Lapas Sarolangun Siaga Asap, Kesehatan Warga Binaan Jadi Prioritas
SIMAK BERITA NEWS COM ,--
Selasa 20 Oktober 2026 ,--
Sarolangun ,--
Sarolangun ,
Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jambi menjadi perhatian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun. Untuk mengantisipasi risiko gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), jajaran Lapas Sarolangun memperkuat langkah pencegahan melalui pembagian masker dan pemantauan kesehatan secara berkala terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta petugas.
Kebijakan tersebut merupakan langkah preventif yang diambil Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, Amd.IP, S.Sos., sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kesehatan seluruh penghuni dan petugas di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
Selain pembagian masker, pelayanan kesehatan juga dilakukan secara aktif oleh tim Klinik Pratama Lapas Sarolangun yang dipimpin dr. Lia Utami. Bersama tim medis, ia secara rutin mendatangi kamar-kamar hunian untuk memantau kondisi kesehatan warga binaan, mengidentifikasi keluhan sejak dini, serta memastikan kebutuhan penanganan medis dapat segera ditindaklanjuti.
Pola pelayanan dengan pendekatan jemput bola ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Dengan pemeriksaan langsung di kamar hunian, petugas kesehatan dapat lebih cepat mengetahui kondisi warga binaan dan memberikan penanganan sesuai hasil pemeriksaan medis.
Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, Amd.IP, S.Sos., menegaskan bahwa kesehatan warga binaan dan petugas merupakan aspek penting yang harus dijaga, terlebih dalam situasi lingkungan yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
“Di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla, kami mengambil langkah antisipatif dengan membagikan masker kepada warga binaan dan petugas serta meningkatkan pemantauan kesehatan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga binaan tetap mendapatkan pelayanan yang layak dan setiap keluhan kesehatan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini dan kepedulian seluruh jajaran terhadap kondisi kesehatan di lingkungan lapas. Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan secara konsisten agar risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan.
Sementara itu, dokter Klinik Pratama Lapas Sarolangun, dr. Lia Utami, menjelaskan bahwa paparan asap dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan, sehingga diperlukan kewaspadaan dan pemantauan kesehatan secara berkala.
“Kami melakukan pemeriksaan langsung ke kamar-kamar hunian untuk memantau kondisi warga binaan dan mengetahui lebih awal apabila terdapat keluhan kesehatan. Jika ditemukan gejala yang mengarah pada gangguan pernapasan, kami akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan sesuai kondisi medis masing-masing,” jelas dr. Lia.
Ia juga mengimbau warga binaan dan petugas agar menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, membatasi aktivitas di luar ruangan apabila memungkinkan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengalami keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, atau sesak napas.
" Melalui langkah pencegahan dan pelayanan kesehatan yang proaktif tersebut, Lapas Kelas IIB Sarolangun berupaya memastikan bahwa dampak kabut asap tidak menghambat pemenuhan hak kesehatan warga binaan. Upaya ini sekaligus mencerminkan komitmen jajaran pemasyarakatan dalam menghadirkan pelayanan yang responsif, humanis, dan berorientasi pada keselamatan," ungkap nya
Di tengah tantangan lingkungan akibat karhutla, Lapas Sarolangun terus memperkuat kesiapsiagaan dengan mengedepankan pencegahan, pemantauan, dan penanganan kesehatan sebagai bagian dari tanggung jawab pelayanan pemasyarakatan.
Lapas Sarolangun berkomitmen menjaga kesehatan warga binaan dan petugas melalui pelayanan yang sigap, kepedulian yang berkelanjutan, serta langkah pencegahan yang terukur.
( Reporter Mila SBN )
Editor Geofrey M
