

Agustus 17, 2026
Remisi Umum HUT  ke-81 RI di Lapas Kelas IIB Sarolangun, 369 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Senin 17 Agustus 2026 ,--
Sarolangun Jambi ,--


Sarolangun,
Suasana penuh kebahagiaan dan semangat kemerdekaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun, Senin (17/8). 

Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah pemberian Remisi Umum kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dari total 625 warga binaan yang berada di Lapas Kelas IIB Sarolangun, sebanyak 369 orang memperoleh Remisi Umum pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rinciannya, 361 orang menerima Remisi Umum I dan 8 orang menerima Remisi Umum II.



Sementara itu, terdapat 11 warga binaan yang tidak lagi berada dalam daftar penerima remisi di Lapas Sarolangun karena beberapa kondisi, yaitu 1 orang dimutasi ke Lapas lain, 4 orang dimutasi ke B III karena menjalankan pidana subsider, serta 6 orang telah bebas melalui program Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB) sebelum 17 Agustus 2026.

Adapun warga binaan lainnya yang belum memperoleh remisi belum memenuhi persyaratan, antara lain karena masih menjalani status tahanan, mendapatkan hukuman disiplin atau Register F, maupun belum memasuki waktu yang dipersyaratkan untuk memperoleh remisi.

Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, A.Md.IP., S.Sos., menyampaikan bahwa Pemberian remisi merupakan salah satu bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik dan memenuhi persyaratan selama menjalani masa pidana.

“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi merupakan bentuk penghargaan atas perubahan perilaku dan kepatuhan warga binaan selama menjalani pembinaan. Kami berharap remisi ini menjadi motivasi untuk terus berbuat baik, mengikuti seluruh program pembinaan, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif,” ujar Ibnu Faizal.

Ia juga menegaskan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pidana, tetapi juga memberikan bekal kepribadian dan kemandirian bagi warga binaan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.

Kegiatan semakin meriah dengan berbagai penampilan dan hasil karya warga binaan, di antaranya tari, hadroh, kerajinan tangan, serta hasil program ketahanan pangan melalui budidaya hidroponik. Berbagai karya tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan di Lapas terus diarahkan untuk menggali potensi, kreativitas, keterampilan, dan kemandirian warga binaan.

Dalam momentum yang penuh kebahagiaan tersebut, Bupati Sarolangun juga merayakan hari ulang tahunnya yang ke-51. Sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan persahabatan, 

Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun memberikan cenderamata berupa lukisan kepada Bupati Sarolangun. Lukisan tersebut merupakan hasil karya kasi Binapigiatja Bayu Kumara dari Sanggar Lukis Lapas Sarolangun, sekaligus menjadi simbol bahwa karya seni mampu menjadi bagian dari kontribusi positif bagi masyarakat.

Bupati Sarolangun menyampaikan apresiasi terhadap jajaran Lapas Kelas IIB Sarolangun atas pelaksanaan pembinaan yang terus mengedepankan aspek kemanusiaan, keterampilan, kreativitas, serta kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun, kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran Lapas Kelas IIB Sarolangun yang telah melaksanakan pembinaan dengan baik. Remisi ini hendaknya menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri. Apa yang ditampilkan hari ini, mulai dari seni, hadroh, kerajinan hingga ketahanan pangan hidroponik, menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi yang dapat dikembangkan,” ujar Bupati Sarolangun.

Bupati juga berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Lapas Kelas IIB Sarolangun terus diperkuat sehingga berbagai program pembinaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga binaan maupun masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peresmian Gedung Baru Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Sarolangun.

Peresmian ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan.

Dengan hadirnya gedung baru Klinik Pratama tersebut, Lapas Kelas IIB Sarolangun berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang semakin optimal, cepat, dan berkualitas sebagai bagian dari pelayanan prima kepada seluruh warga binaan.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Kelas IIB Sarolangun pun menjadi refleksi bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan perayaan, tetapi juga melalui semangat perubahan, pembinaan, pemberdayaan, dan kesempatan bagi setiap warga binaan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat dengan membawa harapan serta kehidupan yang lebih baik.

( Kabiro Jambi YN SBN )
HUT Kemerdekaan RI ke-81, 1.034 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi

HUT Kemerdekaan RI ke-81, 1.034 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi

Agustus 17, 2026
SIMAK BERITA NEWS. COM ,--

Senin17 Agustus 2026 ,--
KOTA -- BEKASI,--

KOTA - BEKASI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, 

Pemerintah Kota Bekasi bersama Lapas Kelas IIA Bekasi melaksanakan penyerahan Remisi Umum bagi narapidana serta Pengurangan Masa Pidana Umum bagi Anak Binaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi Dedy Cahyadi, serta Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi.

Pada momentum HUT Kemerdekaan RI tahun ini, sebanyak 1.034 warga binaan mendapatkan hak remisi. Rinciannya, 1.006 orang menerima Remisi Umum I atau remisi yang belum langsung membuat warga binaan bebas, sementara 28 orang menerima Remisi Umum II.

Dari 28 penerima Remisi Umum II tersebut, sebanyak 16 orang dinyatakan bebas, sedangkan 12 orang lainnya merupakan tahanan pengganti denda.

Penyerahan remisi menjadi bagian dari bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik serta mengikuti pembinaan selama menjalani masa pidana.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto juga berdialog langsung dengan sejumlah warga binaan. Salah satunya Abdul Pahit, warga binaan asal Madura yang menyampaikan bahwa dirinya akan bebas dalam waktu sekitar tiga bulan.Abdul Pahit mengaku mendapatkan banyak pembelajaran selama berada di dalam Lapas. 

Salah satu perubahan yang dirasakannya adalah dalam hal kehidupan keagamaan.“Di sini banyak pembelajaran. 

Dulu saya tidak pernah salat, sekarang setiap hari saya salat,” ungkap Abdul Pahit saat berdialog dengan Wali Kota Bekasi.Tri Adhianto memberikan apresiasi atas perubahan positif tersebut. 

Menurutnya, proses pembinaan di Lapas tidak hanya berkaitan dengan menjalani masa hukuman, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Hal serupa disampaikan Setiawan, warga Pondok Ungu, Kecamatan Medan Satria. Ia menyampaikan bahwa dirinya tengah mengajukan cuti bersyarat dan berharap dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga.

Setiawan mengatakan, salah satu pelajaran yang ia dapatkan selama menjalani pembinaan adalah semakin mendekatkan diri kepada kegiatan keagamaan, termasuk lebih sering datang ke masjid.

Tri Adhianto menegaskan bahwa momentum pemberian remisi harus menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri.

“Remisi ini bukan hanya pengurangan masa pidana, tetapi juga menjadi momentum untuk terus berubah menjadi lebih baik. Ketika nanti kembali ke masyarakat, jadilah pribadi yang lebih baik dan bisa memberikan manfaat bagi keluarga serta lingkungan,” pesan Tri Adhianto.

Ia berharap warga binaan yang mendapatkan remisi maupun yang akan segera bebas dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memulai kehidupan baru dengan penuh tanggung jawab.

( GEOFFREY .M )


Lapas IIB Bangko Perigati Upacara HUT RI ke -81 Tahun 2026 , Penuh Khidmat dan Makna

Lapas IIB Bangko Perigati Upacara HUT RI ke -81 Tahun 2026 , Penuh Khidmat dan Makna

Agustus 17, 2026
Lapas IIB Bangko Perigati Upacara HUT RI ke -81 Tahun 2026 , Penuh Khidmat dan Makna

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Senin 17 Agustus 2026 ,--
Merangin Jambi --


Bangko
Dalam suasana penuh khidmat dan semangat kemerdekaan, seluruh jajaran petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bangko mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara Peringati HUT RI ke -81 di pusatkan Halaman Kantor Lapas Bangko, Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Kepala Lapas Heri, Yang di ikuti Barisan Mulai Dari Pejabat utama Beserta Seluruh Staf Lapas IIB Bangko Senin 17/08/2026

Ada Apun Upacara Peringati HUT RI ke 81 dengan Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, upacara ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian sebagai aparatur negara.


Kemerdekaan tidak hadir sebagai pemberian, melainkan diperjuangkan melalui keberanian, pengorbanan, persatuan, dan keyakinan untuk menentukan masa depan bangsa. Karena itu, penghormatan terbaik kepada para pahlawan tidak cukup diwujudkan melalui upacara dan kata-kata, tetapi melalui kerja nyata, menjaga persatuan, menegakkan keadilan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Dalam upacara tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Bangko membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya ditegaskan bahwa Pemasyarakatan tidak berhenti pada pelaksanaan pidana, tetapi juga memiliki tugas membina dan mempersiapkan Warga Binaan agar mampu menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta kembali menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan produktif.


" bagi seluruh jajaran Lapas Bangko untuk terus bekerja dengan integritas, disiplin, profesionalisme, dan kepedulian. Seragam dan jabatan merupakan amanah sekaligus simbol kepercayaan negara dan masyarakat yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya" Ungkap nya

Pada momentum yang sama, dilaksanakan pula penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada petugas yang telah memenuhi masa pengabdian sesuai ketentuan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kesetiaan, kejujuran, kecakapan, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

Heri Mengajak Bagi jajaran Lapas Bangko, kemerdekaan adalah amanah untuk terus diisi melalui kerja nyata menjaga keamanan dan ketertiban, memberikan pelayanan terbaik, membina Warga Binaan secara manusiawi, serta menghadirkan solusi dan manfaat bagi masyarakat.


" Dengan semangat kemerdekaan, seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Bangko berkomitmen untuk terus berkarya, menjaga kehormatan institusi, dan memberikan pengabdian terbaik bagi Indonesia" Tutur nya

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.

Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

( Kabiro Jambi YN SBN )