Dampak Erupsi Anak Krakatau, Wali Kota Bekasi Tinjau Langsung Pelaksanaan PJJ di SMPN 14 dan SDN 6 Bintara

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Wali Kota Bekasi Tinjau Langsung Pelaksanaan PJJ di SMPN 14 dan SDN 6 Bintara

September 08, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Selasa 08 September 2026 --
KOTA. -  BEKASI ,--

KOTA- BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mulai menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa jenjang SD dan SMP sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada Selasa dan Rabu, 8-9 September 2026, sambil melihat perkembangan dan melakukan evaluasi terhadap kondisi selanjutnya.

Pada hari pertama pelaksanaan PJJ, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melakukan peninjauan langsung ke sejumlah sekolah, yakni SMP Negeri 14 Kota Bekasi dan SD Negeri 6 Bintara, Selasa (8/9/2026). 

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana proses pembelajaran berlangsung sekaligus memastikan situasi lingkungan sekolah tetap dalam kondisi baik.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring dengan memanfaatkan Zoom Meeting. Pola pembelajaran ini mengingatkan pada sistem belajar yang pernah diterapkan ketika pandemi Covid-19, di mana siswa mengikuti 

kegiatan pembelajaran dari rumah dan guru tetap memberikan materi secara daring.Tri mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan penerapan PJJ tidak mengurangi kualitas proses belajar mengajar bagi para siswa.“Kami ingin memastikan bahwa meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah, proses belajar tetap berjalan dengan baik. Guru tetap memberikan materi dan pendampingan, sementara anak-anak juga harus tetap mengikuti pembelajaran dengan disiplin,” ujar Tri.

Menurutnya, penerapan PJJ merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menyikapi kondisi lingkungan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Pemerintah Kota Bekasi juga akan terus memantau perkembangan situasi untuk menentukan langkah berikutnya.“Kita akan terus melihat dan mengevaluasi kondisi di lapangan. Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak, tetapi pendidikan juga harus tetap berjalan. 

Mudah-mudahan kondisi erupsi segera membaik sehingga aktivitas sekolah dapat kembali normal,” katanya.

Tri berharap para siswa, guru, dan orang tua dapat bekerja sama selama PJJ berlangsung. 

Orang tua juga diharapkan membantu memastikan anak tetap mengikuti pembelajaran sesuai jadwal.Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut sebelum menentukan kebijakan pembelajaran berikutnya.

( ADE SANJAYA / MALAU . SBN )


Santri Ponpes KHASS Berterimakasih ke Bupati H M SyukurJalan dari Pulau Baru Menuju Simpang Renah Medan Diperbaiki

Santri Ponpes KHASS Berterimakasih ke Bupati H M SyukurJalan dari Pulau Baru Menuju Simpang Renah Medan Diperbaiki

September 08, 2026
Santri Ponpes KHASS Berterimakasih ke Bupati H M Syukur
Jalan dari Pulau Baru Menuju Simpang Renah Medan Diperbaiki

SIMAK BERITA NEWS COM 

Merangin Jambi 

Bangko
Para santri Pondok Pesantren KH Abdul Satar Saleh (Ponpes Khass), yang berada di Desa Renah Medan Kecamatan Renah Pembarap, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Merangin H M Syukur.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan menyusul telah dilakukan perbaikan dan perawatan ruas jalan sepanjang 6,3 Km dengan lebar 4,5 meter dari Pulau Baru menuju Simpang Renah Medan, yang menjadi ‘urat nadi’ aktivitas para santri.

‘’Kami selalu terus berusaha semua jalan lancar dilalui. Perbaikan jalan ini baru perkerasan fungsional, kedepannya akan kami tingkatkan menjadi jalan aspal mantap,’’ujar Bupati didampingi Kabid Bina Marga Dinas PUPR Merangin Ariya Asghara.

Para santri mengaku sangat bersyukur, karena perbaikan jalan itu dinilai sangat membantu aktivitas para santri maupun masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Kondisi jalan yang baik membuat perjalanan menjadi lebih lancar dan aman.

Para santri sangat merasakan manfaat dari perbaikan infrastruktur itu, terutama saat menuju maupun meninggalkan lingkungan pondok pesantren, untuk mengikuti berbagai aktivitas pendidikan dan kegiatan lainnya.

“Terima kasih kepada Bupati Merangin H M Syukur yang telah memperhatikan dan memperbaiki jalan menuju pondok kami. Sekarang jalan lebih lancar dan aman dilalui,” ujar Muhammad seorang santri yang mewakili santri lainnya.

Menurut para Santri, akses jalan yang baik sangat penting bagi keberlangsungan aktivitas di Ponpes. Selain memudahkan para santri, kondisi jalan yang nyaman juga memberikan kemudahan bagi para guru, orang tua santri dan masyarakat sekitar.

Para santri berharap perhatian Pemerintah terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dapat terus dilakukan, sehingga akses transportasi menuju kawasan Ponpes dan desa-desa di sekitarnya semakin baik.

Perbaikan jalan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Pemkab Merangin dalam meningkatkan infrastruktur hingga ke wilayah pedesaan, guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta menunjang kegiatan pendidikan keagamaan.(*)
Peduli Warga di Tengah Erupsi Anak Krakatau, Wali Kota Bekasi Sisipkan Masker dalam Selasa Ceria

Peduli Warga di Tengah Erupsi Anak Krakatau, Wali Kota Bekasi Sisipkan Masker dalam Selasa Ceria

September 08, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Selasa 08 September 2926 ,--
KOTA. -  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi kembali melaksanakan kegiatan rutin mingguan Selasa Ceria dengan membagikan makanan kepada masyarakat di sekitar lingkungan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (8/9/2026).

Namun, pelaksanaan Selasa Ceria kali ini dilakukan dengan penyesuaian menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah. 

.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian karena abu vulkanik terpantau berdampak hingga wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Selain makanan, Pemerintah Kota Bekasi juga membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. 

Masker tersebut diberikan bersamaan dengan makanan sebagai bentuk kepedulian sekaligus langkah sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi paparan abu dan debu saat beraktivitas di luar ruangan.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kondisi yang sedang terjadi. 

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan, terutama ketika terdapat potensi gangguan akibat sebaran abu vulkanik.“Selasa Ceria bukan hanya tentang berbagi makanan, tetapi juga bagaimana pemerintah hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Dalam kondisi seperti sekarang, kami tambahkan masker agar warga dapat lebih terlindungi dari paparan abu vulkanik saat beraktivitas,” ujar Tri.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi dan arahan dari pemerintah maupun instansi terkait. 

Aktivitas di luar ruangan diharapkan dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi udara dan menggunakan masker apabila diperlukan.“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan keselamatan. 

Semoga aktivitas Gunung Anak Krakatau segera membaik, kondisi kembali normal, dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa tanpa adanya gangguan,” katanya.

Sebaran abu vulkanik Anak Krakatau memang menjadi perhatian sejumlah daerah. Pemerintah dan berbagai pihak juga melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi dampaknya terhadap masyarakat. 

Melalui kegiatan Selasa Ceria, Pemkot Bekasi berharap bantuan sederhana berupa makanan dan masker dapat memberikan manfaat langsung sekaligus menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

( GEOFFREY . M  )


Dua Siswa SMP N 04 Merangin Torehkan Prestasi di Pencak Silat dan Catur

Dua Siswa SMP N 04 Merangin Torehkan Prestasi di Pencak Silat dan Catur

September 08, 2026
Dua Siswa SMP N 04 Merangin Torehkan Prestasi di Pencak Silat dan Catur

SIMAK BERITA 
NEWS . COM 

Selasa 08 September 2026

Merangin Jambi 

Bangko 
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMP Negeri 04 Merangin. Dua pelajar sekolah tersebut berhasil meraih juara dalam dua ajang olahraga dan kompetisi bergengsi yang diselenggarakan di wilayah Provinsi Jambi beberapa waktu lalu. 

Pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Terbuka se-Sumatera Piala Dandim 0416/Bungo Tebo yang berlangsung di Kabupaten Bungo, salah seorang siswa SMP N 04 Merangin berhasil meraih Juara II Kategori Pra Remaja.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pelajar SMP N 04 Merangin mampu menunjukkan kemampuan, semangat juang, serta sportivitas dalam menghadapi persaingan dengan para atlet muda dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Tidak hanya di cabang olahraga pencak silat, prestasi juga berhasil diraih oleh Haykal Alqodru Ismon. Siswa SMP N 04 Merangin tersebut sukses meraih Juara II Kategori Junior pada Turnamen Catur Bulanan Non Master ke-7 yang diselenggarakan oleh Pengprov Percasi Jambi di Kota Sungai Penuh.

Keberhasilan Haykal menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMP N 04 Merangin. Capaian tersebut menunjukkan bahwa para siswa tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk olahraga dan permainan yang mengasah kemampuan berpikir serta strategi.

Kepala SMP N 04 Merangin Ragil Tri Minerva,.S.Pd,.G.r, mengatakan bahwa prestasi yang diraih kedua siswa tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh pelajar SMP N 04 Merangin untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

"Kami memberikan apresiasi atas perjuangan dan kerja keras para siswa yang telah membawa nama baik SMP N 04 Merangin di tingkat regional dan provinsi. Dukungan dari sekolah, orang tua, serta para pembina diharapkan dapat terus mendorong lahirnya generasi-generasi berprestasi,"ujarnya, Selasa (08/09/2026).

Dengan kembali bertambahnya deretan prestasi tersebut, SMP N 04 Merangin terus membuktikan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

"Sekali saya ucapkan selamat dan sukses kepada para siswa berprestasi SMP N 04 Merangin. Teruslah berjuang, berprestasi, dan mengharumkan nama sekolah serta Kabupaten Merangin,"pungkasnya. 

Reporter : Yazdi Awan
Monitoring dan Evaluasi TPK di Sungai Manau dan Pangkalan Jambu, Dinas PPKB Tekankan Target Satu Tahun dan Pelaporan Tepat Waktu

Monitoring dan Evaluasi TPK di Sungai Manau dan Pangkalan Jambu, Dinas PPKB Tekankan Target Satu Tahun dan Pelaporan Tepat Waktu

September 08, 2026
Monitoring dan Evaluasi TPK di Sungai Manau dan Pangkalan Jambu, Dinas PPKB Tekankan Target Satu Tahun dan Pelaporan Tepat Waktu

SIMAKBERITA
NEWS . COM

08 September 2026

Merangin Jambi 

Bangko 
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Merangin melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap kinerja Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kecamatan Sungai Manau dan Kecamatan Pangkalan Jambu.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembinaan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab para kader TPK dalam memberikan pendampingan kepada keluarga sasaran di wilayah masing-masing.

Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, Dinas PPKB Kabupaten Merangin menekankan pentingnya komitmen seluruh kader TPK untuk melaksanakan tugas secara maksimal dan mencapai target pendampingan yang telah ditetapkan dalam jangka waktu satu tahun.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Merangin drg.H.Sony Propesma,.M.Ph, melalui Kabid Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan (KS) Rafdi,.S.Pd,.M.M, mengatakan, bahwa kader TPK diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan pendampingan secara rutin, tetapi juga mampu memastikan seluruh sasaran mendapatkan pelayanan dan pendampingan sesuai dengan program yang telah ditetapkan.

"Ya, pelaporan harus tepat waktu dan capaian harus sesuai target dalam satu tahun. Dimana setiap desa di Kecamatan, dalam masing-masing program seperti pendampingan calon pengantin (catin) ibu-ibu hamil (Bumil), Pasca Salin, Balita Dua Tahun (Baduta) harus 90 Persen,"kata Kabid KS Rafdi,.S.Pd,.M.M. Selasa (08/09/2026). 

Masih dikatakan Rafdi, selain pencapaian target, persoalan administrasi dan pelaporan juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan tersebut. Dinas PPKB menegaskan bahwa setiap kegiatan dan hasil pendampingan harus dilaporkan sesuai sasaran dengan batas waktu yang ditentukan. 

"Pelaporan yang tertib dan sesuai jadwal dinilai sangat penting karena menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan program di lapangan. Data dan laporan yang disampaikan tepat waktu juga akan memudahkan proses monitoring, evaluasi serta pengambilan langkah tindak lanjut terhadap berbagai kendala yang dihadapi,"tuturnya. 

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi di Kecamatan Sungai Manau dan Pangkalan Jambu tersebut, Dinas PPKB Kabupaten Merangin berharap seluruh kader TPK dapat semakin meningkatkan disiplin, tanggung jawab dan kualitas pendampingan kepada keluarga sasaran.

Dinas PPKB juga mendorong adanya koordinasi yang baik antara kader TPK dengan pemerintah desa, kecamatan serta pihak terkait lainnya. Kolaborasi dan komunikasi yang baik diyakini menjadi salah satu kunci dalam menyukseskan program pendampingan keluarga di Kabupaten Merangin.

"Dengan monitoring dan evaluasi yang terus dilakukan secara berkala, diharapkan berbagai kendala di lapangan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama. Para kader TPK pun diharapkan mampu bekerja lebih optimal, mencapai target yang telah ditentukan dalam satu tahun serta membangun budaya pelaporan yang tertib,"terangnya. 

Sementara itu, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dinas PPKB Kabupaten Merangin dalam memperkuat peran Tim Pendamping Keluarga sebagai ujung tombak pelaksanaan program pendampingan keluarga di tingkat desa dan kecamatan. 

"Tadi ada juga yang menyampaikan mandeknya pelaporan dikarenakan tidak adanya jaringan internet (sinyal) sehingga membuat pelaporan tertunda. Bagi kamiitu hanya gangguan sementara saja, ketika sinyal kembali bagus apa salahnya diinput kembali,"pungkasnya. 

Reporter : Yazdi Awan
Dampak Kabut Asap, PMI Merangin Turun ke Jalan Bagikan Masker Gratis untuk Pengendara

Dampak Kabut Asap, PMI Merangin Turun ke Jalan Bagikan Masker Gratis untuk Pengendara

September 07, 2026
Dampak Kabut Asap, PMI Merangin Turun ke Jalan Bagikan Masker Gratis untuk Pengendara

SIMAK BERITA NEWS COM 

Selasa 08 September 2026

Merangin Jambi 

Bangko
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengakibatkan kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Merangin semakin parah. Namun, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Merangin turun langsung ke jalan untuk membagikan masker gratis kepada para pengendara. Kegiatan ini terpantau di perempatan lampu merah depan kantor Bupati lama, Selasa, (08/09/2026). 

Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai upaya membantu melindungi masyarakat, khususnya pengendara roda dua maupun roda empat yang setiap hari beraktivitas di tengah kondisi kabut asap.

Para petugas PMI Merangin membagikan masker kepada pengendara yang melintas. Pembagian masker ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya kepedulian PMI di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap.

Kabut asap yang terjadi tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Herman Efendi, ketua PMI Merangin, menghimbau agar masyarakat dapat  meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan. Pasalnya, penggunaan masker saat berada di luar rumah menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel asap.

"Ya, pada hari ini kita membagikan masker kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian PMI Merangin  ditengah kabut asap yang melanda saat ini,"ujar Herman Efendi, Selasa, (08/09/2026). 

Masih dikatakan Herman Efendi, masyarakat juga diharapkan dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak terlalu penting, khususnya bagi anak-anak, lansia dan kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap gangguan kesehatan.

"Sekali lagi kami katakan, pembagian masker ini menjadi wujud nyata kepedulian kemanusiaan PMI Merangin terhadap masyarakat. Di tengah kondisi kabut asap, kehadiran PMI diharapkan dapat membantu masyarakat untuk tetap terlindungi dan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan,"jelasnya. 

PMI Merangin menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama harus terus ditumbuhkan, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi kondisi yang dapat berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

"Dengan semangat kemanusiaan, PMI Merangin terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai aksi sosial dan kegiatan kepedulian, termasuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap yang terjadi,"pungkasnya. 

Reporter : Yazdi Awan
Hasil Evaluasi Hari Pertama Sekolah, Pemkot Bekasi Lakukan PJJ Sekolah secara Menyeluruh

Hasil Evaluasi Hari Pertama Sekolah, Pemkot Bekasi Lakukan PJJ Sekolah secara Menyeluruh

September 07, 2026
SIMAK BERITA NEWS . XOM ,--

Senin 07 September 2026 ,--
KOTA. --  BEKASI-,--

KOTA - BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi memutuskan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai 8-9 Sept 2026 bagi seluruh siswa SD dan SMP di Kota Bekasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Keputusan tersebut diambil setelah Pemkot Bekasi melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan kewaspadaan yang sebelumnya memberikan ruang kepada masing-masing satuan pendidikan untuk menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kondisi lingkungan sekolah.Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, evaluasi di lapangan menunjukkan upaya perlindungan terhadap siswa masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya, belum seluruh siswa disiplin menggunakan masker dan masih ditemukan debu di lingkungan sejumlah sekolah.“Setelah kita evaluasi kondisi di lapangan hari ini , kita melihat langkah mitigasi perlu diperkuat. 

Karena itu, untuk sementara pembelajaran kita alihkan ke rumah agar anak-anak tetap bisa belajar dalam kondisi yang lebih terlindungi,” kata Tri, Senin (7/9/2026).

Menurut Tri, keputusan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menghadapi kondisi yang masih dinamis. Pemkot tidak ingin menunggu kondisi memburuk untuk kemudian mengambil langkah perlindungan.“Ini bukan berarti kegiatan belajar dihentikan. Pembelajaran tetap berjalan dari rumah. Kita hanya memindahkan prosesnya sementara sampai kondisi memungkinkan anak-anak kembali ke sekolah,” ujarnya.Tri

 mengatakan, kebijakan tersebut akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik, kondisi lingkungan sekolah, kualitas udara serta masukan dari perangkat daerah dan instansi teknis terkait.“Kita akan evaluasi terus. Kalau kondisi sudah memungkinkan, tentu anak-anak akan kembali belajar tatap muka. Prinsipnya kita ingin pendidikan tetap berjalan, tetapi kesehatan dan keselamatan anak juga harus menjadi pertimbangan utama,” katanya.

Pemkot Bekasi juga meminta orang tua memastikan anak tetap mengikuti kegiatan pembelajaran selama PJJ serta membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi melalui perangkat daerah terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi dampaknya terhadap wilayah Kota Bekasi.“Kami terus pantau dan koordinasi dengan instansi terkait. 

Kalau ada perkembangan yang perlu diketahui masyarakat, akan kami sampaikan melalui kanal resmi Pemerintah Kota Bekasi. Jadi tetap tenang, tetap waspada, dan jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya,” tutur Tri.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/3/DISDIK.PTK tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Abu Vulkanik. 

Dalam edaran tersebut, sekolah diminta meningkatkan penggunaan masker, mengurangi aktivitas luar ruangan, menjaga kebersihan lingkungan sekolah serta memberikan perhatian khusus kepada peserta didik yang rentan.Kebijakan PJJ ini menjadi bentuk penyesuaian Pemkot Bekasi setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi aktual di lapangan. 

Pemerintah memastikan perkembangan situasi akan terus dipantau dan kebijakan dapat disesuaikan kembali berdasarkan hasil evaluasi..

( GEOFFREY .M )