Menjadi Cahaya di Tengah Keterbatasan WBP Lapas Bangko Diajak Menebar Manfaat bagi Sesama

Menjadi Cahaya di Tengah Keterbatasan WBP Lapas Bangko Diajak Menebar Manfaat bagi Sesama

Juni 26, 2026
Menjadi Cahaya di Tengah Keterbatasan, 
  WBP Lapas Bangko Diajak Menebar Manfaat bagi Sesama

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 25 Juni 2026
Merangin Jambi 

Bangko
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bangko kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pembinaan kerohanian Islam yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Bangko 

Kegiatan yang diikuti oleh WBP muslim tersebut mengangkat tema “Orang Baik yang Bermanfaat” dan menghadirkan seorang dai dari Jamaah Tabligh sebagai pemateri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara rutin dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter WBP agar menjadi pribadi yang lebih baik selama menjalani masa pidana. Melalui pembinaan keagamaan, para WBP diharapkan mampu melakukan introspeksi diri, memperbaiki perilaku, serta menyiapkan diri untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Dalam tausiyah Yang Di Sampaikan pemateri menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Kebaikan seseorang tidak hanya diukur dari ibadah yang dilaksanakannya, tetapi juga dari sejauh mana dirinya mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Oleh karena itu, masa pembinaan di dalam lapas harus dimaknai sebagai kesempatan untuk membangun kembali kehidupan yang lebih baik dengan memperkuat nilai-nilai keagamaan, memperbaiki akhlak, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Selian itu Para WBP juga diajak untuk meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kesabaran, amanah, dan kepedulian terhadap sesama. Menurut pemateri, seseorang yang mampu memberikan manfaat melalui perkataan, tindakan, maupun keteladanan akan menjadi pribadi yang bernilai di hadapan Allah SWT dan dihormati oleh masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Heri, menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian merupakan salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan
.
Menurut Kalapas IIB Bangko Heri keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap aturan selama menjalani pidana, tetapi juga dari perubahan sikap dan pola pikir yang lebih baik.

“Melalui kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai positif kepada warga binaan agar mereka memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat. Harapannya, setelah selesai menjalani masa pidana, mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Heri Kalapas IIb Bangko 

Kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh antusiasme. Para WBP mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan sungguh-sungguh serta menyimak setiap materi yang disampaikan. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, 

Lapas Kelas IIB Bangko terus berkomitmen mewujudkan fungsi pemasyarakatan sebagai sarana pembentukan karakter, peningkatan kualitas diri, dan reintegrasi sosial, sehingga warga binaan mampu menjadi insan yang produktif, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama setelah kembali ke tengah masyarakat

( Kabiro Jambi Yendri SBN )
Kajari Merangin Di Wakili Kasi Pidum Ikuti  Rakor Sistem Peradilan Pidana Terpadu

Kajari Merangin Di Wakili Kasi Pidum Ikuti Rakor Sistem Peradilan Pidana Terpadu

Juni 26, 2026
Kajari Merangin Di Wakili Kasi Pidum Ikuti  Rakor Sistem Peradilan Pidana Terpadu

SIMAK BERITA NEWS COM 

Selasa 23 Juni 2026
Merangin Jambi 

Bangko 
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko menggelar Rapat Koordinasi Sistem Peradilan Pidana Terpadu (SPPT) di wilayah Kabupaten Merangin pada Senin (22/6/2026). 

Kegiatan yang mengusung tema
 "Memperkuat Sinergi Antar Aparat Penegak Hukum dan Instansi Terkait dalam Mewujudkan Penegakan Hukum yang Efektif dan Berkeadilan" tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para aparat penegak hukum.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Lapas Kelas IIB Bangko Heri, Ketua Pengadilan Negeri Bangko Kelas IB Acep Sopian Sauri, Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Merangin Afriyaldi Hakim SH, serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Merangin Risdiansyah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan coffee morning yang menjadi wadah diskusi dan koordinasi antar instansi dalam memperkuat sinergi penanganan perkara pidana, mulai dari tahap penyidikan, penuntutan, persidangan hingga pembinaan warga binaan di lembaga Pemasyarakatan.

Kalapas Kelas IIB Bangko Heri menyampaikan bahwa seluruh unsur yang tergabung dalam SPPT memiliki peran penting dalam mewujudkan sistem penegakan hukum yang terintegrasi.

"Kita berada dalam satu sistem peradilan pidana terpadu. Kepolisian sebagai penyidik, Kejaksaan sebagai penuntut, Pengadilan sebagai lembaga yang mengadili, dan Lapas sebagai ujung tombak pembinaan warga binaan. Karena itu, koordinasi yang baik menjadi sangat penting agar seluruh proses berjalan efektif," ujarnya.

Menurut Heri, salah satu hasil kesepakatan rapat adalah mendorong Pemerintah Kabupaten Merangin untuk membantu pembangunan ruang tahanan khusus perempuan, ruang tahanan anak, serta blok isolasi di Lapas Kelas IIB Bangko.

"Fasilitas tersebut masih sangat terbatas. Kami berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah sehingga proses penitipan tahanan perempuan maupun anak tidak lagi mengalami kendala dan pelayanan pemasyarakatan dapat berjalan sesuai ketentuan," tambahnya.

Sementara itu Kesempatan yang sama saat di  Wawacara oleh Awak media Simak berita News com Kepala Seksi Tindak Pidana umum Alfiyaldi Hakim SH  menyatakan pihaknya siap terus memperkuat koordinasi bersama seluruh aparat penegak hukum agar proses penanganan perkara berjalan profesional, efektif, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

"Sinergi antar penegak hukum harus terus dijaga Mulai dari proses penyidikan, penuntutan hingga pelaksanaan putusan harus berjalan selaras agar tercipta penegakan hukum yang berkeadilan," Tutur nya Kasi Pidum 

Kemudian rombongan Forkopimda dan para pejabat yang hadir meninjau langsung sejumlah blok hunian warga binaan. Rombongan juga mengunjungi lokasi bimbingan kerja (Bimker) untuk melihat berbagai program pembinaan keterampilan yang dijalankan Lapas Kelas IIB Bangko sebagai bekal bagi warga binaan setelah selesai menjalani masa pidana.

Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh unsur Sistem Peradilan Pidana Terpadu di Kabupaten Merangin berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan hukum, serta mendorong tersedianya sarana dan prasarana pemasyarakatan yang memadai demi mewujudkan penegakan hukum yang efektif, humanis, dan berkeadilan

( Kabiro Jambi Yendri SBN )
Di Ajang Sunda Karya Fest 2026 Kota Bekasi Raih Predikat Fashion Terkini Anugerah Fashion Show PKJB 2026 Se-Jawa Barat

Di Ajang Sunda Karya Fest 2026 Kota Bekasi Raih Predikat Fashion Terkini Anugerah Fashion Show PKJB 2026 Se-Jawa Barat

Juni 26, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Jum'at 26 Juni 2026 ,--
BANDUNG - JABAR,--

BANDUNG - Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, beserta Sekretaris TP PKK Kota Bekasi Wuri Handayani menghadiri ajang tahunan Sunda Karsa Fest 2026: 

Karya Kreatif Jawa Barat, yang digelar di Trans Convention Centre dan Trans Studio Mall Bandung. Jumat (26/06).

Kali ini di ajang Fashion termegah dan bergengsi di Jawa Barat, Kota Bekasi meraih Juara predikat Fashion Terkini Anugerah Fashion Show PKJB 2026 SE Jawa Barat.

Kehadiran Pemerintah Kota Bekasi dalam event ini menjadi bukti komitmen untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, sekaligus mendukung akselerasi transformasi digital bagi para pelaku UMKM lokal.“Ajang ini menjadi ruang strategis bagi Kota Bekasi untuk menunjukkan potensi ekonomi kreatifnya.

 Kami terus mendorong UMKM untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dan aktif dalam berbagai platform promosi digital,” ujar Wawali Abdul Harri Bobihoe

Ia juga menyampaikan pentingnya sinergi antardaerah dalam memperkuat stabilitas ekonomi berbasis budaya lokal.“Sinergi lintas daerah dalam Sunda Karsa Fest ini menjadi kekuatan besar untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. 

Kota Bekasi siap terus berkolaborasi demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui partisipasi aktif ini, Kota Bekasi menegaskan posisinya sebagai bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat, serta terus membuka peluang bagi warganya dalam pemanfaatan teknologi untuk kemajuan usaha dan budaya lokal.

Tak lupa di event Fashion tersebut; Wawali Harris Bobihoe beserta istri juga mengunjungi booth pameran produk unggulan Kota Bekasi.Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) 2026 diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan berlangsung pada 26 hingga 28 Juni 2026 di Trans Convention Centre serta Trans Studio Mall Bandung.

Acara juga dimeriahkan hiburan musik, tersedia pula sesi talkshow inspiratif menghadirkan narasumber berkompeten, antara lain Jerhemy Owen, Pidi Baiq, Dennis Guido, Gerald Vincent, Cindy May McGuire, Zaskia Adya Mecca, serta Citra Kirana. Suasana semakin lengkap dengan penyelenggaraan Tabligh Akbar.

Tak hanya itu, lebih dari 200 stan pameran akan meramaikan lokasi, menampilkan berbagai produk unggulan mulai dari busana, kecantikan, kuliner, produk ramah lingkungan, kerajinan dari Dekranasda, hingga informasi dan paket wisata dari desa-desa unggulan se-Jawa Barat. 

Khusus bagi masyarakat, acara ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis.Sebagai wadah lanjutan dari semangat Karya Kreatif Jawa Barat, festival ini bertujuan menjadi ajang promosi sekaligus penguatan bagi pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan pelestari budaya Sunda.

 ( Ludimin Jilud totok SBN )


Pemkot Bekasi Gandeng DPRD, dan Tokoh Bantargebang Tinjau PLTSa di China, Matangkan Groundbreaking PSEL Kota Bekasi

Pemkot Bekasi Gandeng DPRD, dan Tokoh Bantargebang Tinjau PLTSa di China, Matangkan Groundbreaking PSEL Kota Bekasi

Juni 25, 2026
SIMAK BERITA NEWS. COM ,--

Jumat 26 Juni 2026 ,--
KOTA -- BEKASI ,--

KOTA - BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur DPRD Kota Bekasi dan perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Wangneng Environment di Huzhou, China, pada 26 Juni 2026. 

,Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempelajari secara langsung teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) yang akan diterapkan pada proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi. 

Rombongan yang dipimpin oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan turut diikuti Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, pimpinan serta anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, serta H.Anton sebagai perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang. 

Kehadiran unsur pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam satu kunjungan tersebut merupakan bentuk keterbukaan informasi sekaligus upaya membangun pemahaman bersama terhadap proyek strategis yang akan menjadi salah satu solusi jangka panjang pengelolaan sampah di Kota Bekasi. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan bahwa kunjungan tersebut dilakukan agar para pemangku kepentingan dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi waste to energy beroperasi, mulai dari proses penerimaan sampah, pengolahan, pengendalian emisi hingga pemanfaatannya menjadi energi listrik."Kami ingin seluruh proses pembangunan PSEL berjalan secara transparan dan dipahami bersama oleh seluruh pihak.. 

Dengan melihat secara langsung, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai manfaat, standar operasional, serta aspek lingkungan yang diterapkan," ujar Kiswatiningsih.

Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari tahapan persiapan menjelang pembangunan fisik PSEL Kota Bekasi yang saat ini terus dipercepat. 

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa seluruh biaya kegiatan ditanggung oleh Wangneng Environment Co., Ltd. selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) yang telah ditetapkan dalam proyek PSEL Kota Bekasi."Pembiayaan kunjungan sepenuhnya ditanggung oleh Wangneng sebagai BUPP, sehingga tidak membebani keuangan daerah," jelas Kiswatiningsih.

Lebih jauh, Walikota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pembangunan PSEL bukan sekadar menghadirkan fasilitas pengolahan sampah modern, tetapi menjadi bagian dari transformasi besar kawasan Bantargebang. 

Selama puluhan tahun kawasan tersebut dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah terbesar di Indonesia. 

Ke depan, Pemerintah Kota Bekasi ingin mengubah stigma tersebut menjadi kawasan yang identik dengan inovasi lingkungan dan ekonomi hijau."Kami ingin mengubah stigma masyarakat terhadap Bantargebang. 

Tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat inovasi lingkungan hidup yang mampu mengubah sampah menjadi energi, membuka peluang ekonomi baru, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," ujar pria yang akrab disapa Mas Tri.

Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya ditopang oleh pembangunan PSEL. 

Pemerintah Kota Bekasi juga tengah mendorong pengembangan industri turunan berbasis ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah menjadi energi.

Selain mendukung pengurangan timbulan sampah, pengembangan industri berbasis FABA diharapkan mampu menghasilkan berbagai produk konstruksi bernilai tambah, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong tumbuhnya kawasan industri hijau yang terintegrasi di Bantargebang."Kami membayangkan Bantargebang ke depan berkembang menjadi kawasan ekonomi lingkungan. 

Ada PSEL yang menghasilkan energi listrik, ada industri pengolahan FABA yang menghasilkan produk bernilai ekonomi, ada aktivitas riset dan inovasi lingkungan, sehingga manfaatnya tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar," ungkapnya.

Melalui pembangunan PSEL dan pengembangan industri pendukungnya, Pemerintah Kota Bekasi berharap Bantargebang dapat menjadi contoh transformasi kawasan lingkungan yang berhasil mengubah tantangan menjadi peluang pembangunan berkelanjutan."Dulu orang mengenal Bantargebang karena gunungan sampahnya. Ke depan, kami ingin Bantargebang dikenal sebagai simbol keberhasilan pengelolaan lingkungan modern, tempat lahirnya energi bersih, inovasi teknologi, dan pusat pertumbuhan ekonomi hijau di Kota Bekasi," tutup Tri.

Adapun Pemerintah Kota Bekasi menargetkan tahapan groundbreaking dapat dilaksanakan pada awal Juli 2026 dan direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

( GEOFFREY. M )
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan

Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan

Juni 25, 2026
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan

SIMAK BERITA NEWS COM 
Kamis 25 Juni 2026

Merangin Jambi 

Bangko
Sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban serta memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtib,
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bangko kembali melaksanakan razia rutin pada blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh jajaran petugas pengamanan bersama pegawai yang tergabung dalam tim razia dengan menyasar sejumlah kamar hunian warga binaan.

Kegiatan diawali dengan apel dan pengarahan kepada seluruh petugas yang terlibat guna memastikan pelaksanaan razia berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur. 

Kalapas IIB Bangko dalam Arahannya  Selalu Mengingatkan Kepada Petugas untuk tetap mengedepankan sikap humanis, profesional, serta menghormati hak-hak warga binaan selama proses pemeriksaan berlangsung. 

Di Samping itu Razia kemudian dilaksanakan secara menyeluruh dengan memeriksa kamar hunian, area penyimpanan barang pribadi, serta sejumlah titik yang berpotensi digunakan untuk menyimpan barang-barang yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Pelaksanaan razia berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan kondusif. Para warga binaan menunjukkan sikap kooperatif serta mendukung jalannya kegiatan sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga keamanan lingkungan lapas. Petugas melakukan pemeriksaan secara cermat terhadap barang-barang yang berada di dalam kamar hunian guna memastikan tidak terdapat benda-benda yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Heri, menyampaikan bahwa kegiatan razia rutin merupakan salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Ia Menjelaskan Bahwa Pengawasan yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian yang  penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan warga Binaan
Razia rutin merupakan bentuk komitmen kami dalam melaksanakan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban 

" Alhamdulillah hasil razia kali ini menunjukkan kondisi yang relatif aman karena tidak ditemukan barang-barang terlarang yang berpotensi menimbulkan gangguan Serius Meski demikian kami tetap mengamankan barang-barang yang tidak sesuai ketentuan sebagai bentuk penegakan aturan dan langkah pencegahan sejak dini,” ujar Kalapas IIB Bangko 

lanjut Kalapas Heri menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban yang terjaga dengan baik akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan program Pembinaan

" Kegiatan razia akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari implementasi deteksi dini gangguan kamtib sekaligus mendukung terwujudnya Lapas Bangko yang aman, tertib, dan berorientasi pada pembinaan " Ungkap nya

Dengan Sinergi antara petugas dan warga binaan, diharapkan seluruh program pemasyarakatan dapat berjalan secara optimal sehingga tujuan pembinaan dalam membentuk warga binaan yang sadar hukum, berdisiplin, dan siap kembali ke tengah masyarakat dapat tercapai dengan baik.

( Kabiro Jambi Yendri SBN )
DPPKB Merangin  Gelar Rakor Aksi  Konvergensi Pencegahan dan percepatan Penurunan Stunting

DPPKB Merangin Gelar Rakor Aksi Konvergensi Pencegahan dan percepatan Penurunan Stunting

Juni 25, 2026
DPPKB Merangin  Gelar Rakor Aksi  Konvergensi Pencegahan dan percepatan Penurunan Stunting 

SIMAK BERITA NEWS COM 

Kamis 25 Juni 2026 
Merangin Jambi 

Bangko
Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Rapat Koordinasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas untuk Generasi Penerus Bangsa.

Rapat koordinasi tersebut Di Buka langsung oleh Wakil Bupati Merangin H.A Khafied Moein, Acara di pusatkan  Ruangan Aula Bappeda kamis 25 Juni 2026 

Rapat Koordinasi Turut di hadiri Beberapa Unsur dari  Organisasi Perangkat Daerah, Seperti  instansi vertikal, camat, kepala Puskesmas, Koordinator serta Pihak pihak Lain.

Tampak Hadir juga dari jajaran dinas DPPKB Antara Lain  Sekretaris,
Para Kabid, Beserta Staf DPPKB 

Kemudian Dari Pada itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Merangin, drg.H.Sony Propesma,.M.PH mengatakan, bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, Pemangku Kepentingan,

“Rapat koordinasi ini membahas berbagai strategi dan langkah konkret dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi stunting, termasuk evaluasi capaian program yang telah berjalan serta penyusunan rencana tindak lanjut untuk memperkuat pelaksanaan program di tingkat desa dan kecamatan,”Ungkap nya 

Selain itu Lanjut drg.Sony, Rakor ini juga menjadi sarana untuk bisa  mengidentifikasi berbagai kendala Persoalan  atau Permasalahan  yang dihadapi di lapangan sekaligus mencari solusi terbaik secara  bersama guna memastikan seluruh program pencegahan dan penurunan stunting berjalan efektif dan berkelanjutan untuk Kedepan .

Melalui Sinergi yang Solib bersama lintas sektor pihak pemangku kepentingan lain nya, maka optimistis target penurunan angka stunting dapat tercapai pada Tahun ini.

“Penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan kerja sama seluruh pihak  ”jelasnya.drg Sony Propesma MPH 

Lanjut drg.Sony Propesma MPH mengatakan  percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja maka perlu  Dibutuh kan juga kerja sama  yang kuat dari seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta dukungan dari Pemangku kepentingan lain nya.

Maka dari pada itu Saya berharap kedepan Melalui Rapat Koordinasi Aksi Konvergensi ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh program dan intervensi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Merangin sampai hari ini Penanganan Stunting berjalan secara terintegrasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

( Kabiro Jambi Yendri SBN )
Pemkab Merangin Targetkan Bebas Stunting di 2026 Melalui Rakor

Pemkab Merangin Targetkan Bebas Stunting di 2026 Melalui Rakor

Juni 25, 2026
Pemkab Merangin Targetkan Bebas Stunting di 2026 Melalui Rakor 

SIMAK BERITA NEWS COM 

Kamis 25 Juni 2026
Merangin Jambi 

Bangko 
Pemerintah Kabupaten sukses menekan angka prevalensi stunting secara signifikan dari 14,9 persen pada tahun 2023 menjadi 9,6 persen di tahun 2024.

Capaian satu digit tersebut memicu optimisme untuk merealisasikan target bebas stunting sepenuhnya pada tahun 2026.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, saat membacakan sambutan tertulis Bupati M. Syukur dalam Rapat Koordinasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Merangin Tahun 2026. Rapat ini digelar di Aula Depati Payung Kantor Bappeda Merangin, Kamis (25/6).

"Kita tidak boleh cepat puas dengan pencapaian ini. Seluruh jajaran harus tetap bekerja keras memberikan kontribusi nyata," ujar Wabup A. Khafidh 

Ia menekankan bahwa program penanggulangan ini bukan hanya mengejar target angka statistik. Langkah intervensi erat kaitannya dengan jaminan masa depan generasi penerus di bumi Merangin.

Guna memuluskan target bebas stunting, Pemkab Merangin menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak kecamatan, Puskesmas, hingga tingkat desa untuk memperkuat keterpaduan lintas sektor.

Penajaman koordinasi difokuskan pada validasi input data sasaran yang akurat serta ketepatan waktu pelaporan melalui sistem digital Web Aksi Konvergensi.

Pemerintah daerah meyakini, sinergi yang solid dan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan akan mampu mengatasi kendala anggaran maupun tantangan perubahan perilaku di tengah masyarakat.

Terpisah Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DPPKB drg Sony Propesma MPH mengatakan bahwa Kita tetap optimis Bebas Stunting pada Tahun 2026 ini ,

" Rapat koordinasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan  Stunting hari ini Berjalan dengan Sukses serta Lancar "  ungkap nya

Ia mengatakan Bahwa Peserta dari berbagai pihak terkait, yang Mengikuti Rapat Koordinasi hari ini melebihi dari Perkiraan dan Prediksi  yang di undang oleh Panitia Penyelengara.

" Alhamdulillah Peserta Begitu Konsisten mengikuti Rapat Koordinasi dari Awal sampai Akhir acara Selesai  " Ucap nya 

( Kabiro Jambi Yendri SBN )