Hibah Aset Daerah Rp2,7M, Wali Kota Bekasi Serah Terima Kepada Kemenag Kota Bekasi

Hibah Aset Daerah Rp2,7M, Wali Kota Bekasi Serah Terima Kepada Kemenag Kota Bekasi

Oktober 05, 2026
SIMAK BERITA NEWS   COM ,--

Sebib 05 Oktober 2026 ,--
KOTA. -  BEKASI --

.
KOTA - BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menandatangani surat serah terima barang milik daerah (BMD) berupa tanah dan bangunan yang dihibahkan Pemerintah Kota Bekasi kepada Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi yang diselenggarakan di MAN 1 Kota Bekasi, Senin (5/10/2026).

Dalam acara tersebut turut dihadiri Dirjen Bimas Islam Kemenag RI H. Abu Rokhmad, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat H. Dudu Rohman, Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi H. Asnawi, Ketua MUI Kota Bekasi KH. Saifudin Siroj, Ketua DMI Kota Bekasi H. Jaja Jaelani, serta jajaran pegawai Kemenag Kota Bekasi.Tri Adhianto mengatakan bahwa penyerahan hibah dilakukan untuk memberikan kepastian hukum terhadap status kepemilikan sekaligus penggunaan aset daerah yang selama ini dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dan pelayanan keagamaan.“Penyerahan hibah ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum atas status kepemilikan dan penggunaan aset. 

Dengan beralihnya status kepemilikan kepada Kemenag Kota Bekasi, kami berharap aset tersebut dapat dipelihara dengan lebih baik dan semakin optimal dalam mendukung kegiatan pendidikan maupun pelayanan kepada masyarakat,” Ujar Tri.

Adapun aset yang diserahterimakan meliputi tanah MAN 1 Kota Bekasi, tanah MAN 2 Kota Bekasi, tanah beserta gedung KUA Pondok Gede, tanah KUA Medan Satria, serta tanah kosong yang akan digunakan untuk pembangunan KUA Bekasi Timur.Total nilai tanah yang dihibahkan mencapai Rp2.513.704.000, sedangkan nilai bangunan sebesar Rp226.704.000.

Menurutnya, pengalihan aset juga menjadi bagian dari upaya memastikan sarana yang digunakan MAN dan KUA dapat terus dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.Tri turut menyampaikan apresiasi kepada BPKAD Kota Bekasi beserta jajaran yang telah mengawal proses standarisasi dan administrasi pengalihan aset tersebut.“Saya tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada BPKAD beserta seluruh jajaran yang telah mengawal proses ini dari sisi administrasi dan standarisasi aset,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi H. Asnawi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Wali Kota Bekasi, atas hibah aset tersebut. Ia berharap aset yang diterima dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan operasional sekolah serta pelayanan KUA.“Kami bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Bekasi beserta jajaran 

Pemerintah Kota Bekasi atas hibah aset ini. Yang mana aset tersebut akan kami kelola dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung operasional madrasah dan KUA serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Asnawi.
Penyerahan hibah aset tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Bekasi dan Kementerian Agama dalam mendukung pelayanan pendidikan serta keagamaan di Kota Bekasi..

Dengan adanya kepastian status kepemilikan, aset yang diserahterimakan dapat dikelola, dipelihara, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, sehingga keberadaannya dapat terus memberikan manfaat bagi peserta didik, masyarakat yang membutuhkan pelayanan KUA, maupun masyarakat Kota Bekasi secara luas.
..
( GEOFFREY . M )
Editor ' Geoffrey ,M
.
Dandim 0420/Sarko Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Momentum Perkuat Pengabdian Bersama Rakyat

Dandim 0420/Sarko Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Momentum Perkuat Pengabdian Bersama Rakyat

Oktober 05, 2026
Dandim 0420/Sarko Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Momentum Perkuat Pengabdian Bersama Rakyat

SIMAK BERITA NEWS COM 

Seni 05 Oktober 2026

Merangin –jambi 


Bangko
Komando Distrik Militer (Kodim) 0420/Sarko menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Senin (5/10/2026), bertempat di Lapangan Upacara Makodim 0420/Sarko, Jalan Lintas Sumatera Km. 3, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Upacara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung dengan khidmat, tertib dan lancar. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, S.Sos., M.Han., memimpin langsung jalannya rangkaian upacara yang diikuti oleh seluruh personel Kodim 0420/Sarko, baik dari wilayah Kabupaten Merangin maupun Kabupaten Sarolangun.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0420/Sarko Mayor Inf Abdul Azis Efendi, para Danramil jajaran Kodim 0420/Sarko, Dan Unit, para Perwira Staf, prajurit dan PNS Kodim 0420/Sarko, Ketua Persit KCK Cabang XXVII Ny. Nisa Yakhya, serta para pengurus dan anggota Persit KCK Cabang XXVII Kodim 0420/Sarko.

Dalam pelaksanaan upacara, Perwira Upacara dijabat Kapten Inf Suliono, sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Inf Hosni Jamer.

Rangkaian upacara diawali dengan masuknya Komandan Upacara ke lapangan, dilanjutkan dengan kedatangan Inspektur Upacara, penghormatan pasukan, laporan Komandan Upacara serta pemeriksaan pasukan. Selanjutnya dilaksanakan Mengheningkan Cipta, pengucapan Sapta Marga, pembacaan amanat Panglima TNI, menyanyikan lagu Andhika Bhayangkari, pembacaan doa hingga penghormatan akhir kepada Inspektur Upacara.

Pada kesempatan tersebut, Inspektur Upacara membacakan amanat Panglima TNI yang menekankan pentingnya dedikasi, loyalitas dan pengabdian seluruh prajurit serta ASN TNI dalam menjaga kepercayaan rakyat sebagai amanah yang harus senantiasa dipelihara.

Panglima TNI juga menegaskan bahwa penguatan TNI melalui peningkatan kesejahteraan personel dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, profesionalisme serta integritas setiap prajurit.

Selain itu, TNI dihadapkan pada berbagai tantangan strategis, mulai dari ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif, ancaman terhadap keutuhan wilayah hingga tuntutan pengelolaan sumber daya negara secara bertanggung jawab.

Dalam amanat tersebut juga ditekankan konsep PRIMA sebagai budaya pengabdian TNI, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan bagi setiap prajurit dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI tidak terlepas dari kemanunggalan dan sinergi yang terus dibangun bersama seluruh komponen masyarakat.

Usai seluruh rangkaian upacara, kegiatan dilanjutkan dengan syukuran dalam rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026 sekaligus syukuran kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2026 bagi personel Kodim 0420/Sarko yang memperoleh kenaikan pangkat.

Suasana syukuran berlangsung penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Momen tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para personel yang telah memperoleh amanah kenaikan pangkat.

Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto menyampaikan bahwa peringatan HUT TNI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pengabdian TNI sekaligus memperkuat tekad seluruh prajurit dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Peringatan HUT TNI hendaknya menjadi momentum untuk terus meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Kedekatan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat harus terus kita jaga dan kita tingkatkan,” demikian semangat yang tercermin dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kegiatan Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI selesai sekitar pukul 09.15 WIB dalam keadaan aman, tertib, khidmat dan lancar.

Melalui peringatan HUT ke-81 TNI ini, Kodim 0420/Sarko meneguhkan kembali komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga keutuhan wilayah, serta memberikan pengabdian terbaik demi kepentingan bangsa dan negara.

Dirgahayu TNI ke-81. TNI PRIMA!
TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Kabiro Jambi YN 
Dari Balik Tembok Lapas, Kandang Burung Karya Warga Binaan Bangko Siap Go Public

Dari Balik Tembok Lapas, Kandang Burung Karya Warga Binaan Bangko Siap Go Public

Oktober 04, 2026
Dari Balik Tembok Lapas, Kandang Burung Karya Warga Binaan Bangko Siap Go Public

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 05 Oktober 2026

Merangin – Jambi

Bangko
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui pembuatan kandang burung dan kandang ayam oleh warga binaan. Hasil karya tersebut kini diarahkan untuk go public melalui pemasaran yang lebih luas agar dikenal dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Kepala Lapas Bangko, Syaikoni, Amd IP SH MH mengatakan bahwa pembuatan kandang ini merupakan program produktif yang tidak berhenti pada kegiatan pembinaan di dalam Lapas, tetapi harus memiliki nilai guna dan nilai jual.

"Kami ingin hasil karya warga binaan bisa dikenal dan dinikmati masyarakat. Karena itu, produk kandang burung dan ayam ini kami arahkan untuk go public, sehingga manfaatnya bisa lebih luas," ujar Syaikoni.

Dalam proses pembuatannya, warga binaan dibekali keterampilan pertukangan, mulai dari merancang, merangkai, hingga menyelesaikan produk kandang dengan kualitas yang baik. Selain kandang ayam, Lapas Bangko juga membuat kandang burung dengan desain menarik yang dapat digunakan untuk kebutuhan lomba, sehingga memiliki nilai estetika sekaligus nilai jual.

"Kandang burung ini kami buat dengan desain yang menarik, termasuk untuk kebutuhan lomba. Ini bukti bahwa warga binaan mampu berkarya dan menghasilkan produk yang berkualitas," tambahnya.

Terkait pemasaran, Lapas Bangko membuka peluang kerja sama dengan masyarakat, komunitas pecinta burung, peternak, maupun pelaku usaha yang membutuhkan kandang. Pemasaran juga akan terus diperluas agar produk karya warga binaan semakin dikenal dan memberikan dampak ekonomi.

"Harapan kami, masyarakat bisa melihat langsung bahwa warga binaan bisa berubah, berkarya, dan memberi manfaat. Ini bagian dari upaya kami mewujudkan pemasyarakatan yang produktif dan berdampak," tutup Syaikoni.

Melalui program ini, Lapas Bangko menegaskan komitmennya untuk mendorong pembinaan kemandirian yang berorientasi pada hasil nyata, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan.

Reporter Mila 
Editor :  Geofrey 
Kerja Nyata Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Merangin Beri Penghargaan Kepada 21 Personil Berprestasi

Kerja Nyata Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Merangin Beri Penghargaan Kepada 21 Personil Berprestasi

Oktober 04, 2026
Kerja Nyata Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Merangin Beri Penghargaan Kepada 21 Personil Berprestasi

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 05 Oktober 2026

Merangin Jambi 

.      Kapolres Merangin AKBP Kiki F 

Bangko
Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi, S.I.K., M.H., memberikan penghargaan kepada 21 personel yang dinilai berhasil menunjukkan dedikasi dan kinerja dalam mengungkap kasus pembunuhan di wilayah hukum Polsek Tabir. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres dalam upacara pemberian penghargaan di Mapolres Merangin, Senin (5/10/2026).

Sebanyak 21 personel menerima penghargaan atas keberhasilan dalam menangani dan mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah Polsek Tabir. Dari jumlah tersebut, 13 personel berasal dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Merangin, sementara 8 personel lainnya merupakan anggota Polsek Tabir.

Dari jajaran Satreskrim Polres Merangin, penerima penghargaan terdiri atas Kasat Reskrim AKP Eka Putra Yuliesman Koto, S.H., M.H., KBO Reskrim IPTU Timbul Siahaan, S.H., Kanit Pidum IPDA Agus Riyadi, S.AP., serta 10 personel lainnya. Sementara dari Polsek Tabir, penghargaan diberikan kepada Kapolsek Tabir IPTU Junaidi, Kanit Reskrim IPDA Alpon Saut, S.H., serta 6 personel lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pimpinan kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi, disiplin, loyalitas, tanggung jawab, serta prestasi dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam mengungkap kasus pembunuhan yang sempat viral.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada personel yang telah bekerja dengan cepat, responsif dan profesional dalam mengungkap kasus pembunuhan di Polsek Tabir. Keberhasilan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan rasa aman dan menjawab keresahan warga,” kata AKBP Kiki Firmansyah Effendi.

Kapolres juga menegaskan, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi antara personel Satreskrim Polres Merangin dengan jajaran Polsek Tabir. Gerak cepat personel dalam melakukan penyelidikan hingga mengamankan para tersangka dinilai telah memberikan dampak positif serta mendapat apresiasi dari Masyarakat Tabir yang sebelumnya merasa resah dengan kejadian tersebut.

“Kepada seluruh penerima penghargaan, saya ucapkan selamat. Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme dan semangat pengabdian. Kepada seluruh personel, laksanakan setiap tugas dengan penuh integritas, disiplin dan rasa tanggung jawab,” tegas Kapolres.

Kapolres juga meminta seluruh personel menjadikan keberhasilan tersebut sebagai motivasi untuk terus memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, setiap keberhasilan anggota merupakan bagian dari upaya Polres Merangin menjaga keamanan dan ketertiban serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Kabiro Jambi YN 
Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Oktober 04, 2026
Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 05 Oktober 2026

Sarolangun 
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui kegiatan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Salah satu kegiatan yang saat ini menunjukkan hasil nyata adalah budidaya ikan lele yang dikelola bersama warga binaan.

Dalam kegiatan panen yang dilaksanakan di area SAE Lapas Kelas IIB Sarolangun, sebanyak 3 ton ikan lele berhasil dipanen setelah melalui masa budidaya selama kurang lebih tiga bulan. Dengan harga jual mencapai Rp20.000 per kilogram, hasil panen tersebut memiliki nilai ekonomi sekitar Rp60 juta.

Program budidaya ikan lele ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian bagi warga binaan. 

Lebih Jauh Warga binaan yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut telah melalui tahapan asesmen dan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) serta berasal dari kategori narapidana tindak pidana umum, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan dalam program asimilasi.

Melalui kegiatan SAE, warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai proses budidaya ikan, mulai dari pemberian pakan, pemeliharaan kualitas air, pengawasan pertumbuhan ikan hingga proses pemanenan dan pemasaran. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Dari sisi permodalan, pengelolaan usaha budidaya ikan lele dilakukan melalui pola bagi hasil dengan Koperasi Primkopasindo Lapas Sarolangun. Skema tersebut menjadi salah satu bentuk pengelolaan kegiatan pembinaan yang diarahkan agar program dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi pembinaan warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun menyampaikan bahwa kegiatan ketahanan pangan melalui SAE merupakan bagian dari upaya menjadikan pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga memberikan keterampilan produktif.

“Panen tiga ton ikan lele ini merupakan bukti bahwa program pembinaan melalui SAE dapat memberikan hasil yang nyata. Yang paling penting bukan hanya nilai ekonominya, tetapi proses bagaimana warga binaan belajar bekerja, bertanggung jawab, disiplin dan memiliki keterampilan yang nantinya dapat mereka gunakan setelah kembali ke masyarakat,” ujar
.         Kasi Binadik Bayu Kumbara 

Kalapas Sarolangun.
Ia menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif tetap dilaksanakan berdasarkan hasil asesmen dan mekanisme sidang TPP, sehingga program pembinaan dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap kegiatan ini terus berkembang. Ke depan, SAE Lapas Sarolangun tidak hanya menjadi tempat untuk menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pembinaan yang mampu menciptakan warga binaan yang lebih mandiri dan siap kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Keberhasilan panen ikan lele tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pembinaan di Lapas dapat berjalan seiring dengan program ketahanan pangan, pemberdayaan warga binaan, dan pengembangan kegiatan ekonomi produktif. 

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif setelah bebas.

Kabiro Jambi YN 

Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Oktober 04, 2026
Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 05 Oktober 2026
Sarolangun 
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui kegiatan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Salah satu kegiatan yang saat ini menunjukkan hasil nyata adalah budidaya ikan lele yang dikelola bersama warga binaan.

Dalam kegiatan panen yang dilaksanakan di area SAE Lapas Kelas IIB Sarolangun, sebanyak 3 ton ikan lele berhasil dipanen setelah melalui masa budidaya selama kurang lebih tiga bulan. Dengan harga jual mencapai Rp20.000 per kilogram, hasil panen tersebut memiliki nilai ekonomi sekitar Rp60 juta.

Program budidaya ikan lele ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian bagi warga binaan. 

Lebih Jauh Warga binaan yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut telah melalui tahapan asesmen dan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) serta berasal dari kategori narapidana tindak pidana umum, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan dalam program asimilasi.

Melalui kegiatan SAE, warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai proses budidaya ikan, mulai dari pemberian pakan, pemeliharaan kualitas air, pengawasan pertumbuhan ikan hingga proses pemanenan dan pemasaran. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Dari sisi permodalan, pengelolaan usaha budidaya ikan lele dilakukan melalui pola bagi hasil dengan Koperasi Primkopasindo Lapas Sarolangun. Skema tersebut menjadi salah satu bentuk pengelolaan kegiatan pembinaan yang diarahkan agar program dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi pembinaan warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun menyampaikan bahwa kegiatan ketahanan pangan melalui SAE merupakan bagian dari upaya menjadikan pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga memberikan keterampilan produktif.

“Panen tiga ton ikan lele ini merupakan bukti bahwa program pembinaan melalui SAE dapat memberikan hasil yang nyata. Yang paling penting bukan hanya nilai ekonominya, tetapi proses bagaimana warga binaan belajar bekerja, bertanggung jawab, disiplin dan memiliki keterampilan yang nantinya dapat mereka gunakan setelah kembali ke masyarakat,” ujar

Kalapas Sarolangun.
Ia menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif tetap dilaksanakan berdasarkan hasil asesmen dan mekanisme sidang TPP, sehingga program pembinaan dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap kegiatan ini terus berkembang. Ke depan, SAE Lapas Sarolangun tidak hanya menjadi tempat untuk menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pembinaan yang mampu menciptakan warga binaan yang lebih mandiri dan siap kembali ke masyarakat,” tambahnya.

.         Kasi Binadik Bayu Kumbara 

Keberhasilan panen ikan lele tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pembinaan di Lapas dapat berjalan seiring dengan program ketahanan pangan, pemberdayaan warga binaan, dan pengembangan kegiatan ekonomi produktif. 

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif setelah bebas.

Reporter Mila 
Editor :  
Cerita Di Balik Keindahan Gunung Bromo “KW” dan Danau Biru Pulau Layang Terbengkalai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Cerita Di Balik Keindahan Gunung Bromo “KW” dan Danau Biru Pulau Layang Terbengkalai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Oktober 04, 2026
Cerita Di Balik Keindahan Gunung Bromo “KW” dan Danau Biru Pulau Layang Terbengkalai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Senin 05 Oktober 2026 ,--

Merangin Jambi ,--

Bangko ,
Tak dapat dipungkiri, Merangin sangat berpotensi akan sektor pariwisata alam yang sangat indah. Satu diantara nya yakni Gunung Bromo "KW" dan Danau Biru eks tambang biji besi Desa Pulau Layang Kecamatan Batang Masumai yang ditinggalkan oleh pihak perusahaan. Meski kondisinya kini sudah terbengkalai, kawasan tersebut dimanfaatkan sebagian masyarakat sekitar maupun masyarakat luar sebagai tempat objek wisata karena bentuknya yang sangat indah. Bahkan dari kejauhan, kawasan yang dikenal dengan keindahan “Gunung Bromo KW” dan Danau Biru  menyimpan panorama yang cukup menarik perhatian.

Hamparan tanah dengan kontur menyerupai perbukitan dan genangan air berwarna kebiruan seolah menawarkan potensi wisata yang tidak kalah menarik. Namun, di balik keindahan tersebut, muncul sebuah pertanyaan yang patut mendapat perhatian publik, mengapa potensi wisata tersebut justru terkesan terbengkalai?

Apakah kawasan ini memang tidak memiliki konsep pengelolaan yang jelas? Ataukah ada persoalan lain yang membuat potensi tersebut belum dapat dikembangkan secara maksimal?

Pertanyaan berikutnya, menjadi lebih penting siapa yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap kondisi kawasan tersebut? Pemerintah, ataukah pihak perusahaan, atau justru keduanya memiliki kewajiban masing-masing?

Jika kawasan tersebut berkaitan dengan aktivitas pertambangan, maka persoalan tidak semata-mata berbicara tentang keindahan alam. Ada aspek tata kelola, status lahan, perizinan, kewajiban reklamasi dan pascatambang, hingga kemungkinan pemanfaatan kawasan untuk kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memiliki peran dalam memastikan setiap kawasan yang memiliki potensi ekonomi dan wisata dapat dikelola sesuai aturan. Jangan sampai sebuah lokasi memiliki daya tarik luar biasa, tetapi hanya ramai ketika menjadi perbincangan di media sosial, sementara pengelolaannya tidak jelas.

Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan pemandangan, sementara persoalan tanggung jawabnya saling dilempar.

Jika memang perusahaan memiliki kewajiban terhadap lahan tersebut, publik berhak mengetahui sejauh mana kewajiban itu telah dilaksanakan. Jika pemerintah memiliki kewenangan dalam pengawasan atau pengelolaan kawasan, masyarakat juga berhak mendapatkan penjelasan mengenai langkah yang telah dilakukan.
Karena itu, diperlukan keterbukaan dari semua pihak.

Pemerintah Kabupaten Merangin, instansi teknis terkait, pemerintah desa, maupun pihak perusahaan perlu duduk bersama menjelaskan status kawasan, status pengelolaan, kewajiban masing-masing pihak, serta rencana ke depan.

Potensi Gunung Bromo “KW” dan Danau Biru Pulau Layang seharusnya tidak berhenti sebagai foto indah di media sosial. Jika memang layak dikembangkan, kawasan tersebut semestinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan aturan yang berlaku.

Pada akhirnya, persoalannya bukan sekadar siapa yang salah. Tapi Persoalan yang lebih penting adalah, siapa yang bertanggung jawab, apa kewajibannya, dan kapan masyarakat bisa melihat tindakan nyata? 

Sementara, tidak sebatas itu saja, akibat pengelolaan kawasan yang tidak ada, masyarakat bebas lalu lalang masuk ke lokasi setempat. Namun, dibalik keindahannya, juga tersimpan kejadian yang  menyayat hati pasalnya warga digegerkan dengan penemuan mayat yang mengapung di danau biru ex tambang biji besi tersebut pada Januari 2026 lalu.

Akhir kata, semoga kejadian ini tidak terulang kembali, dengan adanya pengelolaan yang baik oleh pihak terkait,  semoga saja kawasan itu bisa dijadikan tempat destinasi wisata yang diakui masyarakat Merangin dengan legalitas yang jelas.(Yaz)

(Opini)