Dinas PPKB Merangin Monitoring dan Evaluasi TPK serta Sosialisasi MBG di Kecamatan Pamenang Selatan dan Renah Pamenang
SIMAK BERITA NEWS COM,--
Senin 07 September 2026 ,-
Merangin Jambi ,--
Bangko
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Merangin terus melakukan upaya penguatan program pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Salah satunya melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta Sosialisasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Kecamatan Pamenang Selatan dan Kecamatan Renah Pamenang, Senin, (07/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas PPKB Kabupaten Merangin untuk memastikan berbagai program yang telah berjalan di tingkat kecamatan dan desa dapat terlaksana secara optimal, tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Dinas PPKB Kabupaten Merangin juga melakukan monitoring terhadap pelaporan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan tugas TPK sekaligus memastikan proses pelaporan kegiatan pendampingan keluarga dapat dilaksanakan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasalnya, TPK memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting melalui pendampingan terhadap kelompok sasaran, mulai dari pendampingan calon pengantin, pendampingan ibu hamil, pendampingan ibu pasca melahirkan hingga pendampingan keluarga yang memiliki anak, khususnya balita usia dua tahun.
Kepala Dinas PPKB Merangin drg.H.Sony Propesma, melalui Kepala Bidang KS Rafdi,.S.Pd,.M.M mengatakan, bahwa pendampingan TPK diharapkan mampu memberikan perhatian sejak dini terhadap berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika anak telah lahir, namun juga perlu dimulai sejak masa persiapan pernikahan dan kehamilan.
"TPK memiliki peran utama memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola asuh anak yang baik. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi dan memberikan pengasuhan yang tepat sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak,"katanya Rafdi,.S.Pd,.M.M, Senin, (07/09/2026).
Selain itu, TPK juga bertugas melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan kelompok sasaran secara berkala. Pemantauan tersebut penting dilakukan agar perkembangan kesehatan dapat diketahui sejak dini dan apabila ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat segera dilakukan tindak lanjut.
"TPK juga berperan membantu keluarga dalam mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan. Dengan adanya pendampingan tersebut, diharapkan kelompok sasaran dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhannya,"terangnya.
Selain itu lanjut Rafdi, pelaporan TPK juga menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan pendampingan keluarga. Melalui laporan tersebut dapat diketahui berbagai kegiatan yang telah dilakukan, perkembangan kelompok sasaran yang didampingi serta berbagai kendala yang dihadapi oleh TPK di lapangan.
"Melalui monitoring pelaporan tersebut, Dinas PPKB memberikan arahan dan evaluasi kepada anggota TPK agar dapat meningkatkan ketertiban dan ketepatan dalam menyampaikan laporan kegiatan. Data dan laporan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi serta dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut program,"tuturnya.
Selain melakukan monitoring terhadap TPK, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman seluruh pihak terkait sekaligus mengetahui perkembangan pelaksanaan program di lapangan.
"Kita berharap melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, peran TPK dalam melakukan pendampingan keluarga dapat semakin optimal, terutama dalam upaya pencegahan stunting,"ucapnya.
Melalui monitoring pelaporan, evaluasi kinerja TPK serta penguatan koordinasi lintas sektor, Dinas PPKB Kabupaten Merangin terus berkomitmen memastikan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan hingga ke tingkat keluarga.
"TPK juga sebagai ujung tombak kesuksesan dalam pencegahan stunting, untuk itu kesejahteraan juga kami perhatikan, termasuk memberikan insentif kepada TPK,"pungkasnya.
( Reporter Muh.:Yazdi SBN )
