Sukses di MCE Malaysia hingga Ajang Mojang Jaka, Walikota Bekasi Apresiasi Anak Bekasi Berprestasi di Panggung Internasional

Sukses di MCE Malaysia hingga Ajang Mojang Jaka, Walikota Bekasi Apresiasi Anak Bekasi Berprestasi di Panggung Internasional

Agustus 31, 2026
SINAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 31 Agustus 2026 ,--
KOTA. --  BEKASI ,--

Apel pagi Pemerintah Kota Bekasi tidak hanya menjadi momentum pengukuhan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tetapi juga menjadi ajang pemberian apresiasi kepada generasi muda Kota Bekasi yang berhasil menorehkan berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu apresiasi diberikan kepada Alnine Choir dari SDIA Al-Azhar 2 Kemang Pratama yang berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Malaysia Choral Esteddfod (MCE) tingkat internasional yang berlangsung pada 19–24 Agustus 2026.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Ia menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para pelajar Kota Bekasi yang mampu menunjukkan kemampuan dan membawa nama baik daerah hingga ke kancah internasional.“

"Ini merupakan prestasi yang membanggakan. Siswa sekolah dasar sudah mampu membawa nama baik sekolah sekaligus mengharumkan nama Kota Bekasi di tingkat internasional. Tentunya ini menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk terus berprestasi,” ujar Tri.

Menurutnya, pencapaian Alnine Choir menjadi bukti bahwa generasi muda Kota Bekasi memiliki potensi besar dan mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara. 

Dukungan terhadap potensi tersebut, kata Tri, perlu terus diberikan agar anak-anak Kota Bekasi memiliki ruang untuk berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya.Tidak hanya dari bidang seni, prestasi generasi muda Kota Bekasi juga ditunjukkan melalui ajang Pemilihan Abang Mpok Kota Bekasi Tahun 2026. 

Sejumlah perwakilan Kota Bekasi berhasil meraih prestasi dan melanjutkan capaian hingga tingkat Provinsi Jawa Barat.Pada tingkat Provinsi Jawa Barat, apresiasi diberikan 

kepada Muhammad Alif Alfarabi yang terpilih sebagai Jaka Wakil 
1 Jawa Barat 2026, serta Olivia Kezya yang terpilih sebagai Mojang Kamemeut Jawa Barat 2025.

Sementara di tingkat Kota Bekasi, penghargaan diberikan kepada Mandala Brawijaya sebagai Pinilih Abang Kota Bekasi 2026 dan Evi Octavia sebagai Pinilih Mpok Kota Bekasi 2026.

Tri Adhianto menilai berbagai capaian tersebut menjadi gambaran bahwa generasi muda Kota Bekasi memiliki potensi yang besar untuk berkembang, berkarya, serta membawa nama baik daerah melalui berbagai bidang.

Ia menegaskan, pembangunan Kota Bekasi tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan infrastruktur dan fisik kota, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah menciptakan lingkungan yang mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, berprestasi, dan memiliki kepercayaan diri untuk tampil di tingkat yang lebih luas.“Pembangunan kota juga harus memberikan ruang bagi anak-anak kita untuk berkembang. 

Mereka harus diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, baik di bidang seni, budaya, pendidikan maupun kepemudaan,” jelasnya.

Ia berharap prestasi di bidang seni, budaya, dan kepemudaan dapat terus berkembang serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun Kota Bekasi sebagai kota yang toleran sekaligus memiliki generasi muda yang unggul dan berdaya saing.“Kerukunan dan prestasi harus berjalan beriringan. Kita ingin Kota Bekasi tidak hanya dikenal sebagai kota yang toleran, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan generasi muda berprestasi dan mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat internasional,” pungkas Tri.

(GEOFFREY . M )


Targetkan Naik Peringkat Kota Toleransi, Tri Adhianto Kukuhkan FKUB 2026-2031

Targetkan Naik Peringkat Kota Toleransi, Tri Adhianto Kukuhkan FKUB 2026-2031

Agustus 31, 2026
SIMAK BERITA NEWS .COM ,--

Senin 31 Agustus 2026 ,--
KOTA  --  BEKASI ,--

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengukuhkan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi masa bakti 2026-2031 dalam apel pagi yang digelar hari ini.

H. Abdul Manan kembali terpilih menjadi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi Periode 2026-2031 yang pada hari ini dilantik beserta kepengurusan.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Adhianto menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan budaya toleransi di Kota Bekasi. 

Hal ini sejalan dengan capaian Kota Bekasi yang berhasil menempati peringkat kelima sebagai kota paling toleran di Indonesia.

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kerukunan antarumat beragama.

Terlebih, berbagai daerah saat ini juga tengah berlomba-lomba meningkatkan indeks maupun praktik toleransi di wilayah masing-masing.“Peringkat kelima ini harus kita tingkatkan lagi. 

Jangan hanya menjadi sebuah angka atau penghargaan, tetapi harus diwujudkan melalui aksi toleransi yang nyata di setiap wilayah,” ujar Tri.

Ia juga mendorong FKUB bersama masyarakat untuk lebih aktif menunjukkan berbagai kegiatan toleransi dan kerukunan yang dilakukan di lingkungan masing-masing. 

Dokumentasi kegiatan tersebut, lanjutnya, dapat disebarluaskan melalui media sosial agar masyarakat mengetahui bahwa semangat menjaga kerukunan terus berjalan di Kota Bekasi.“Kalau ada 

kegiatan-kegiatan toleransi di wilayah, lakukan dan kemudian upload di media sosial. Ini penting supaya masyarakat mengetahui bahwa FKUB dan seluruh elemen masyarakat aktif menjaga kerukunan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bekasi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus FKUB periode sebelumnya atas dedikasi dan kerja keras dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bekasi.

Tri menilai, keberhasilan menyatukan visi dan membangun komunikasi antarumat beragama menjadi salah satu kekuatan Kota Bekasi dalam menjaga kondusivitas wilayah.“Saya menyampaikan terima kasih kepada pengurus FKUB periode sebelumnya. Kerja keras dalam menyatukan visi dan menjaga kerukunan telah membuahkan hasil terbaik bagi Kota Bekasi. 

Perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan dan tidak sampai menimbulkan bentrokan,” ungkapnya.Ia berharap kepengurusan FKUB masa bakti 2026-2031 dapat melanjutkan capaian tersebut dengan menghadirkan program-program yang semakin dekat dengan masyarakat dan mampu memperkuat toleransi hingga tingkat lingkungan.

( GEOFFREY . M )


KDM Titip Pesan ke Wali Kota Bekasi, Apresiasi ASN Pertahankan Kultur Indonesia Lewat PNBK

KDM Titip Pesan ke Wali Kota Bekasi, Apresiasi ASN Pertahankan Kultur Indonesia Lewat PNBK

Agustus 31, 2026
SIMAK BERITA NEWS .COM ,--

Senin 31 Agustus 2026 ,--
KOTA --: BEKASI,--

Apreasiasi Gelaran PNBK Jilid 3, KDM Titip Pesan Ini Ke Warga Kota Bekasi.*Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bekasi dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan para warga Kota Bekasi yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III.Pesan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi kepada Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melalui sambungan telepon. Dalam apel pagi, 

Tri Adhianto menceritakan bahwa KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Bekasi karena tidak dapat hadir secara langsung dalam pelaksanaan PNBK Jilid III yang digelar pada Car Free Day (CFD) Ahmad Yani, Minggu lalu.

Menurut Tri, Dedi Mulyadi mengaku mengikuti kemeriahan PNBK melalui berbagai unggahan di media sosial. 

Ia menilai kegiatan tersebut berhasil menghadirkan semangat kebudayaan Nusantara yang kuat di tengah keberagaman masyarakat Kota Bekasi.

KDM memberikan apresiasi atas upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam mempertahankan kultur Indonesia melalui sebuah perhelatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan menampilkan keberagaman budaya Nusantara.“Sangat keren perayaan PNBK kemarin, sayang saya tidak hadir langsung melihat. Banyak warga yang senang melihat budaya di satu kota,” ujar Dedi Mulyadi, sebagaimana disampaikan kembali oleh Wali Kota Bekasi.

Ia juga menyampaikan pawai PNBK yang dinilai sangat kental dengan nuansa multietnik. Berbagai barisan tampil menggunakan pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia, menggambarkan keberagaman budaya yang hidup dan tumbuh di Kota Bekasi.

Selain pawai budaya, Dedi juga mengapresiasi rangkaian kegiatan lainnya, termasuk kirab bendera serta aksi penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dedi Mulyadi turut menyampaikan ucapan terima kasih atas kolaborasi seluruh pihak, khususnya jajaran Pemerintah Kota Bekasi dan para pegawai yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan PNBK Jilid III.

Bagi Tri Adhianto, apresiasi tersebut menjadi motivasi sekaligus kehormatan bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Bekasi untuk terus menjaga dan merawat kebudayaan Indonesia.“Seluruh kerja sama yang dilakukan saat pelaksanaan PNBK ini menjadi sebuah kehormatan bagi kita dalam mempertahankan budaya Indonesia. 

Termasuk doa bersama yang dilakukan dengan melibatkan semua agama untuk mendoakan kota dan kabupaten yang tertimpa bencana di negeri tercinta ini,” kata Tri.

Tri menegaskan, PNBK Jilid III tidak hanya menghadirkan kegembiraan dan semangat kebudayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian sosial.

Menurutnya, semangat kebersamaan masyarakat Kota Bekasi terlihat melalui penggalangan dana bagi korban bencana di NTT yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan PNBK.“Pada perayaan PNBK kemarin, tidak hanya rasa lelah dan gembira, tetapi kita menyelaraskan rasa empati kita dalam penggalangan dana untuk NTT yang telah terkumpul hampir Rp500 juta pada hari itu juga.

 Penggalangan akan ditutup sampai 18 September 2026 melalui rekening Patriot Berbagi,” ungkap Tri.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta melalui PNBK dapat terus dipertahankan. 

Menurutnya, keberagaman budaya dan kepedulian terhadap sesama merupakan kekuatan Kota Bekasi sebagai daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang.

Melalui PNBK, kata Tri, masyarakat tidak hanya diajak untuk mengenal dan mencintai budaya Nusantara, tetapi juga membangun rasa persatuan, gotong royong, serta kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

( GEOFFREY . M )


Semarak PNBK Jilid III Berbuah Kepedulian, Setengah Miliar Terkumpul untuk NTT

Semarak PNBK Jilid III Berbuah Kepedulian, Setengah Miliar Terkumpul untuk NTT

Agustus 30, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM --

Minggu 30 Agustus 2026 --
KOTA. --  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI – Perayaan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III di Kota Bekasi, Minggu (30/8/2026), membawa pesan kemanusiaan di tengah kemeriahan parade budaya.Penggalangan dana yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan tersebut berhasil menghimpun sekitar Rp500 juta untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).


Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian doa bersama yang melibatkan para pemuka agama dari berbagai keyakinan. Doa bersama ditujukan bagi saudara-saudara di NTT dan Kalimantan yang sedang menghadapi musibah.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengapresiasi kepedulian masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Hari ini kita berkumpul dalam suasana gembira, tetapi kita tidak lupa bahwa ada saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” kata Tri.

Menurutnya, besarnya donasi yang terkumpul menunjukkan bahwa semangat gotong royong masyarakat Kota Bekasi telah tumbuh dan berulang kali diwujudkan dalam aksi nyata.“Ini bukan pertama kalinya warga Bekasi bergotong royong. 

Dulu kita pernah bersama-sama membangun puskesmas di Poso, kemudian gedung pertemuan di Aceh. Semuanya lahir dari donasi dan kepedulian masyarakat,” ujar Tri.

Tri mengatakan tradisi tersebut perlu terus dijaga karena kepedulian akan memiliki arti ketika diwujudkan dalam tindakan.
“Yang dibutuhkan saudara kita yang sedang terkena musibah adalah tindakan. PNBK ini kita jalankan, kita manfaatkan momentumnya untuk membantu saudara kita di NTT,” ujarnya.


Sebelum rangkaian parade dimulai, masyarakat diajak menundukkan kepala untuk mendoakan saudara sebangsa yang sedang mengalami musibah. Doa dipanjatkan bersama oleh pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu dalam semangat persaudaraan..

Salah seorang warga, Dedi (41), mengatakan dirinya tertarik ikut berdonasi setelah mengetahui PNBK juga membuka ruang untuk bantuan kemanusiaan.“Kita datang memang mau lihat acara, tapi kalau sekaligus bisa ikut membantu saudara yang kena musibah, ya kenapa tidak. 

Sedikit dari kita mudah-mudahan berarti buat mereka,” katanya.

( GEOFFREY . M )


2.000 Penari Muda Ramaikan PNBK Jilid III, Budaya Jadi Panggung Kreativitas Generasi Bekasi

2.000 Penari Muda Ramaikan PNBK Jilid III, Budaya Jadi Panggung Kreativitas Generasi Bekasi

Agustus 30, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM  ,--

Minggu 30 Agustus 2026 ,--.
KOTA. --  BEKASI  ,--  

KOTA - BEKASI – Sekitar 2.000 penari dari unsur sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sanggar tari Kota Bekasi tampil dalam Tari Massal Ronggeng Menor pada Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III, Minggu (30/8/2026).


Penampilan kolosal tersebut menjadi salah satu sajian utama dalam rangkaian PNBK yang berlangsung di kawasan CFD Jalan Ahmad Yani.
Ribuan penari tampil bersama membawa suasana berbeda di tengah keramaian warga yang sejak pagi memenuhi kawasan CFD. 
.
Rundown kegiatan mencatat Tari Massal Ronggeng Menor melibatkan sekitar 2.000 penari dan menjadi bagian dari rangkaian parade PNBK.Wali Kota Bekasi 

Tri Adhianto mengatakan keterlibatan anak-anak dan generasi muda menjadi salah satu kekuatan utama PNBK.
“Saya justru senang melihat anak-anak kita tampil. 

Mereka punya ruang untuk menunjukkan kemampuan, bertemu dengan teman-temannya dan mengenal budaya. Ini yang harus terus kita berikan,” ujar Tri.


Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui seremoni. Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk mengalami langsung proses berkesenian.
“Budaya akan terus hidup kalau ada yang mau mempelajari, menampilkan dan menikmatinya. 

Karena itu generasi muda harus mendapatkan panggung,” katanya.
Selain Tari Ronggeng Menor, PNBK juga menghadirkan penyanyi cilik asal Bekasi, Annisa Dalimunthe, yang membawakan lagu “Merah Putih Gemilang”. 

.
Dalam rundown disebutkan Annisa merupakan penyanyi dan model cilik asal Bekasi yang pernah tampil dalam sejumlah ajang internasional.Ruang kreativitas juga terlihat dari keterlibatan berbagai sanggar dan komunitas seni. 

Salah satunya Sanggar Mekar Muda yang menampilkan Tari Bebeg, serta Sanggar Wayang Ajen yang membawa Wayang Jumbo berukuran sekitar empat meter.Seorang peserta Tari Ronggeng Menor, Aulia (13), mengaku senang bisa tampil di hadapan masyarakat.“Awalnya deg-degan karena yang nonton banyak. Tapi pas musik mulai, jadi semangat. 

Senang bisa tampil bareng teman-teman,” katanya.
Tri berharap momentum tersebut membuat anak-anak Kota Bekasi semakin percaya diri untuk berkarya.“Kita ingin anak-anak Bekasi tumbuh sebagai generasi yang mengenal budayanya, tetapi juga berani tampil dan berkarya. Panggungnya harus kita siapkan,” tutur Tri.

( GEOFFREY . M )


Ribuan Warga Padati PNBK, Pelaku UMKM dan Pedagang CFD Ikut Ketiban Rezeki

Ribuan Warga Padati PNBK, Pelaku UMKM dan Pedagang CFD Ikut Ketiban Rezeki

Agustus 30, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Minggu 30 Agustus 2026 --
KOTA  --  BEKASI ,--

PNBK Jilid III Jadi Panggung Budaya Sekaligus Penggerak Ekonomi Warga Bekasi*KOTA BEKASI – Ramainya Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (30/8/2026), turut menggerakkan aktivitas ekonomi warga.Sejak pagi, ribuan masyarakat memadati kawasan CFD untuk menyaksikan parade budaya dan berbagai pertunjukan seni. 

Keramaian tersebut ikut memberi peluang bagi pedagang makanan dan minuman, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa yang terlibat dalam kebutuhan peserta acara.Pergerakan ekonomi juga muncul dari kebutuhan para peserta parade, mulai dari sewa pakaian adat, jasa tata rias, perlengkapan pertunjukan, dokumentasi hingga transportasi. 

Sementara warga yang datang turut berbelanja makanan, minuman dan berbagai kebutuhan selama berada di kawasan acara.Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan sebuah kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar secara langsung menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.“Ketika warga berkumpul, pasti ada aktivitas ekonomi yang ikut bergerak.

Ada yang menyewa kostum, menggunakan jasa rias, membeli makanan, minuman sampai produk UMKM. Artinya, keramaian ini juga membawa rezeki bagi warga,” ujar Tri
.Menurut Tri, kegiatan di ruang publik perlu memberi manfaat yang lebih luas, termasuk membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk ikut tumbuh.“Kita ingin kegiatan seperti ini manfaatnya dirasakan banyak pihak. 

Seniman punya panggung, anak-anak punya ruang berkarya, masyarakat punya hiburan, dan pedagang juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pendapatannya,” katanya.

Salah seorang pedagang makanan di sekitar CFD, Dedi (41), mengaku jumlah pembeli meningkat dibandingkan CFD biasanya.“Dari pagi sudah ramai. 

Banyak yang habis lihat parade kemudian beli minum atau sarapan. Hari ini lumayan ramai,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan sejumlah pelaku usaha yang menyediakan kebutuhan peserta parade. 
.
Kehadiran ratusan peserta dari berbagai kontingen membuat kebutuhan kostum, tata rias dan perlengkapan pertunjukan ikut meningkat.

PNBK Jilid III menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan budaya dapat menciptakan efek berantai bagi masyarakat, mulai dari pelaku seni, pekerja kreatif hingga pedagang dan UMKM yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

( GEOFFREY.  M )


PNBK Jilid III Banjiri CFD Ahmad Yani, Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Parade Budaya Nusantara

PNBK Jilid III Banjiri CFD Ahmad Yani, Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Parade Budaya Nusantara

Agustus 30, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Minggu 30 Agustus 2026 ,--
KOTA -- BEKASI  ,---


KOTA - BEKASI – Suasana Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (30/8/2026) pagi, berubah menjadi panggung budaya Nusantara. Sejak sekitar pukul 07.00 WIB, 

kawasan CFD dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III. 

.
Sebelum dimulainya acara, Pemkot Bekasi menggelar doa bersama dengan melibatkan enam pemuka agama untuk mendoakan masyarakat terdampak pada bencana NTT dan Kalimantan.

PNBK Jilid III mengusung tema Bekasi Jawara (Jaga dan Rawat Budaya Nusantara). Pawai menghadirkan beragam pakaian adat, pertunjukan seni, musik tradisional, hingga atraksi budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap kontingen membawa karakter budaya masing-masing dan tampil di tengah keramaian CFD.

Selain parade, suasana semakin semarak dengan kirab Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter yang melibatkan sekitar 200 peserta, penampilan Drum Band Gita 

Jata Wiratama PTDI-STTD, serta kehadiran kereta kencana yang membawa Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama istri dan Wakil Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe bersama istri.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan Tari Massal Ronggeng Menor yang melibatkan sekitar 2.000 penari dari unsur SD, SMP dan sanggar di Kota Bekasi.

Penampilan kolosal tersebut menjadi salah satu titik yang membuat warga berhenti berolahraga dan berkumpul di sepanjang jalur parade untuk menyaksikan pertunjukan.Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan antusiasme masyarakat menjadi energi utama dalam pelaksanaan PNBK Jilid III.

“Saya melihat pagi ini warga datang dengan antusias. Ada yang datang untuk olahraga, ada yang sengaja ingin melihat parade, ada yang membawa anak-anak. Ini yang kita inginkan, ruang publik kita hidup dan masyarakat bisa menikmati kotanya,” ujar Tri.

Menurut Tri, PNBK dirancang sebagai ruang perjumpaan. Masyarakat bisa melihat langsung bahwa budaya Indonesia sangat beragam dan sebagian besar masih hidup di tengah masyarakat Kota Bekasi.“Ketika ribuan orang berkumpul dan menikmati acara , yang kita bangun sebenarnya bukan hanya pertunjukannya. Kita sedang membangun rasa cinta terhadap keanekaragaman dan pelestarian budaya,” katanya.

Ragam pertunjukan yang hadir juga menunjukkan luasnya representasi budaya dalam PNBK Jilid III. Mulai dari Tari 

Tor Tor dan Loncat Batu Nias, Tari Piring dan Indang Badindang, Ngarak Barong Bekasi, Reog Ponorogo, hingga Cakalele dan berbagai pakaian adat Nusantara.

Salah seorang warga, Rina (34), mengaku sengaja datang bersama keluarganya karena ingin melihat parade dari dekat.“Biasanya CFD buat olahraga dan cari sarapan. 

Hari ini anak-anak malah lebih semangat lihat pakaian adat sama tari-tariannya. Ramai banget,” ujarnya.

Di tengah kemeriahan tersebut, PNBK Jilid III juga menjadi momentum aksi kemanusiaan. Bersama warga pemkot Bekasi berhasil menghimpun dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa kegembiraan dan kepedulian dapat berjalan bersama.“Hari ini kita bergembira bersama, menikmati budaya Nusantara, tetapi kita juga ingat saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Alhamdulillah, kekuatan gotong royong bersama masyarakat Bekasi bisa membantu meringankan beban mereka,” tutupnya.

( GEOFFREY .M )