Wali Kota Bekasi Gerakkan ASN Belanja di Pasar Baru, Hidupkan Pasar Yang Telah Tertata.

Wali Kota Bekasi Gerakkan ASN Belanja di Pasar Baru, Hidupkan Pasar Yang Telah Tertata.

Oktober 02, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM --

Jum'at 02 Oktober 2926 --
KOTA. -  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI — Pasar Baru Bekasi mulai didorong kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi warga. .

Setelah dilakukan penataan kawasan, Pemerintah Kota Bekasi kini menggelar Gerakan Belanja Ramai-Ramai ke Pasar Rakyat (Gebrak Pasar), dengan mengajak jajaran pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) berbelanja langsung ke pasar.Gerakan tersebut dimulai Jumat pagi, diawali dengan senam bersama di area parkiran Pasar Baru. 

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama istri, Wiwiek Hargono, turut turun langsung menyapa pedagang dan berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga.

Mulai dari sayuran, lauk-pauk hingga beras, kebutuhan sehari-hari dibeli langsung dari pedagang pasar. 

Aktivitas tersebut sekaligus menjadi cara Pemkot Bekasi memperkenalkan kembali
Pasar Baru sebagai ruang belanja yang dekat dengan masyarakat.

Tri Adhianto mengatakan, pasar rakyat memiliki keunggulan yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern, salah satunya fleksibilitas harga melalui proses tawar-menawar.“Pasar ini menjadi satu tempat yang demokratis, tempat masyarakat bersilaturahmi sekaligus melatih kemampuan bernegosiasi melalui aktivitas tawar-menawar,” ujar Tri.
Ia mencontohkan, perbedaan harga dapat cukup signifikan antara pasar rakyat dan pusat perbelanjaan. Produk yang di tempat lain bisa mencapai sekitar Rp300 ribu, menurutnya, dapat ditemukan di pasar dengan harga sekitar Rp135 ribu.

Karena itu, kata Tri, pemerintah ingin mendorong pasar rakyat kembali ramai dengan menciptakan kebiasaan belanja langsung di pasar. 

Salah satunya melalui Gebrak Pasar yang akan digelar rutin setiap bulan.“Friday Morning untuk sementara kita arahkan ke pasar-pasar rakyat. Jadi aktivitasnya tidak berhenti pada olahraga, tetapi kita sambungkan dengan aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut Tri, keramaian pasar akan berdampak langsung pada pedagang dan pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari transaksi harian.Pelaksanaan perdana Gebrak Pasar sekaligus menjadi momentum untuk melihat langsung hasil penataan Pasar Baru Bekasi. Sejumlah area telah ditata, termasuk rooftop yang kini dimanfaatkan pedagang dengan pengaturan dan ketentuan berdagang yang telah ditetapkan.Pemkot Bekasi akan menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin bulanan dengan lokasi pasar rakyat yang dapat bergantian.Gebrak Pasar diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi cara untuk mengembalikan aktivitas belanja ke pasar rakyat sekaligus memperbesar perputaran uang di tingkat pedagang dan pelaku usaha kecil.

( GEOFFREY. M )
Editor: : Geoffrey .M
GEBRAK PASAR di Pasar Baru Bekasi, ASN Ikut Ramaikan Pasar Rakya ammt

GEBRAK PASAR di Pasar Baru Bekasi, ASN Ikut Ramaikan Pasar Rakya ammt

Oktober 02, 2026
SIMAK BERITA NEWS. COM ,--

Jum'at 02 Agustus 2026 ,--
KOTA  -  BEKASI,--
.
Program  GEBRAK PASAR (Gerakan Belanja Rame-Rame ke Pasar Rakyat)* kembali digelar di Pasar Baru Bekasi, Jumat (2/10/2026). 

Kegiatan ini diikuti ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi sebagai bentuk dukungan untuk para pedagang dan pelaku usaha yang beraktivitas di pasar rakyat.
.
Sebelum berbelanja, para ASN terlebih dahulu mengikuti senam pagi bersama. 

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan berbelanja berbagai kebutuhan sehari-hari di Pasar Baru Bekasi.Salah satu ASN yang ikut dalam kegiatan tersebut, *Cahya Gunaria*, menyampaikan dukungannya terhadap program GEBRAK PASAR. 

Dalam kegiatan tersebut, ia turut membeli tiga ekor ayam dan dua kilogram ikan mujair untuk kebutuhan sehari-hari.*“Alhamdulillah, terima kasih Pak Wali dan Pak Wakil. 

Kami aparatur Pemerintah Kota Bekasi mendukung sepenuhnya program ini. Hari ini kami sudah membeli tiga ekor ayam dan dua kilogram ikan mujair. 

Tentunya program ini sangat baik untuk para pedagang,”* ujarnya.Dukungan terhadap program ini juga dirasakan langsung oleh para pedagang di Pasar Baru Bekasi. 

Salah seorang pedagang mengatakan, kehadiran ASN yang kembali berbelanja di pasar mengingatkannya pada suasana pasar yang dulu lebih ramai.*“Dulu saya dagang enak. 

Orang Pemda, habis pulang dari kantor, banyak yang ke pasar sini. 

Sekarang sudah tidak seramai dulu. 
Dengan adanya program ini, alhamdulillah, kalau bisa berjalan lancar saya sangat berterima kasih. Semoga bisa ada yang masuk ke pasar lagi,”* ungkapnya.

Menurut pedagang tersebut, semakin banyak ASN dan masyarakat yang kembali berbelanja di pasar dapat membantu membuat aktivitas jual beli kembali ramai.

Melalui GEBRAK PASAR, ASN diajak untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ikut meramaikan pasar rakyat dan mendukung para pedagang lokal. 

Kehadiran ASN diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk kembali berbelanja langsung di pasar.Program GEBRAK PASAR pun diharapkan terus berjalan dan semakin ramai diikuti, sehingga pasar rakyat kembali menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

( GEOFFREY .M )
Editor ' Geoffrey.M.

Jangan Salah Sangka, Apalagi Salah Menilai ! Inspektur Jaya Tegaskan Audit Investigatif SD 253 Murni Pengawasan Keuangan Negara

Jangan Salah Sangka, Apalagi Salah Menilai ! Inspektur Jaya Tegaskan Audit Investigatif SD 253 Murni Pengawasan Keuangan Negara

Oktober 01, 2026
Jangan Salah Sangka, Apalagi Salah Menilai ! Inspektur Jaya Tegaskan Audit Investigatif SD 253 Murni Pengawasan Keuangan Negara,

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Jumat 02 Oktober 2026 ,--

Merangin Jambi ,--

Bangko ,
Inspektorat Kabupaten Merangin menegaskan bahwa pelaksanaan audit investigatif terhadap pengelolaan keuangan di SD Negeri 253 Bangko tidak dilatarbelakangi persoalan pribadi maupun dendam terhadap kepala sekolah.

Hal tersebut disampaikan Inspektur Inspektorat Kabupaten Merangin, Jaya Kusuma, dalam konferensi pers bersama awak media  yang digelar setelah pihaknya menyelesaikan telaah internal terkait persoalan tersebut, Kamis (01/09/2026)..

Jaya menegaskan, audit reguler  merupakan bagian dari tugas dan kewenangan Inspektorat dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan serta pertanggungjawaban keuangan negara.

“Tidak ada unsur dendam. Ini murni tugas kami dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan negara. Kami tidak mencari-cari kesalahan, tetapi meluruskan dan memastikan setiap dana yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Jaya.

Ia menjelaskan, pihak Inspektorat sebelumnya telah menyampaikan surat undangan kepada kepala sekolah untuk hadir dan memberikan keterangan terkait pengelolaan serta pertanggungjawaban dana BOS tahun 2025. Namun, menurutnya, yang bersangkutan tidak memenuhi undangan tersebut.

“Surat undangan sudah kami sampaikan kepada yang bersangkutan, tetapi tidak datang. Bahkan SPJ tahun 2025 juga belum disampaikan. Karena itu kami perlu melakukan pendalaman,” jelasnya.

Sebagaimana di katakan Jaya,Setelah kami berkirim surat ke sekian kalinya, barulah yang bersangkutan menyerahkan SPJ nya, tapi ketika menyerahkan SPJ yang bersangkutan tidak mendampingi ketika tim Irban II turun dan hanya bisa berkomunikasi dengan operator sekolah. Dan ketika ditanya, operator tidak bisa menjawab pertanyaan dari tim kita 

Terkait hal itu, Jaya Menerangkan adanya informasi mengenai kemungkinan kesalahan perhitungan dalam audit reguler sebelumnya, Jaya mengatakan pihaknya terbuka untuk melakukan telaah dan perbaikan. Inspektorat, kata dia, juga telah turun langsung ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan komunikasi.

“Kita telaah dan kita perbaiki bersama. Internal di institusi kami juga kami koreksi jika memang ada kekeliruan. Kami sudah turun ke sekolah, tetapi saat itu komunikasi lebih banyak dilakukan dengan operator, sementara kepala sekolah tidak dapat berkomunikasi langsung dengan tim,” ujarnya..

Menurut Jaya, Inspektorat tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap kepala sekolah, tetapi juga bertanggung jawab mengevaluasi kinerja jajaran internal apabila ditemukan kekeliruan dalam proses pemeriksaan.

“Ini bukan uang kita, ini uang negara yang harus kita pertanggungjawabkan. Saya bukan hanya menyalahkan kepala sekolah, tetapi jajaran saya juga bisa saya evaluasi apabila ada kekeliruan,” katanya .,.

Ia juga meminta agar tidak lagi berkembang narasi yang menyebutkan Inspektorat memiliki persoalan pribadi atau dendam terhadap kepala sekolah SD Negeri 253 Bangko.

“Saya minta kepada kawan-kawan jangan ada lagi narasi yang mengatakan Inspektorat dendam kepada kepala sekolah. Inspektorat hadir untuk membina dan mengawasi pengelolaan keuangan negara, termasuk kinerjanya,” tegas Jaya.

Jaya menjelaskan, hasil telaah dan monitoring Inspektorat merupakan bagian dari kewajiban lembaga untuk disampaikan kepada pimpinan maupun masyarakat. Menurutnya, apabila sejak awal pihak sekolah kooperatif dalam memberikan data dan pertanggungjawaban, proses pemeriksaan tidak perlu berkembang menjadi audit investigatif secara mendalam.

“Kami meminta beliau dapat mempertanggungjawabkan dana BOS tahun 2025. Kalau sejak awal kooperatif, mungkin tidak akan sampai pada audit investigatif. Yang dilakukan cukup pembinaan dan telaah bersama,” ungkapnya..

Ia menambahkan, audit investigatif bukan hanya dilakukan terhadap SD Negeri 253 Bangko. Beberapa sekolah lainnya juga dapat menjalani proses serupa apabila terdapat persoalan pertanggungjawaban atau tidak menyampaikan SPJ sesuai ketentuan.

“Bukan hanya SD 253 Bangko. Ada juga kepala sekolah lain yang tidak menyampaikan SPJ, kemudian kami panggil dan dilakukan audit investigatif. Jadi persoalan ini harus diluruskan,” katanya..

Jaya menegaskan, Inspektorat dalam menjalankan tugasnya berupaya profesional dan tidak gegabah mengambil keputusan. Audit investigatif dilakukan berdasarkan hasil telaah dan pertimbangan internal.

“Kami tidak gegabah mengambil keputusan. Kami profesional dan tidak mau mencari kesalahan. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang benar bahwa tidak ada persoalan pribadi dengan kepala sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Jaya Kusuma juga menegaskan bahwa persoalan itu tidak ada kaitannya dengan pelantikan kepala sekolah, karena Jaya menyebut hal tersebut bukan merupakan ranah Inspektorat.

“Masalah pelantikan kepala sekolah bukan ranah kami itu ranahnya Dikbud. Tidak ada kaitannya dengan audit tersebut. Sementara untuk audit reguler, tim yang turun kemarin dari Irban II dengan jumlah empat orang ke SD N 253 Bangko,” jelasnya.

Ia mengatakan, sebelum memberikan penjelasan kepada media, Inspektorat terlebih dahulu melakukan telaah internal agar informasi yang disampaikan benar-benar berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dievaluasi..

“Saya tidak mau tergesa-gesa menjawab konfirmasi media karena kami menunggu telaah internal terlebih dahulu. Mengapa hari ini kami menjawab? Karena telaah internalnya sudah siap. Makanya kami lakukan konferensi pers,” pungkas Jaya.

Soal beda temuan dengan BPK, menurutnya, perbedaan temuan dengan BPK terjadi karena perbedaan ruang lingkup, periode, dan kelengkapan dokumen, saat audit dilakukan.

“SPJ yang ada tidak otomatis meniadakan temuan karena audit melihat secara keseluruhan bukan hanya melihat yang dipersoalkan sebesar Rp.61 juta itu,”sebutnya.

Inspektorat berharap proses pemeriksaan dapat berjalan secara kooperatif dan objektif sehingga setiap persoalan pengelolaan keuangan negara dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Sekali lagi saya minta, agar kepsek SD N 253 Bangko Kooperatif kepada kami, sehingga tidak ada lagi masalah yang timbul dikemudian hari,"tuntasnya.

( Reporter : M Yazdi )
Editor : Geoffrey .M 


Hari Lansia Sedunia di Bekasi, 1.500 Lansia Ikut Fashion Show hingga Tampil Bermain Angklung .

Hari Lansia Sedunia di Bekasi, 1.500 Lansia Ikut Fashion Show hingga Tampil Bermain Angklung .

Oktober 01, 2026
SIMAK BERITA NEWS.  COM ,--.

Kamis 01 Oktober 2026 ,--
KOTA. -  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI – Sekitar 1.500 lansia berkumpul di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, Kamis (1/10/2026), dalam peringatan Hari Lansia Sedunia dan Hari Kesehatan Mental Nasional.Mengusung tema “Lansia Sehat, Jiwa Raga, Berdaya, Bermartabat Bersama PDI Perjuangan”, 

kegiatan tersebut dihadiri Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning, jajaran fraksi dan anggota PDI Perjuangan, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Beragam kreativitas ditampilkan para lansia dalam kegiatan tersebut, mulai dari fashion show, permainan angklung, hingga tarian Bali. Penampilan itu menjadi ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, berkarya, dan tampil percaya diri di tengah masyarakat.

Para peserta juga mendapatkan layanan kesehatan gratis, di antaranya pemeriksaan kesehatan mata serta pemberian kacamata bagi lansia yang membutuhkan. 

Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong para lansia untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, Kota Bekasi dinilai tepat menjadi lokasi peringatan Hari Lansia karena telah memiliki Sekolah Lansia KUN (Kasih Untuk Negeri) yang berjalan sejak 2022. Saat ini, sekitar 3.800 lansia telah terdaftar dalam program tersebut.

Menurut Tri, Sekolah Lansia menjadi ruang bagi para lansia untuk mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan sekaligus beraktivitas dan bersosialisasi.“Sekolah Lansia di Kota Bekasi sudah berjalan sejak 2022. 

Saya sangat mengapresiasi lansia yang tetap ingin terus belajar, beraktivitas, bersosialisasi dan menjaga kesehatan. 

Sehingga masa lanjut usia tetap dapat dijalani dengan kegiatan yang positif,” ujar Tri.

Tri mengatakan, keberadaan Sekolah Lansia merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung kelompok lanjut usia agar tetap sehat, aktif, dan memiliki ruang untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. 

Ia menilai keberadaan Sekolah Lansia di Kota Bekasi dapat menjadi ruang komunikasi, edukasi kesehatan, sekaligus aktivitas sosial bagi masyarakat lanjut usia.“Tadi disampaikan oleh Pak Wali Kota Bekasi, Pak Tri Adhianto, bahwa Kota Bekasi telah memiliki sekolah lansia. 

Program seperti ini akan kami dorong menjadi kebijakan strategis di daerah-daerah yang dipimpin kader PDI Perjuangan. 

Sekolah lansia bisa menjadi ruang komunikasi, edukasi kesehatan, hingga aktivitas sosial bagi para lansia,” ungkap Hasto.Hasto juga mengapresiasi terobosan Pemkot Bekasi yang telah membangun wadah pemberdayaan lansia secara terstruktur. 

Menurutnya, perhatian terhadap lansia perlu ditempatkan sebagai bagian dari gerak kebudayaan agar mereka tetap memiliki ruang interaksi dan tidak merasa sendiri.“Komitmen kepedulian terhadap lansia kami tempatkan sebagai gerak kebudayaan. 

Kader-kader partai akan ditugaskan mengunjungi para lansia dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada mereka agar tidak merasa sendiri, mendapatkan pelayanan kesehatan, dan memiliki ruang sosialisasi yang baik,” ujarnya.

Hasto mengatakan, Pemkot Bekasi telah merancang kurikulum dan program Sekolah Lansia sejak 2022. 

Menurutnya, ruang edukasi tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan interaksi dan aktivitas bagi kelompok lanjut usia.“Kami melihat struktur penduduk usia lanjut di Kota Bekasi cukup besar. 

Kami tidak ingin lansia menjadi beban, tetapi justru menjadi faktor pendorong pembangunan Kota Bekasi melalui pengalaman, pemikiran, dan keteladanan yang mereka miliki,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tri juga memaparkan sejumlah upaya Pemkot Bekasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, mulai dari pembangunan polder untuk penanganan banjir, pengembangan PSEL Bantargebang, perluasan akses jaminan kesehatan, penataan kawasan Pasar Baru dan Pondok Gede, hingga pengembangan taman dan ruang terbuka hijau.

Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan melalui urban farming, budidaya ayam petelur, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal, beasiswa perguruan tinggi, pengembangan perpustakaan modern, serta penataan kawasan Kalimalang dan Danau Duta.

Tri mengatakan, pembangunan kota perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia.“Kita ingin pembangunan di Kota Bekasi tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakatnya bisa hidup sehat, aktif, produktif dan mendapatkan ruang untuk berinteraksi. 

Lansia juga harus menjadi bagian dari pembangunan dan memiliki kesempatan untuk terus berkarya,” katanya.

Peringatan Hari Lansia Sedunia dan Hari Kesehatan Mental Nasional tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental lansia, sekaligus membuka lebih banyak ruang agar mereka tetap aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah Kota Bekasi berharap keberadaan Sekolah Lansia dan berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya dapat terus berkembang, sehingga para lansia memiliki lingkungan yang mendukung untuk tetap sehat, aktif, dan berdaya 

( GEOFFREY . M )
Editor: Geoffrey.M 
Warga Binaan Lapas Sarolangun Saksikan Film Mantagi : Air dan Manusia, Hadirkan Pesan Budaya dan Moral

Warga Binaan Lapas Sarolangun Saksikan Film Mantagi : Air dan Manusia, Hadirkan Pesan Budaya dan Moral

Oktober 01, 2026
Warga Binaan Lapas Sarolangun Saksikan Film Mantagi : Air dan Manusia, Hadirkan Pesan Budaya dan Moral

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Kamis 01 Oktober 2026 ,--
JAMBI ,--

Sarolangun ,
Suasana berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti kegiatan nonton bareng film Mantagi: Air dan Manusia, sebuah film yang mengangkat tema kebudayaan, lingkungan, serta pentingnya air bagi kehidupan manusia.

Kegiatan nonton bareng ini menjadi ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan hiburan sekaligus pembelajaran melalui karya film yang sarat dengan pesan moral. Film Mantagi: Air dan Manusia menyajikan cerita dari berbagai latar budaya dan kehidupan masyarakat, dengan air sebagai bagian penting yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Film tersebut disutradarai oleh Taufik Hidayat Rusti. Kehadirannya di Lapas Kelas IIB Sarolangun menjadi pengalaman tersendiri karena karya film Mantagi untuk pertama kalinya diputar dan disaksikan secara langsung oleh warga binaan di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Selain Mantagi: Air dan Manusia, warga binaan juga menyaksikan film berjudul Catatan Daun, yang disutradarai oleh Mas Bayu Kumara, selaku Kasi Binapigiatja Lapas Kelas IIB Sarolangun.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan positif bagi warga binaan melalui seni dan budaya. Film menjadi media untuk menyampaikan pesan tentang kehidupan, kepedulian terhadap lingkungan, hubungan manusia dengan alam, serta nilai-nilai sosial yang dapat direnungkan bersama.

Kalapas: Film Menjadi Media Pembelajaran dan Refleksi

Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun menyampaikan bahwa kegiatan nonton bareng film merupakan salah satu bentuk kegiatan positif yang dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi warga binaan.

«“Kami menyambut baik kegiatan pemutaran film ini di Lapas Sarolangun. Film bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran dan refleksi bagi warga binaan. Melalui cerita yang disampaikan, mereka dapat melihat berbagai persoalan kehidupan, kebudayaan, lingkungan, serta pentingnya menjaga air sebagai sumber kehidupan,” ujar Kalapas.»

Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat pembinaan di Lapas, yaitu memberikan ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan pengalaman positif selama menjalani masa pidana.

«“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka ruang kreativitas, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya, serta memberikan inspirasi kepada warga binaan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar, berubah, dan menghasilkan sesuatu yang positif,” tambahnya.»

Kesan Warga Binaan: Film Memberikan Pesan yang Dekat dengan Kehidupan

Salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan pengalaman dan pesan baru setelah menyaksikan Mantagi: Air dan Manusia.

«“Film ini bukan hanya bercerita tentang air, tetapi juga tentang kehidupan manusia dan bagaimana kita harus menghargai alam. Banyak pesan yang bisa kami ambil. Setelah menonton, kami jadi berpikir bahwa sesuatu yang selama ini dianggap biasa, seperti air, ternyata memiliki arti yang sangat besar bagi kehidupan,” ungkapnya

Warga binaan lainnya juga mengapresiasi kesempatan menyaksikan karya film secara langsung di dalam Lapas.

«“Kami senang bisa mengikuti kegiatan seperti ini. Selain menghibur, filmnya memberikan pelajaran. Apalagi ceritanya berkaitan dengan budaya dan kehidupan masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus ada di Lapas,” tuturnya.»

Sutradara Mantagi: Sebuah Pengalaman yang Berkesan

Sutradara Mantagi: Air dan Manusia, Taufik Hidayat Rusti, mengungkapkan kesan mendalam saat karya yang dibuatnya dapat diputar di Lapas Kelas IIB Sarolangun dan disaksikan langsung oleh warga binaan.

«“Ini menjadi pengalaman pertama bagi saya memutar film Mantagi di dalam Lapas. Ada perasaan yang berbeda ketika melihat film yang kami buat bisa bertemu dengan penonton dari ruang yang berbeda, termasuk warga binaan. Saya melihat mereka menikmati film, menyimak ceritanya, dan mudah-mudahan pesan yang kami sampaikan dapat sampai kepada mereka,” ujar Taufik.»

Ia berharap pemutaran film tersebut tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi dapat menjadi ruang pertemuan antara karya seni, manusia, dan nilai-nilai kehidupan.

«“Bagi saya, film bukan hanya tentang layar dan cerita. Film adalah ruang untuk bertemu, berdialog dan saling memahami. Ketika Mantagi diputar di Lapas Sarolangun, saya merasa film ini menemukan ruang pertemuan baru dengan penontonnya,” katanya.»

Berteman, Bertemu Mantagi di Lapas Sarolangun .

Kegiatan pemutaran film Mantagi: Air dan Manusia di Lapas Kelas IIB Sarolangun membawa sebuah pesan sederhana namun kuat melalui tagline:

“Berteman, Bertemu Mantagi di Lapas Sarolangun.”

Tagline tersebut menggambarkan semangat bahwa film dapat menjadi jembatan pertemuan antara manusia, budaya, lingkungan, dan berbagai latar kehidupan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya dilakukan melalui program keterampilan dan pembinaan kepribadian, tetapi juga dapat dilakukan melalui seni, film, budaya, dan ruang refleksi.

Film menjadi jendela untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Dan di balik tembok Lapas Sarolangun, Mantagi: Air dan Manusia hadir membawa cerita tentang air, budaya, kehidupan, serta pesan bahwa setiap manusia selalu memiliki ruang untuk belajar dan menemukan makna baru.

( Kabiro Jambi YN SBN )
Editor. : Geoffrey . M 
Di Balik Tembok Lapas, Semangat Pancasila Tetap Menyala, Petugas Lapas Bangko Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026

Di Balik Tembok Lapas, Semangat Pancasila Tetap Menyala, Petugas Lapas Bangko Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026

September 30, 2026
Di Balik Tembok Lapas, Semangat Pancasila Tetap Menyala, Petugas Lapas Bangko Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Kamis 01 Oktober 2026 ,--

Merangin Jambi ,--


  Kalapas Bangko Syaikoni,Amd IP SH MH 

Bangko ,
Suasana khidmat menyelimuti halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bangko, Kamis (1/10/2026) pagi. Seluruh petugas Lapas Bangko berbaris rapi dalam seragam lengkap untuk mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026.

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Bangko, Syaikoni, Amd IP SH MH yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh petugas Lapas Bangko, mulai dari jajaran pejabat struktural hingga petugas pengamanan dan staf, tanpa terkecuali.

Sejak awal, jalannya upacara berlangsung tertib dan penuh kedisiplinan. Barisan peserta tampak tegap dan kompak mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, hingga penghormatan kepada inspektur upacara. Kekompakan itu mencerminkan semangat kebersamaan dan kedisiplinan yang menjadi nilai utama insan pemasyarakatan.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa atas teguhnya Pancasila sebagai dasar negara yang mampu bertahan menghadapi berbagai ancaman terhadap persatuan dan kedaulatan bangsa, termasuk peristiwa G30S/PKI pada 1965.

Usai pelaksanaan upacara, Syaikoni menegaskan bahwa momentum ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan semata Saja tetapi akan kita ambil dari makna nilai nilai tersebut.

"Melalui upacara ini, kami mengajak seluruh petugas untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjalankan tugas sebagai insan pemasyarakatan," ujar Syaikoni.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam sikap dan perilaku petugas, baik dalam pengamanan maupun pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Integritas, profesionalisme, dan pelayanan yang humanis disebut sebagai bentuk nyata pengamalan Pancasila di lingkungan lapas.

Syaikoni berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan semangat persatuan di antara seluruh jajaran, memperkuat integritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan kepada warga binaan.

" Dengan terlaksananya upacara ini, Lapas Bangko berkomitmen untuk terus meneguhkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pelaksanaan tugas demi mewujudkan pemasyarakatan yang bersih, profesional, dan berintegritas," Ungkap 

( Kabiro Jambi YN SBN )
Editor : Geoffrey. M
Semarak HUT DWP ke-27, Lomba Menyanyi Solo Antar Dinas/Instansi Meriahkan Kota Bekasi.

Semarak HUT DWP ke-27, Lomba Menyanyi Solo Antar Dinas/Instansi Meriahkan Kota Bekasi.

September 30, 2026
SIMAK BERITA NEWS. COM ,--

Kamis 01 Oktober 2026 ,--
KOTA. -  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-27 Tahun 2026 terasa semakin meriah melalui Lomba Menyanyi Solo Antar Dinas/Instansi Tingkat Kota Bekasi. 

Kegiatan tersebut mempertemukan perwakilan dari berbagai dinas dan instansi di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi dalam suasana penuh semangat, kreativitas, dan kebersamaan.Para peserta tampil membawakan lagu pilihan masing-masing dengan penuh percaya diri. 

Tidak hanya menampilkan kemampuan olah vokal, setiap penampilan juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan ekspresi, kreativitas, serta semangat kebersamaan dalam memeriahkan HUT DWP ke-27.Ketua DWP Kota Bekasi, 

Fitrotun Junaedi, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.“Lomba ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita dapat membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan memberikan ruang bagi anggota DWP serta perwakilan dari berbagai instansi untuk menyalurkan bakat dan kreativitasnya. 

Saya sangat mengapresiasi semangat seluruh peserta yang telah tampil dengan penuh percaya diri,” ujar Fitrotun Junaedi.

Menurutnya, kegiatan dalam rangka HUT DWP diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.“Semoga semangat yang muncul dalam kegiatan ini dapat terus terjaga dan menjadi energi positif bagi kita semua. DWP akan terus mendukung berbagai kegiatan yang mampu mempererat persatuan, meningkatkan kreativitas, serta memberikan manfaat bagi keluarga besar Pemerintah Kota Bekasi dan masyarakat,” tambahnya.

Setelah melalui seluruh rangkaian perlombaan dan penilaian, berikut daftar pemenang Lomba Menyanyi Solo Antar Dinas/Instansi Tingkat Kota Bekasi:
🏆 Juara 1: RSUD CAM — No. Urut 3

🥈 Juara 2: Perumda Tirta Bhagasasi — No. Urut 7🥉 Juara

 3: SETDA — No. Urut 

4✨ Juara Harapan 1: DINKES — No. Urut 

6✨ Juara Harapan 2: Kesbangpol — 
No. Urut 2
✨ Juara Harapan 3: DPMPTSP — No. Urut 8Kemeriahan lomba tidak hanya terlihat dari antusiasme para peserta, tetapi juga dari dukungan dan semangat yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Setiap penampilan menjadi bagian dari suasana perayaan HUT DWP ke-27 yang mengedepankan kebersamaan dan silaturahmi.

Selamat kepada seluruh pemenang atas prestasi yang diraih. 
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan memberikan penampilan terbaiknya.

Melalui rangkaian kegiatan HUT DWP ke-27 Tahun 2026, diharapkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan pengabdian semakin kuat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun keluarga besar Pemerintah Kota Bekasi yang harmonis dan solid.

( Reporter : RIANA SARI SBN )
Editor :; Geoffrey .M