Polemik Video Gudang Beras, Kepala Bulog Merangin Buka Suara soal Dugaan Timbangan Bansos
SIMAK BERITA NEWS COM
Senin 19 Oktober 2026
Merangin Jambi
. Pinca Bulog dan Kepala Pemasaran
Bangko
Kepala Perum Bulog Cabang Merangin, Junaidi Damanik, akhirnya memberikan penjelasan terkait polemik video gudang beras yang sebelumnya viral di media sosial, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers di Kabupaten Merangin atas pernyataannya yang sempat menuai kekecewaan.
Dalam keterangannya di hadapan puluhan awak media di kantor Bulog Merangin, Senin (19/10/2026), Junaidi menegaskan bahwa video yang memperlihatkan pekerja diduga menginjak beras dan merokok di area gudang tersebut bukan berasal dari gudang Bulog Merangin.
Ia mengaku hingga saat ini belum mengetahui secara pasti lokasi maupun asal-usul video yang beredar tersebut.
“Video yang beredar itu bukan di Bulog Merangin. Sampai saat ini saya juga belum mengetahui secara pasti terkait video tersebut,” jelas Junaidi di hadapan awak media.
Selain memberikan klarifikasi terkait video, Junaidi juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya sebelumnya yang menyinggung kedekatannya dengan sejumlah media nasional. Pernyataan tersebut sempat memunculkan kesan bahwa dirinya mengabaikan keberadaan media lokal yang menjalankan tugas jurnalistik di Kabupaten Merangin.
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada maksud saya untuk merendahkan ataupun menjatuhkan profesi kawan-kawan wartawan yang ada di Kabupaten Merangin. Sebelum bertugas di sini, saya memang sudah banyak mengenal rekan-rekan media di luar daerah, termasuk media nasional,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa ke depan dirinya ingin membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih baik dengan seluruh insan pers di Kabupaten Merangin.
Junaidi juga mempersilakan wartawan untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai aktivitas Bulog, termasuk penyaluran bantuan pangan ke sejumlah desa.
Menurutnya, kritik dan pemberitaan media merupakan bagian penting dalam pengawasan terhadap pelayanan publik, sepanjang informasi yang disampaikan mengedepankan fakta dan konfirmasi dari pihak terkait.
Dalam kesempatan yang sama, Junaidi turut menanggapi informasi mengenai keluhan sejumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Merangin yang menduga beras dalam kemasan berlabel 10 kilogram memiliki berat aktual hanya sekitar 9 kilogram.
Ia menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Kami masih menelusuri persoalan itu. Ke depan, kami juga akan memberikan dokumentasi proses pengemasan dan penimbangan agar bisa diketahui bahwa berat beras yang disalurkan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Junaidi menjelaskan, apabila ditemukan kekurangan berat beras yang diterima masyarakat di lapangan, penerima bantuan diharapkan segera melaporkannya kepada kepala desa setempat. Selanjutnya, pemerintah desa dapat meneruskan laporan tersebut kepada Bulog untuk ditindaklanjuti.
“Kalau memang di lapangan ditemukan kekurangan timbangan, kami berharap masyarakat melapor melalui kepala desa. Nanti kepala desa menyampaikan kepada kami dan akan kami tindak lanjuti untuk dilakukan penggantian apabila terbukti ada kekurangan,” tegasnya.
Junaidi juga meminta awak media turut mengawasi pelaksanaan program bantuan pangan, mulai dari proses pengemasan, distribusi, hingga beras diterima oleh masyarakat.
Ia menilai pengawasan bersama diperlukan agar penyaluran bantuan berjalan sesuai ketentuan dan persoalan yang muncul dapat segera ditangani.
Meski demikian, dugaan kekurangan berat beras dalam kemasan 10 kilogram tersebut masih memerlukan verifikasi melalui penimbangan dan pemeriksaan langsung terhadap sampel beras yang diterima masyarakat.
Begitu pula dengan video gudang yang sebelumnya viral, asal-usul rekaman dan lokasi kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan adanya penjelasan tersebut, masyarakat berharap Bulog tidak hanya memberikan klarifikasi, tetapi juga menindaklanjuti setiap persoalan secara transparan, baik terkait pengawasan kebersihan gudang maupun ketepatan berat bantuan pangan yang disalurkan kepada warga.
Keterbukaan informasi, ketepatan timbangan, dan pengawasan distribusi menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Bulog di Kabupaten Merangin.
Reporter Mila / YN kabiro
Editor Geofrey M