Remisi Umum HUT ke-81 RI di Lapas Kelas IIB Sarolangun, 369 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana
SIMAK BERITA NEWS COM ,--
Senin 17 Agustus 2026 ,--
Sarolangun Jambi ,--
Sarolangun,
Suasana penuh kebahagiaan dan semangat kemerdekaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun, Senin (17/8).
Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah pemberian Remisi Umum kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari total 625 warga binaan yang berada di Lapas Kelas IIB Sarolangun, sebanyak 369 orang memperoleh Remisi Umum pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rinciannya, 361 orang menerima Remisi Umum I dan 8 orang menerima Remisi Umum II.
Sementara itu, terdapat 11 warga binaan yang tidak lagi berada dalam daftar penerima remisi di Lapas Sarolangun karena beberapa kondisi, yaitu 1 orang dimutasi ke Lapas lain, 4 orang dimutasi ke B III karena menjalankan pidana subsider, serta 6 orang telah bebas melalui program Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB) sebelum 17 Agustus 2026.
Adapun warga binaan lainnya yang belum memperoleh remisi belum memenuhi persyaratan, antara lain karena masih menjalani status tahanan, mendapatkan hukuman disiplin atau Register F, maupun belum memasuki waktu yang dipersyaratkan untuk memperoleh remisi.
Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, A.Md.IP., S.Sos., menyampaikan bahwa Pemberian remisi merupakan salah satu bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik dan memenuhi persyaratan selama menjalani masa pidana.
“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi merupakan bentuk penghargaan atas perubahan perilaku dan kepatuhan warga binaan selama menjalani pembinaan. Kami berharap remisi ini menjadi motivasi untuk terus berbuat baik, mengikuti seluruh program pembinaan, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif,” ujar Ibnu Faizal.
Ia juga menegaskan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pidana, tetapi juga memberikan bekal kepribadian dan kemandirian bagi warga binaan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.
Kegiatan semakin meriah dengan berbagai penampilan dan hasil karya warga binaan, di antaranya tari, hadroh, kerajinan tangan, serta hasil program ketahanan pangan melalui budidaya hidroponik. Berbagai karya tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan di Lapas terus diarahkan untuk menggali potensi, kreativitas, keterampilan, dan kemandirian warga binaan.
Dalam momentum yang penuh kebahagiaan tersebut, Bupati Sarolangun juga merayakan hari ulang tahunnya yang ke-51. Sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan persahabatan,
Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun memberikan cenderamata berupa lukisan kepada Bupati Sarolangun. Lukisan tersebut merupakan hasil karya kasi Binapigiatja Bayu Kumara dari Sanggar Lukis Lapas Sarolangun, sekaligus menjadi simbol bahwa karya seni mampu menjadi bagian dari kontribusi positif bagi masyarakat.
Bupati Sarolangun menyampaikan apresiasi terhadap jajaran Lapas Kelas IIB Sarolangun atas pelaksanaan pembinaan yang terus mengedepankan aspek kemanusiaan, keterampilan, kreativitas, serta kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun, kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran Lapas Kelas IIB Sarolangun yang telah melaksanakan pembinaan dengan baik. Remisi ini hendaknya menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri. Apa yang ditampilkan hari ini, mulai dari seni, hadroh, kerajinan hingga ketahanan pangan hidroponik, menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi yang dapat dikembangkan,” ujar Bupati Sarolangun.
Bupati juga berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Lapas Kelas IIB Sarolangun terus diperkuat sehingga berbagai program pembinaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga binaan maupun masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peresmian Gedung Baru Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Sarolangun.
Peresmian ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
Dengan hadirnya gedung baru Klinik Pratama tersebut, Lapas Kelas IIB Sarolangun berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang semakin optimal, cepat, dan berkualitas sebagai bagian dari pelayanan prima kepada seluruh warga binaan.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Kelas IIB Sarolangun pun menjadi refleksi bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan perayaan, tetapi juga melalui semangat perubahan, pembinaan, pemberdayaan, dan kesempatan bagi setiap warga binaan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat dengan membawa harapan serta kehidupan yang lebih baik.
( Kabiro Jambi YN SBN )
