Apel Gebrak, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Wali Kota Bekasi dalam Upaya Pengurangan Sampah di Bantargebang.

Apel Gebrak, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Wali Kota Bekasi dalam Upaya Pengurangan Sampah di Bantargebang.

Agustus 26, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Rabu 26 Agustus 2026 ,--
KOTA  --  BEKASI ,--

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam mempercepat penanganan persoalan sampah melalui pembangunan Pengolahan Sampah 

Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang.Zulhas menilai, groundbreaking pembangunan PSEL menjadi langkah strategis di sisi hilir untuk mengurangi beban pengelolaan sampah Kota Bekasi yang saat ini mencapai kurang lebih 1.800 ton per hari.

Menurutnya, melalui teknologi modern waste-to-energy, PSEL akan menjadi bagian penting dalam mengurangi beban tempat pemrosesan akhir. 

Namun, pembangunan PSEL tidak dapat berdiri sendiri. Penanganan sampah juga harus dilakukan dari sisi hulu dengan mengendalikan dan memilah sampah sejak dari sumbernya.“Perlu kita tekankan bersama, groundbreaking pembangunan PSEL hari ini adalah solusi strategis di sisi hilir untuk mengurangi beban 

TPA Sumur Batu yang saat ini menampung produksi sampah warga masyarakat Kota Bekasi kurang lebih 1.800 ton per hari melalui teknologi modern waste-to-energy,” ujar Zulhas.

Ia menegaskan, keberlanjutan pengelolaan sampah hanya dapat tercapai apabila masyarakat ikut berperan dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.“Aksi reduksi dan pilah sampah harus berjalan dari meja makan, dapur rumah tangga, lingkungan RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan,” tegasnya.

Zulhas juga mengingatkan bahwa pengurangan volume sampah dari hulu secara berkelanjutan menjadi kunci agar tempat pemrosesan akhir tidak kembali mengalami kelebihan kapasitas.

Selain itu, ia juga meminta seluruh pihak mengawal pembangunan PSEL agar berjalan lancar dan tepat waktu sehingga manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat Kota Bekasi.“Buktikan bahwa Bekasi yang asri bukanlah sekadar cita-cita, melainkan realitas yang kita wariskan untuk generasi mendatang. 

Mulailah hari ini, dari tempat kita berdiri. Perangi sampah untuk Indonesia dan Kota Bekasi yang lebih asri,” ujarnya.Dalam kesempatan tersebut, 

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dalam apel gebrak hari ini mengajak para camat, lurah, Kapolsek, Danramil, penggiat lingkungan, Ketua LPM, Koordinator BKM, hingga para Ketua RW dan RT untuk memaksimalkan keberadaan bank sampah di lingkungan masing-masing.Ia berharap gerakan pengurangan dan pemilahan sampah dapat disosialisasikan secara masif hingga ke seluruh pelosok Kota Bekasi.

“Mulai dari kebersihan diri di lingkungan rumah, sekolah, kantor, yang bisa kita pilah agar tidak semua masuk ke bantargebang lagi, ingat kita masih ada 300 ton menjadi PR setiap harinya.” tegas Tri.

Sebagai bagian dari momentum groundbreaking tersebut, Zulhas juga secara resmi membuka Apel GEBRAK yang merupakan singkatan dari Gerakan Energi Bersih, Reduksi Sampah, Aksi Pilah, Kolaborasi Inovatif dalam rangka groundbreaking pembangunan PSEL Kota Bekasi.

( GEOFFREY .M )


Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi: Bantargebang Akan Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan.

Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi: Bantargebang Akan Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan.

Agustus 26, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM --

Rabu 26 Agustus 2026 ,--
KOTA  --  BEKASI ,--

Pemerintah Kota Bekasi hari ini melaksanakan ground breaking pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang. Momentum tersebut menjadi langkah strategis dalam upaya mengubah pengelolaan sampah sekaligus mendorong lahirnya kawasan yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa ground breaking PSEL hari ini bukan sekadar dimulainya pembangunan fasilitas pengolahan sampah, tetapi menjadi titik awal perubahan wajah Bantargebang. 

Kawasan yang selama ini identik sebagai tempat pembuangan sampah diharapkan ke depan dapat berkembang menjadi pusat pengolahan sampah, penghasil energi baru, sekaligus kawasan inovasi lingkungan.“Bantargebang sudah lama menjadi tempat sampah. 

Hari ini kita mulai menjadikannya tempat lahirnya energi. Harapan ke depan, Bantargebang ini akan menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan industri hijau yang tentunya membawa peningkatan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Tri Adhianto.

Menurut Tri, pembangunan PSEL merupakan salah satu langkah strategis dalam mengurangi persoalan sampah di Kota Bekasi. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari, PSEL diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang selama ini masuk 

ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.Namun, Tri menegaskan bahwa dimulainya pembangunan PSEL bukan berarti seluruh persoalan sampah otomatis selesai. 

Masih terdapat pekerjaan rumah sekitar 300 ton sampah setiap hari yang harus diselesaikan secara bersama-sama.“PSEL ini kapasitasnya 1.500 ton per hari. 

Artinya masih ada PR sekitar 300 ton setiap harinya. Ini yang harus kita selesaikan bersama, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” 

tegasnya.Tri menilai, persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. 

Mulai dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, pelaku usaha, pedagang, hingga lingkungan masyarakat harus mengambil peran dalam mengurangi timbulan sampah.

Menurutnya, teknologi merupakan bagian penting dari solusi, tetapi bukan satu-satunya jawaban dalam menyelesaikan persoalan persampahan.“Tapi teknologi saja tidak cukup. 

Sebagus apa pun teknologinya, pengelolaan sampah tidak akan berhasil tanpa kesadaran masyarakat. Karena itu, perubahan harus dimulai dari rumah: bagaimana kita mengurangi sampah, memilah dan membuangnya dengan benar,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat Kota Bekasi menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari. Sampah organik dan anorganik perlu dipisahkan sejak dari sumbernya agar dapat dikelola dengan lebih baik dan jumlah sampah yang harus diolah semakin berkurang.

Bagi Tri, ground breaking PSEL hari ini harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran baru bahwa sampah bukan hanya persoalan yang harus dibuang, tetapi juga memiliki potensi untuk diolah menjadi sumber energi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tri berharap kehadiran PSEL Bantargebang tidak hanya menjadi solusi terhadap persoalan sampah, tetapi juga menjadi awal perubahan besar dalam membangun ekosistem lingkungan yang berkelanjutan.“Bantargebang harus kita ubah. Dari tempat sampah menjadi tempat lahirnya energi baru, menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan industri hijau. 

Tetapi semua itu hanya bisa terwujud kalau pemerintah, dunia usaha dan masyarakat bergerak bersama,” pungkasnya.

( GEOFFREY.  M )


Ground Breaking PSEL Bantargebang, Tri Adhianto Targetkan Beroperasi dalam 18 Bulan.

Ground Breaking PSEL Bantargebang, Tri Adhianto Targetkan Beroperasi dalam 18 Bulan.

Agustus 26, 2026
SINAK BERITA NEWS .COM --

Rabu 26 Agustus 2026 ,-
KOTA  --  BEKASI ,--

Pemerintah Kota Bekasi memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang, Ciketing Udik. 

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menargetkan fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi dalam waktu 18 bulan ke depan dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari.

Tri Adhianto menyampaikan, kehadiran PSEL menjadi salah satu langkah penting dalam menangani persoalan sampah di Kota Bekasi. 

Namun, kapasitas tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan sampah yang dihasilkan setiap harinya.“Tetapi masih ada persoalan sekitar 300 ton sampah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Tri Adhianto.

Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan PSEL. Masyarakat juga harus terlibat melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya, terutama dari rumah masing-masing.“Seperti yang disampaikan Menteri, ini bukan berarti persoalan sampah selesai. 

Masih harus dibantu dengan proses pemilahan dari rumah sendiri. Kalau kita mulai memilah dari kediaman masing-masing, tentu akan mengurangi persoalan 300 ton sampah setiap harinya,” jelasnya.

Upaya tersebut, lanjut Tri, harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya di tingkat rumah tangga. Pemilahan sampah juga perlu diterapkan di sekolah, pusat perbelanjaan, perkantoran, kawasan perdagangan, hingga para pedagang.“Ini harus menjadi gerakan bersama. 

Mulai dari rumah, sekolah, pedagang, mal, kantor dan seluruh lingkungan masyarakat. Dengan begitu, sampah yang masuk ke tempat pengolahan dapat dikelola dengan lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat turut berharap pembangunan dan pengelolaan sampah di kawasan Bekasi Raya, Bogor Raya, maupun Bandung Raya dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. 

Persoalan sampah dinilai tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga perubahan perilaku agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.Di sisi lain, 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pengembangan teknologi PSEL skala besar menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam mengatasi tumpukan sampah perkotaan yang telah melampaui kapasitas

Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan PSEL di 40 kota besar yang mengalami kondisi darurat sampah dapat diselesaikan pada 2027 hingga 2028.“Yang darurat dan besar-besar, di atas 1.000 ton, kita akan buat PSEL atau Waste-to-Energy,” ujar Zulkifli Hasan

Zulhas juga menargetkan persoalan sampah secara nasional dapat ditangani hingga 70–80 persen pada 2029. 

Sementara itu, sekitar 20 persen persoalan lainnya berada di tingkat rumah tangga dan membutuhkan edukasi serta perubahan kebiasaan masyarakat.

Karena itu, pemilahan sampah dari sumber menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah. Sampah organik dan anorganik diharapkan dapat dipilah sejak dari dapur rumah, sehingga tidak seluruhnya tercampur dan berakhir menjadi beban di tempat pembuangan.

Pembangunan PSEL Bantargebang diharapkan menjadi langkah besar dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Bekasi. 

Namun, keberhasilannya tetap membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat melalui kebiasaan sederhana: memilah sampah dari rumah dan tidak membuang sampah sembarangan.Dalam acara Ground Breaking tersebut, hadir secara langsung Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Kepala Staf Angkatan Darat, Maruli Simajuntak, Gubernur Jawa Barat, KDM, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi turut mendampingi.

( GEOFFREY. M (
.
Sekolah Islam Terpadu Insan Mulia Semarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Lewat MUMTAS Chapter 2  Gema Islami

Sekolah Islam Terpadu Insan Mulia Semarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Lewat MUMTAS Chapter 2 Gema Islami

Agustus 25, 2026
Sekolah Islam Terpadu Insan Mulia Semarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Lewat MUMTAS Chapter 2  Gema Islami

SIMAK BERITA NEWS COM 

Rabu 26 Agustus 2026

Merangin — Jambi

Bangko
Dalam rangka menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Sekolah Islam Terpadu Insan Mulia menggelar kegiatan MUMTAS Chapter 2 – Gema Islami dengan menghadirkan berbagai kegiatan dan perlombaan bernuansa Islami. Mengusung tema “Raih Prestasi, Tebar Inspirasi, Teladani Nabi”, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Senin hingga Selasa, 24–25 Agustus 2026.

MUMTAS Chapter 2 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan menumbuhkan kecintaan generasi muda kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui kegiatan ini, para peserta diberikan ruang untuk mengembangkan potensi, kreativitas, keberanian, serta kemampuan dalam berbagai bidang yang berlandaskan nilai-nilai Islami.

Sedikitnya, sebanyak 15 cabang lomba turut memeriahkan MUMTAS Chapter 2 – Gema Islami. Cabang lomba tersebut meliputi CCI tingkat SD dan SMP, Mewarnai Kaligrafi, Membuat Kaligrafi, Tartil Al-Qur'an tingkat SD dan SMP, Adzan Subuh tingkat SD dan SMP, Hifzhil Qur'an SD kelas 1–2, Hifzhil Qur'an SD kelas 3–6, Hifzhil Qur'an tingkat SMP, Nasyid, Pildacil tingkat SD dan SMP, serta Lomba Poster tingkat SMP.

Beragam perlombaan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan Islam dapat dikembangkan melalui kegiatan yang kreatif, menyenangkan, dan penuh makna. Melalui lomba Tartil dan Hifzhil Qur'an, peserta diajak untuk semakin mencintai dan dekat dengan Al-Qur'an. Sementara melalui kaligrafi dan poster, para peserta dapat mengekspresikan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan-pesan positif dan Islami.

Tidak hanya itu, lomba Adzan, Pildacil, dan Nasyid juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri dalam menyampaikan syiar serta pesan-pesan kebaikan. Dengan demikian, MUMTAS Chapter 2 diharapkan mampu menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda yang berilmu, berakhlak, kreatif, dan berani tampil.

Dikatakan Kepala SDIT Insan Mulia, Deni Suroto,.S.Pd bahwa Semangat kompetisi yang dibangun dalam kegiatan ini tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan. Menang dan kalah bukanlah tujuan utama, melainkan proses belajar, keberanian untuk mencoba, serta pengalaman untuk terus meningkatkan kemampuan menjadi nilai penting yang dapat dipetik oleh setiap peserta.


"Sejalan dengan tema yang diusung, “Raih Prestasi, Tebar Inspirasi, Teladani Nabi”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa prestasi hendaknya berjalan beriringan dengan akhlak mulia. Keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari diharapkan dapat menjadi pedoman bagi generasi muda dalam meraih cita-cita dan menghadapi masa depan," Kata Deni Suroto,.S.Pd kepada media ini, Selasa, (25/08/2026).

Menurut Deni Suroto, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui MUMTAS Chapter 2 – Gema Islami juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar peserta, sekolah, dan seluruh pihak yang terlibat. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu memperkuat semangat persaudaraan serta menumbuhkan lingkungan pendidikan yang positif dan religius.

"Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Mulia berharap dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat, akhlak yang mulia, kreativitas, serta rasa percaya diri. Generasi yang mampu menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dan inspirasi dalam setiap langkah kehidupannya,"tutur Deni Suroto.

MUMTAS Chapter 2 – Gema Islami menjadi bukti bahwa memperingati Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang meneladani akhlaknya, menghidupkan ajarannya, dan menyiapkan generasi Islami yang siap menebar kebaikan untuk masa depan.

"Semangat berkompetisi, raih prestasi, tebar inspirasi, eratkan silaturahmi, dan teladani Nabi Muhammad SAW,"pungkas Deni Suroto. 

Reporter : Yazdi SBN 
Lapas Sarolangun Laksanakan Sholat Istisqa, Panjatkan Doa di Tengah Kemarau Panjang

Lapas Sarolangun Laksanakan Sholat Istisqa, Panjatkan Doa di Tengah Kemarau Panjang

Agustus 25, 2026
Lapas Sarolangun Laksanakan Sholat Istisqa, Panjatkan Doa di Tengah Kemarau Panjang

SIMAK BERITA NEWS COM  ,-

Selasa 25 Agustus 2026,--
Sarolangun -- Jambi .--


Sarolangun
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun melaksanakan Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah Sarolangun dan sekitarnya Selasa 25/08/2026

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran petugas serta warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Sarolangun dengan penuh khidmat dan kekhusyukan.

Pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi salah satu bentuk kepedulian Lapas Sarolangun terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat yang terdampak oleh minimnya curah hujan, Kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air.

Kondisi tersebut tentunya menjadi perhatian bersama, termasuk bagi Lapas Sarolangun yang membutuhkan ketersediaan air untuk mendukung aktivitas sehari-hari, kebersihan, kesehatan, serta pembinaan warga binaan.



Kegiatan Sholat Istisqa dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas IIB Sarolangun Pada Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB. Petugas dan WBP berkumpul di lapangan Lapas Sarolangun untuk melaksanakan ibadah secara berjamaah.

Suasana kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. 
Shalat Istisqa merupakan ibadah yang dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan hujan sebagai rahmat dan keberkahan.

Pelaksanaan ibadah Tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri serta meningkatkan kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta mengikuti rangkaian Sholat Istisqa dengan tertib. Setelah sholat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah dan doa bersama. 

Dalam doa tersebut, seluruh peserta memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat, memberikan keberkahan bagi masyarakat, serta menjaga seluruh wilayah dari dampak buruk kekeringan.


Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi kemarau yang terjadi saat ini.

 
“Shalat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar dan doa kita bersama agar Allah SWT memberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan. Di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang, kita mengajak seluruh petugas dan warga binaan untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak doa dan istighfar, dan mengatur penggunaan air se efektif mungkin. Pada musim kemarau yang panjang ini merupakan tanggung jawab bersama dalam penggunaan air pada saat aktivitas sehari-hari” ujar Kalapas.

Ia Menambahkan Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan dukungan petugas Lapas Sarolangun yang memastikan seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan lancar, Terlebih dengan Humanis.

"Pengawasan tetap dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pengamanan, namun tetap mengedepankan suasana humanis dan kekhidmatan selama kegiatan keagamaan berlangsung," Tegas nya

Kalapas Menegaskan, Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga mencakup pembinaan mental dan spiritual. Kehadiran petugas dan warga binaan dalam satu kegiatan keagamaan mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghadapi kondisi yang sedang terjadi. 

"dengan  Sholat Istisqa, 
Lapas Kelas IIB Sarolangun mengajak seluruh petugas dan warga binaan untuk bersama-sama meningkatkan ketakwaan, memperbanyak istighfar, menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, serta memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang bermanfaat dan membawa keberkahan bagi Sarolangun dan seluruh wilayah yang terdampak kekeringan" Harap nya

 ( Kabiro Jambi YN SBN )
Gelar Sholat Istisqa,Kalapas :  Wujud Ikhtiar dan Doa Memohon Turunnya Hujan

Gelar Sholat Istisqa,Kalapas : Wujud Ikhtiar dan Doa Memohon Turunnya Hujan

Agustus 25, 2026
Gelar Sholat Istisqa,
Kalapas :  Wujud Ikhtiar dan Doa Memohon Turunnya Hujan

SIMAK BERITA NEWS COM 

Selasa 25 Agustus 2026

Merangin Jambi 

Bangko
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko melaksanakan Sholat  Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di tengah kondisi kemarau yang berlangsung cukup lama di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Merangin.

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Bangko. Dengan penuh khidmat, seluruh peserta mengikuti rangkaian Sholat Istisqa hingga selesai, dilanjutkan dengan penyampaian khutbah dan doa bersama.

Pelaksanaan Sholat  Istisqa menjadi momentum bagi seluruh jajaran Lapas Bangko untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus menyadari bahwa kondisi alam merupakan bagian dari kehendak Allah SWT. Kekeringan yang berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan serta memperbanyak doa dan introspeksi diri.

Kalapas IIB  Bangko, Syaikoni,A.Md.IP SH MH  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar bersama antara petugas dan warga binaan untuk memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.

“Kita bersama-sama melaksanakan Sholat  Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang, khususnya di Kabupaten Merangin. Semoga melalui doa yang kita panjatkan bersama, Allah SWT memberikan keberkahan dan segera menurunkan hujan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kalapas Syaikoni

Menurutnya, pelaksanaan Sholat Istisqa juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan, warga binaan diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, serta membangun kesadaran untuk senantiasa bersyukur dan memperbaiki diri.

“Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bersyukur, menjaga lingkungan, memperbanyak doa, dan senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT,” Pinta nya Syaikoni.A.Md.IP .SH MH 

Lanjut Syaikoni, Lapas Bangko berharap Sholat Istisqa yang dilaksanakan bersama tersebut dapat menjadi ikhtiar yang membawa keberkahan serta menjadi sarana mempererat kebersamaan antara petugas dan warga binaan dalam menghadapi kondisi kemarau yang berkepanjangan Saat ini 

" Semoga doa yang  kita Panjatkan hendak nya di Jabah Allah SWT" Harap nya 

Kabiro Jambi YN SBN 
Pemerintah Kota Bekasi Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Hankam Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati

Pemerintah Kota Bekasi Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Hankam Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati

Agustus 24, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,---

Selasa 25 Agustus 2026 ,--
KOTA  --  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Tata Ruang (DISTARU) melakukan penertiban bangunan liar yang berada di sepanjang bantaran Kali Harun, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Senin (24/08).

Penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam menjaga ketertiban, fungsi bantaran sungai, serta mendukung penataan lingkungan dan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Kota Bekasi.

Sebelum pelaksanaan penertiban, Pemerintah Kota Bekasi telah melalui sejumlah tahapan sesuai prosedur. dari pemberian sosialisasi kepada pemilik bangunan, hingga terbitnya Surat Peringatan (SP) 1, SP 2, dan SP 3 secara bertahap dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan.

Sebelum dilakukan pembongkaran, pihak Pemerintah Kota Bekasi juga telah memberikan himbauan kepada penghuni bangli tersebut untuk dapat melakukan pembongkaran secara mandiri 14 hari sebelum terjadinya pembongkaran oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Dalam pelaksanaan penertiban tersebut, terdapat sekitar 40 bangunan liar yang menjadi sasaran penataan. 

Meski masih terdapat beberapa pemilik bangunan yang pada awalnya enggan melakukan relokasi, 

Pemerintah Kota Bekasi tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.Upaya komunikasi dan pendekatan secara langsung kepada masyarakat dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya penataan bantaran Kali 

Harus serta konsekuensi pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Melalui pendekatan tersebut, proses penertiban dapat berjalan dengan baik dan kondusif. Pemerintah Kota Bekasi mengapresiasi sikap masyarakat yang turut mendukung proses penataan serta memahami 

kepentingan yang lebih luas dalam menjaga lingkungan dan ketertiban wilayah.Pemerintah Kota Bekasi menegaskan bahwa penertiban bukan semata-mata tindakan administratif, tetapi merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tertata, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.Ke depan, 

Pemerintah Kota Bekasi akan terus melakukan pengawasan dan penataan terhadap pemanfaatan ruang di berbagai wilayah, mengingat kejadian ada beberapa bangunan yang terkonfirmasi memiliki atas hak penggunaan yang sah diarea tersebut, akan tetapi persoalan tersebut dapat diatasi dengan baik. guna memastikan fungsi fasilitas umum, sempadan sungai, dan ruang publik dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk terus mengedepankan komunikasi, pendekatan persuasif, dan sinergi bersama masyarakat dalam setiap proses penataan wilayah, demi terwujudnya Kota Bekasi yang semakin tertib, nyaman, dan layak bagi seluruh warga.

( GEOFFREY . M )