Pimpin Upacara Harla Ke-81, Kajati Jambi Tekankan Penegakan Hukum Terpadu dan Berintegritas
SIMAK BERITA NEWS COM
Rabu 03 September 2026
Jambi
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Sugeng Hariadi, S.H., M.H., menegaskan pentingnya menjaga integritas, memulihkan kepercayaan masyarakat, serta menjunjung tinggi marwah institusi dalam menjalankan tugas dan kewenangan penegakan hukum.
Pesan tersebut disampaikan Kajati Jambi saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, yang berlangsung di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi, Rabu (2/9/2026).
Upacara diikuti oleh jajaran Adhyaksa di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jambi, antara lain Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, para Asisten, Kepala Bagian Tata Usaha, para Koordinator, Jaksa Senior, Pejabat Eselon IV dan V, Kepala Kejaksaan Negeri Jambi beserta jajaran, serta seluruh pegawai. Ketua Wilayah bersama jajaran anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Jambi turut hadir dalam upacara tersebut.
Dalam amanat tertulis Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, yang dibacakan oleh Kajati Jambi, disampaikan sejarah singkat perjalanan lahirnya Kejaksaan Republik Indonesia. Pelantikan Gatot Taroenamihardja sebagai Jaksa Agung pertama menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan panjang institusi Kejaksaan.
“Pelantikan Pak Gatot Taroenamihardja sebagai Jaksa Agung pertama menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang Kejaksaan,” ujar Sugeng Hariadi saat menyampaikan amanat tersebut.
Menurutnya, sejak awal kemerdekaan, Kejaksaan tidak hanya menjadi bagian dari struktur birokrasi negara, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga supremasi dan independensi hukum serta memastikan hadirnya keadilan bagi masyarakat.
Momentum Hari Lahir Kejaksaan ke-81, lanjut Sugeng, hendaknya menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan Adhyaksa untuk mengenang jasa dan perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi institusi Kejaksaan.
Peringatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen pengabdian kepada institusi, bangsa, dan negara dengan menjadikan setiap tantangan sebagai bahan evaluasi untuk bergerak menuju keadaan yang lebih baik.
“Setiap keterpurukan harus menjadi titik balik menuju keadaan yang lebih baik,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk bangkit bersama, memperkuat kepercayaan publik, serta mengembalikan dan menjaga marwah Kejaksaan melalui kerja nyata, profesionalisme, dan integritas.
“Kebangkitan Kejaksaan tidak lahir dari satu orang, satu kebijakan, atau satu generasi belaka,” ujarnya.
Perkuat Soliditas dan Pelayanan kepada Masyarakat
Sugeng Hariadi menekankan bahwa berbagai pengalaman dan tantangan yang telah dilalui harus menjadi pembelajaran bersama untuk memperkuat soliditas dan solidaritas seluruh jajaran Kejaksaan.
Soliditas tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas sekaligus memberikan pelayanan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan kepada masyarakat, khususnya bagi para pencari keadilan.
“Pengalaman yang telah kita lalui harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat soliditas dan solidaritas jajaran. Dengan demikian, kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Selain memperkuat internal institusi, Kajati Jambi juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh lembaga serta pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut mencakup sesama aparat penegak hukum, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, kalangan akademisi, hingga masyarakat sipil.
Menurutnya, sinergi antar Lembaga diperlukan untuk menciptakan sistem penegakan hukum yang efektif, terpadu, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Wujudkan penegakan hukum yang terpadu dan terintegrasi dengan saling menghormati kewenangan masing-masing,” tegas Sugeng.
Namun demikian, ia mengingatkan agar sinergi dan kolaborasi tersebut tetap dilaksanakan dengan menjunjung tinggi independensi, objektivitas, profesionalitas, serta kewenangan masing-masing institusi.
Kepercayaan Publik Adalah Amanah
Lebih lanjut, Kajati Jambi menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga oleh setiap insan Adhyaksa.
Kepercayaan tersebut tidak cukup hanya dibangun melalui pernyataan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan kinerja yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Jagalah wibawa itu dengan hati yang rendah. Tegaklah dengan kewenangan yang diberikan negara,” pesannya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran Kejaksaan agar tidak meminta maupun menerima sesuatu dengan mengatasnamakan institusi.
Menurutnya, setiap tindakan yang tidak sesuai dengan prinsip integritas, sekecil apa pun, berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat dan merusak martabat institusi yang telah dibangun serta dijaga bersama.
“Jangan pernah meminta atau menerima sesuatu dengan mengatasnamakan institusi. Tindakan sekecil apa pun yang mencederai integritas dapat merusak martabat Kejaksaan,” tegasnya.
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 diharapkan menjadi momentum bagi seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi untuk terus melakukan pembenahan, meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, dan menghadirkan penegakan hukum yang adil, humanis, transparan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dengan semangat Hari Lahir Kejaksaan ke-81, jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Terpisah Kasi Penerangan hukum Kejati Jambi Noly Wiyaya SH MH Mengatakan kepada awak media Ketika di Konfirmasi Melalui Percakapan WhatsApp Rabu 03/09/2026
" Alhamdulillah Upacara yang di gelar dalam rangka Harlah ke 81 kejaksaan RI Berjalan Lancar dan penuh dengan Khidmat " ,Ungkap Kasi Penkum Noly Wiyaya SH MH
Kabiro Jambi Yan SBN
