DLH Kota Bekasi Telusuri Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Penindakan Menunggu Hasil Uji Laboratorium

DLH Kota Bekasi Telusuri Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Penindakan Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Oktober 19, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 19 Oktober 2026 ,--
KOTA. -  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melakukan penelusuran terkait temuan kematian ikan sapu-sapu di Kali Bekasi, kawasan Kampung Poncol, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat lalu (16/10).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang berada di DAS Kali Bekasi.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran lapangan pada (15/09/2026). 

Dari hasil penelusuran tersebut, DLH telah memperoleh bukti pemeriksaan pihak yang diduga berkaitan dengan pembuangan limbah di lokasi tersebut.

Saat ini, DLH Kota Bekasi masih menunggu hasil pengujian sampel air dari UPTD Laboratorium DLH sebagai bagian dari proses pendalaman dan penentuan langkah tindak lanjut. 

Hasil pengujian tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses pengawasan dan penegakan ketentuan lingkungan hidup.

DLH Kota Bekasi menegaskan bahwa penanganan dugaan pencemaran dilakukan melalui tahapan pemeriksaan dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila ditemukan pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan, langkah tindak lanjut akan disesuaikan sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan.

Melalui upaya ini, DLH Kota Bekasi terus mendorong pengawasan kualitas lingkungan perairan serta mengingatkan seluruh pelaku usaha dan masyarakat agar menjalanknjnnan kegiatan dengan memperhatikan pengelolaan limbah dan kelestarian lingkungan.

( Ade Sanjaya / Malau .S.B.N )
Lewat Waste Station, Tri Adhianto Dorong Sampah Anorganik Jadi Sumber Nilai Ekonomi

Lewat Waste Station, Tri Adhianto Dorong Sampah Anorganik Jadi Sumber Nilai Ekonomi

Oktober 19, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 19 Oktober 2026 ,--
KOTA. - BEKASI  ,--

KOTA - BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menandatangani kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Hassana Hijau Indonesia terkait pengolahan sampah anorganik melalui program waste station di Kota Bekasi. 

Penandatanganan tersebut dilaksanakan saat apel Senin pagi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (19/10/2026).

Kerja sama ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. 

Melalui konsep waste station, warga nantinya dapat mengumpulkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna untuk kemudian ditukarkan menjadi poin digital yang dapat dikonversi menjadi saldo.Wali Kota Bekasi 

Tri Adhianto menjelaskan, program ini memiliki konsep serupa dengan bank sampah, tetapi dilengkapi sistem digitalisasi agar proses pengumpulan dan pencatatan sampah lebih praktis. 

Sebagai tahap awal, Alun-Alun Kota Bekasi direncanakan menjadi lokasi percontohan pelaksanaan program tersebut.“Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengelola sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. 

Sampah yang dikumpulkan nantinya bisa tercatat secara digital, menjadi poin, dan dikonversi menjadi saldo,” ujar Tri.

Selain sampah anorganik, program ini juga mencakup pengelolaan minyak jelantah. 

Sementara itu, untuk barang elektronik bekas, masyarakat dapat memanfaatkan layanan penjemputan oleh petugas sehingga barang tersebut dapat dikelola melalui mekanisme yang disediakan.

Tri berharap, kehadiran waste station dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab. 

Menurutnya, pengelolaan sampah perlu dilakukan bersama-sama, mulai dari lingkungan rumah tangga hingga ruang publik.“Kami berharap program ini bisa menumbuhkan kebiasaan baru di tengah masyarakat, bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga bisa dikelola dan memiliki nilai guna. 

Dengan begitu, kepedulian terhadap lingkungan dan kebersihan Kota Bekasi semakin meningkat,” tambahnya.

Program waste station ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas partisipasi warga dalam pengelolaan sampah berbasis digital sekaligus mendukung upaya mewujudkan Kota Bekasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

( GEOFFREY .M )
Editor : Geoffrey.M


Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos

Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos

Oktober 18, 2026
Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 19 Oktober 2026

Merangin Jambi 

.      Pinca Bulog dan Kepala Pemasaran 

Bangko
 Kepala Perum Bulog Cabang Merangin, Junaidi Damanik, akhirnya memberikan penjelasan terkait polemik video gudang beras yang sebelumnya viral di media sosial, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers di Kabupaten Merangin atas pernyataannya yang sempat menuai kekecewaan.

Dalam keterangannya di hadapan puluhan awak media di kantor Bulog Merangin, Senin (19/10/2026), Junaidi menegaskan bahwa video yang memperlihatkan pekerja diduga menginjak beras dan merokok di area gudang tersebut bukan berasal dari gudang Bulog Merangin.

Ia mengaku hingga saat ini belum mengetahui secara pasti lokasi maupun asal-usul video yang beredar tersebut.

“Video yang beredar itu bukan di Bulog Merangin. Sampai saat ini saya juga belum mengetahui secara pasti terkait video tersebut,” jelas Junaidi di hadapan awak media.

Selain memberikan klarifikasi terkait video, Junaidi juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya sebelumnya yang menyinggung kedekatannya dengan sejumlah media nasional. Pernyataan tersebut sempat memunculkan kesan bahwa dirinya mengabaikan keberadaan media lokal yang menjalankan tugas jurnalistik di Kabupaten Merangin.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada maksud saya untuk merendahkan ataupun menjatuhkan profesi kawan-kawan wartawan yang ada di Kabupaten Merangin. Sebelum bertugas di sini, saya memang sudah banyak mengenal rekan-rekan media di luar daerah, termasuk media nasional,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa ke depan dirinya ingin membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih baik dengan seluruh insan pers di Kabupaten Merangin.

Junaidi juga mempersilakan wartawan untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai aktivitas Bulog, termasuk penyaluran bantuan pangan ke sejumlah desa.

Menurutnya, kritik dan pemberitaan media merupakan bagian penting dalam pengawasan terhadap pelayanan publik, sepanjang informasi yang disampaikan mengedepankan fakta dan konfirmasi dari pihak terkait.

Dalam kesempatan yang sama, Junaidi turut menanggapi informasi mengenai keluhan sejumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Merangin yang menduga beras dalam kemasan berlabel 10 kilogram memiliki berat aktual hanya sekitar 9 kilogram.

Ia menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Kami masih menelusuri persoalan itu. Ke depan, kami juga akan memberikan dokumentasi proses pengemasan dan penimbangan agar bisa diketahui bahwa berat beras yang disalurkan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Junaidi menjelaskan, apabila ditemukan kekurangan berat beras yang diterima masyarakat di lapangan, penerima bantuan diharapkan segera melaporkannya kepada kepala desa setempat. Selanjutnya, pemerintah desa dapat meneruskan laporan tersebut kepada Bulog untuk ditindaklanjuti.

“Kalau memang di lapangan ditemukan kekurangan timbangan, kami berharap masyarakat melapor melalui kepala desa. Nanti kepala desa menyampaikan kepada kami dan akan kami tindak lanjuti untuk dilakukan penggantian apabila terbukti ada kekurangan,” tegasnya.

Junaidi juga meminta awak media turut mengawasi pelaksanaan program bantuan pangan, mulai dari proses pengemasan, distribusi, hingga beras diterima oleh masyarakat.

Ia menilai pengawasan bersama diperlukan agar penyaluran bantuan berjalan sesuai ketentuan dan persoalan yang muncul dapat segera ditangani.

Meski demikian, dugaan kekurangan berat beras dalam kemasan 10 kilogram tersebut masih memerlukan verifikasi melalui penimbangan dan pemeriksaan langsung terhadap sampel beras yang diterima masyarakat.

Begitu pula dengan video gudang yang sebelumnya viral, asal-usul rekaman dan lokasi kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan adanya penjelasan tersebut, masyarakat berharap Bulog tidak hanya memberikan klarifikasi, tetapi juga menindaklanjuti setiap persoalan secara transparan, baik terkait pengawasan kebersihan gudang maupun ketepatan berat bantuan pangan yang disalurkan kepada warga.

Keterbukaan informasi, ketepatan timbangan, dan pengawasan distribusi menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Bulog di Kabupaten Merangin.

Reporter Mila / YN kabiro
Editor Geofrey M 
Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos

Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos

Oktober 18, 2026
Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 19 Oktober 2026

Merangin Jambi 

.      Pinca Bulog dan Kepala Pemasaran 

Bangko
 Kepala Perum Bulog Cabang Merangin, Junaidi Damanik, akhirnya memberikan penjelasan terkait polemik video gudang beras yang sebelumnya viral di media sosial, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers di Kabupaten Merangin atas pernyataannya yang sempat menuai kekecewaan.

Dalam keterangannya di hadapan puluhan awak media di kantor Bulog Merangin, Senin (19/10/2026), Junaidi menegaskan bahwa video yang memperlihatkan pekerja diduga menginjak beras dan merokok di area gudang tersebut bukan berasal dari gudang Bulog Merangin.

Ia mengaku hingga saat ini belum mengetahui secara pasti lokasi maupun asal-usul video yang beredar tersebut.

“Video yang beredar itu bukan di Bulog Merangin. Sampai saat ini saya juga belum mengetahui secara pasti terkait video tersebut,” jelas Junaidi di hadapan awak media.

Selain memberikan klarifikasi terkait video, Junaidi juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya sebelumnya yang menyinggung kedekatannya dengan sejumlah media nasional. Pernyataan tersebut sempat memunculkan kesan bahwa dirinya mengabaikan keberadaan media lokal yang menjalankan tugas jurnalistik di Kabupaten Merangin.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada maksud saya untuk merendahkan ataupun menjatuhkan profesi kawan-kawan wartawan yang ada di Kabupaten Merangin. Sebelum bertugas di sini, saya memang sudah banyak mengenal rekan-rekan media di luar daerah, termasuk media nasional,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa ke depan dirinya ingin membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih baik dengan seluruh insan pers di Kabupaten Merangin.

Junaidi juga mempersilakan wartawan untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai aktivitas Bulog, termasuk penyaluran bantuan pangan ke sejumlah desa.

Menurutnya, kritik dan pemberitaan media merupakan bagian penting dalam pengawasan terhadap pelayanan publik, sepanjang informasi yang disampaikan mengedepankan fakta dan konfirmasi dari pihak terkait.

Dalam kesempatan yang sama, Junaidi turut menanggapi informasi mengenai keluhan sejumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Merangin yang menduga beras dalam kemasan berlabel 10 kilogram memiliki berat aktual hanya sekitar 9 kilogram.

Ia menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Kami masih menelusuri persoalan itu. Ke depan, kami juga akan memberikan dokumentasi proses pengemasan dan penimbangan agar bisa diketahui bahwa berat beras yang disalurkan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Junaidi menjelaskan, apabila ditemukan kekurangan berat beras yang diterima masyarakat di lapangan, penerima bantuan diharapkan segera melaporkannya kepada kepala desa setempat. Selanjutnya, pemerintah desa dapat meneruskan laporan tersebut kepada Bulog untuk ditindaklanjuti.

“Kalau memang di lapangan ditemukan kekurangan timbangan, kami berharap masyarakat melapor melalui kepala desa. Nanti kepala desa menyampaikan kepada kami dan akan kami tindak lanjuti untuk dilakukan penggantian apabila terbukti ada kekurangan,” tegasnya.

Junaidi juga meminta awak media turut mengawasi pelaksanaan program bantuan pangan, mulai dari proses pengemasan, distribusi, hingga beras diterima oleh masyarakat.

Ia menilai pengawasan bersama diperlukan agar penyaluran bantuan berjalan sesuai ketentuan dan persoalan yang muncul dapat segera ditangani.

Meski demikian, dugaan kekurangan berat beras dalam kemasan 10 kilogram tersebut masih memerlukan verifikasi melalui penimbangan dan pemeriksaan langsung terhadap sampel beras yang diterima masyarakat.

Begitu pula dengan video gudang yang sebelumnya viral, asal-usul rekaman dan lokasi kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan adanya penjelasan tersebut, masyarakat berharap Bulog tidak hanya memberikan klarifikasi, tetapi juga menindaklanjuti setiap persoalan secara transparan, baik terkait pengawasan kebersihan gudang maupun ketepatan berat bantuan pangan yang disalurkan kepada warga.

Keterbukaan informasi, ketepatan timbangan, dan pengawasan distribusi menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Bulog di Kabupaten Merangin.

Reporter Mila 
Editor Geofrey M 
Bawa Pulang Medali Perak, Petugas Lapas Bangko Raih Juara 2 di Ajang Bergengsi Sarolangun Challenge 2025

Bawa Pulang Medali Perak, Petugas Lapas Bangko Raih Juara 2 di Ajang Bergengsi Sarolangun Challenge 2025

Oktober 18, 2026
Bawa Pulang Medali Perak, Petugas Lapas Bangko Raih Juara 2 di Ajang Bergengsi Sarolangun Challenge 2025

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 19 Oktober 2026


Sarolangun 
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh keluarga besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko. Di tengah kesibukannya melaksanakan tugas pengamanan dan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan, salah satu petugas terbaiknya berhasil mengharumkan nama institusi di kancah olahraga nasional.

Adalah Rozaq Wicaksono, petugas Lapas Kelas IIB Bangko yang berhasil membawa pulang Medali Perak sebagai Juara 2 Kelas E Dewasa Putra dalam ajang bergengsi Sarolangun Challenge 2025 yang memperebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI).

Kejuaraan yang digelar di GOR Kabupaten Sarolangun tersebut diikuti oleh ratusan pesilat tangguh dari berbagai perguruan ternama dan berbagai daerah. Pada event tersebut, Rozaq tampil mewakili Perguruan Silat Satria Muda Indonesia (SMI) Unit PLN.

Tampil dengan penuh percaya diri di Gelanggang A, Rozaq menunjukkan teknik, ketangkasan, dan mental juara. Berkat kedisiplinan dan latihan keras yang ia jalani selama ini, ia berhasil melewati babak demi babak dengan meyakinkan hingga akhirnya melaju ke partai final Kelas E Dewasa Putra dan berhasil mengamankan posisi runner-up.

Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikoni, A.Md.IP., S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa tersebut. Ia menegaskan bahwa Lapas Bangko selalu memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan minat, bakat, dan prestasi pegawai di luar kedinasan.

"Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh saudara Rozaq Wicaksono yang telah berhasil meraih Juara 2 Kelas E Dewasa Putra pada kejuaraan memperebutkan Piala Kemenpora RI ini. Ini membuktikan bahwa petugas Lapas Bangko tidak hanya profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas Pemasyarakatan, tetapi juga mampu berprestasi dan bersaing di level yang tinggi di bidang olahraga pencak silat," ujar Syaikoni SH MH 

Kalapas berharap, prestasi ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Bangko untuk terus mengembangkan potensi diri dan menorehkan prestasi-prestasi positif lainnya, sehingga dapat membawa nama baik institusi Pemasyarakatan.

" Capaian ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa insan Pemasyarakatan adalah insan yang tangguh, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas, baik di dalam menjalankan tugas sebagai penjaga tahanan maupun di luar sebagai atlet berprestasi," ungkap nya

Reporter Mila 
Editor Geofrey M 
Pagi-Pagi Turun ke Jalan, Kapolres Merangin Dampingi Personel Atur Lalu Lintas dan Ingatkan Keselamatan Pengendara

Pagi-Pagi Turun ke Jalan, Kapolres Merangin Dampingi Personel Atur Lalu Lintas dan Ingatkan Keselamatan Pengendara

Oktober 18, 2026
Pagi-Pagi Turun ke Jalan, Kapolres Merangin Dampingi Personel Atur Lalu Lintas dan Ingatkan Keselamatan Pengendara

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 19 Oktober 2026

Merangin Jambi 


Bangko
Mengawali aktivitas pada Senin pagi, Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi, S.I.K., M.H., turun langsung ke lapangan mendampingi personel melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik yang telah ditentukan di wilayah Kabupaten Merangin, Senin (19/10/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas berjalan tertib dan lancar, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang memulai aktivitas pagi, baik pelajar, pekerja, maupun pengguna jalan lainnya. Kehadiran Kapolres di tengah personel juga menjadi bentuk perhatian terhadap pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Merangin turut mengajak masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. Ia mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap rambu-rambu, penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor, serta sikap tertib di jalan merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama setiap kali kita berkendara. Saya menghimbau seluruh masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi perlengkapan keselamatan, dan tidak melakukan pelanggaran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar AKBP Kiki Firmansyah Effendi.

Kapolres juga menekankan pentingnya dalam pelaksanaan pengaturan lalu lintas, yakni dengan mengedepankan kewaspadaan, disiplin, serta prosedur yang tepat sesuai situasi di lapangan. Personel diminta menjalankan tugas secara profesional, memperhatikan keselamatan diri dan pengguna jalan, serta mengutamakan kelancaran arus lalu lintas tanpa mengabaikan aspek keamanan.

         Kapolres Merangin AKBP Kiki F

Sementara itu, Kasi Humas Polres Merangin AKP Sakirman menyampaikan bahwa keterlibatan langsung Kapolres dalam kegiatan pengaturan lalu lintas merupakan wujud komitmen Polres Merangin untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Menurutnya, pengaturan lalu lintas pada pagi hari menjadi salah satu upaya preventif untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan meminimalkan potensi kecelakaan, khususnya pada jam-jam sibuk.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan kedisiplinan dan kepedulian seluruh pengguna jalan untuk menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar,” ujar AKP Sakirman.

Polres Merangin menghimbau seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak menggunakan telepon genggam saat mengemudi, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan situasi lalu lintas di Kabupaten Merangin tetap aman, tertib, dan kondusif.

Reporter Mila / YN
Editor Geofrey M 
Tim Gabungan Razia Tempat Hiburan dan Kosan, Puluhan Wanita Diamankan

Tim Gabungan Razia Tempat Hiburan dan Kosan, Puluhan Wanita Diamankan

Oktober 18, 2026
Tim Gabungan Razia Tempat Hiburan dan Kosan, Puluhan Wanita Diamankan

SIMAK BERITA NEWS COM .--

Merangin -Jambi ,--
Minggu 18 Oktober 2026 ,--


Bangko ,
Tim Gabungan yang terdiri dari aparat Polres Merangin, Kodim 0420/Sarko, Satpol PP serta perizinan Merangin melakukan operasi dadakan ke sejumlah tempat hiburan dan kosan yang ada di Kota Bangko Sabtu (17/10/2026). 

Dalam razia tersebut puluhan pemuda dan pemudi diamankan ke Mapolres Merangin untuk dimintai keterangan. 
Informasi yang berhasil dihimpun, kegiatan yang dipimpin Kabag Ops Polres Merangin AKP Edi Bernawan tersebut menyasar ke beberapa tempat hiburan di kota Bangko, 

tim yang dibagi 2 kelompok ini juga menyasar ke beberapa kosan yang diduga jadi tempat mesum dan peredaran barang terlarang. 

Kabag Ops Polres Merangin AKP Edi Bernawan mengatakan operasi yang dilakukan oleh tim gabungan TNI-POLRI, Satpol PP dan dari kantor perizinan kabupaten Merangin ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. 

"Kita turunkan tim gabungan, satu tim memeriksa ke semua tempat hiburan yang ada di kota Bangko dan satu lagi tim bergerak ke kos-kosan yang dicurigai sebagai tempat mesum dan juga beredarnya barang terlarang" jelas AKP Edi Minggu (18/10/2026).

.  Persiapan Sebelum Razia, Apel Malam
   Gabungan di halaman polres Merangin 

Lebih lanjut dia mengatakan hasil dari razia tim gabungan tersebut puluhan pemuda dan pemudi dibawa ke Polres Merangin untuk dimintai keterangan. 

"Ada 13 wanita dan 7 laki-laki kita bawa untuk dimintai keterangan, dari wanita dan laki-laki tersebut satu diantaranya positif narkoba dan kita serahkan kepada Satnarkoba untuk proses lebih lanjut," pungkasnya.

( Reporter Mila/ Kabiro YN SBN )
Editor Geofrey M