Urai Kemacetan, Wali Kota Bekasi Inisiasi Pembangunan Jalan Sejajar Mukhtar Tabrani

Urai Kemacetan, Wali Kota Bekasi Inisiasi Pembangunan Jalan Sejajar Mukhtar Tabrani

Agustus 13, 2026
SIMAK BERITA NEWS, COM ,--

Kamis 13 Agustus 2026,, --
KOTA  -- BEKASI ,--

Pemerintah Kota Bekasi tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengurai persoalan kemacetan sekaligus menstimulasi pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu upaya nyata yang sedang dipersiapkan adalah rencana pembangunan jalur alternatif baru yang dirancang sejajar dengan Jalan Mukhtar Tabrani..

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat meninjau lokasi penataan lingkungan. Proyek infrastruktur ini nantinya diharapkan dapat berfungsi sebagai jalur pendukung yang terintegrasi guna memecah kepadatan arus lalu lintas."Mudah-mudahan kita akan menginisiasi menjadi jalan sejajar dengan Mukhtar Tabrani. Jadi nanti ini bisa menjadi Mukhtar Tabrani 2," ujar Tri Adhianto di sela-sela peninjauannya.Lebih lanjut, 

Wali Kota menjelaskan bahwa kehadiran jalan baru ini akan membuka peluang penerapan manajemen lalu lintas yang lebih efektif di kawasan tersebut. "Ke depannya konseptualnya saya rasa bisa menjadi one way (satu arah) di Mukhtar Tabrani. 

Sehingga yang hari ini selalu terjadi kemacetan, nanti bisa kita urai," tambahnya.

Pemerintah Kota Bekasi optimis bahwa peningkatan aksesibilitas ini tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga akan membawa multiplier effect bagi perekonomian warga sekitar. 

Dengan terbukanya konektivitas baru, potensi munculnya pusat-pusat ekonomi kreatif dan usaha baru akan semakin besar, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Tri Adhianto juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada warga sekitar yang telah menunjukkan kesadaran tinggi terkait kebutuhan lahan demi kepentingan publik."Terima kasih buat masyarakat yang juga cukup sadar bahwa memang hari ini negara, masyarakat, membutuhkan tanah yang ada. 

Sehingga relatif pembongkaran pun akan segera kita lakukan. Pembangunan jalan pun segera akan dikerjakan," tegas Wali Kota.

Sejalan dengan rencana pembangunan jalan, Pemerintah Kota Bekasi juga bergerak cepat melakukan langkah antisipasi banjir dan penataan lingkungan di area tersebut. Di lokasi yang sama, satu unit alat berat ekskavator (backhoe) dikerahkan untuk melakukan pengerukan dan pembersihan material sampah serta endapan lumpur dari dalam kali. 

Langkah normalisasi ini dilakukan secara intensif dengan mengangkut material sumbatan langsung ke truk sampah demi memastikan aliran air kembali lancar dan lingkungan sekitar menjadi lebih bersih.

( GEOFFREY. M )


Turap Bumi Bekasi Baru Selesai Dibangun, Kurangi Dampak Banjir Rawalumbu.

Turap Bumi Bekasi Baru Selesai Dibangun, Kurangi Dampak Banjir Rawalumbu.

Agustus 13, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--
.
Kamis 13 Agustus 2026 ,--
KOTA -- BEKASI ,--

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meresmikan turap Daerah Aliran Sungai (DAS) Rawalumbu yang berada di kawasan Perumahan Bumi Bekasi Baru, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu. 

Pembangunan turap ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian banjir di wilayah Rawalumbu.

Turap tersebut berada di kawasan yang menjadi perhatian karena aliran Kali Rawalumbu melintasi sejumlah wilayah permukiman, termasuk tiga RW di Kelurahan Pengasinan dan tiga RW di Kelurahan Sepanjang Jaya.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Adhianto menyampaikan bahwa penanganan Kali Rawalumbu perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada satu titik. 

Ia meminta agar pembangunan dan penguatan turap dapat dilanjutkan hingga kawasan Jembatan Carita.“Jembatan dari titik pertama sampai Carita sudah sangat bagus. Tetapi saya minta jangan berhenti di sini, harus kita lanjutkan sampai Jembatan Carita. 

Karena ketika Jembatan 0 dibangun, justru kita melihat air meluap. Artinya, penanganannya harus kita lihat secara utuh dari hulu sampai hilir,” ujar Tri.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir harus dibarengi dengan perencanaan yang matang serta pemeliharaan secara berkelanjutan. Infrastruktur yang telah selesai dibangun tidak boleh hanya diperhatikan pada saat peresmian, tetapi harus dirawat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Tri juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran dalam pelaksanaan pembangunan. Dengan kondisi fiskal yang harus disesuaikan, Pemerintah Kota Bekasi melakukan berbagai penghematan agar anggaran tetap dapat diarahkan kepada kebutuhan masyarakat.“Efisiensi kita hampir Rp500 miliar. Biasanya sekitar Rp7 triliun, sekarang menjadi sekitar Rp6,5 triliun. 

Ada beberapa yang kita kurangi, seperti snack dan kopi, termasuk pelaksanaan upacara yang tidak lagi menggunakan tenda. Pemerintah harus mengalah, karena uang yang berasal dari masyarakat harus kita kembalikan lagi kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, program pembangunan di tingkat kewilayahan, termasuk dukungan anggaran Rp100 juta, harus memiliki perencanaan yang jelas. Setiap wilayah perlu menentukan kebutuhan dan prioritas agar anggaran yang tersedia benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.“Rp100 juta itu harus punya perencanaan. 

Mana yang menjadi prioritas di wilayah, itu yang harus kita kerjakan. Jangan sampai semua ingin dikerjakan tetapi tidak ada yang optimal,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Tri juga meminta jajaran kewilayahan untuk memastikan pemeliharaan setelah pembangunan selesai. Turap, taman, saluran air, hingga fasilitas lingkungan lainnya harus dirawat secara bersama-sama.“Persoalan kita klasik. Jangan sampai setelah dibangun kemudian kita tidak peduli ke depannya. 

Jangan karena baru dibuat, perhatiannya hanya di awal. Setelah itu harus ada pemeliharaan,” tegas Tri.Ia menyebut, semangat tersebut sejalan dengan berbagai program berbasis kewilayahan yang mendorong masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan di lingkungannya.Melalui program Lingkar Keren, setiap kecamatan dan RW di Kota Bekasi dapat mengidentifikasi persoalan yang ada di wilayah masing-masing dan menyusun solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.“Lingkar Keren ini harus menjadi upaya untuk menjawab persoalan di masing-masing wilayah. 

Semua kecamatan dan RW bisa memanfaatkan program ini, sehingga apa yang menjadi masalah di lingkungan bisa kita carikan jawabannya bersama,” pungkasnya.

( GEOFFREY . M )


Tri Adhianto Dorong Mahasiswa STIE Arlindo Kuasai Skill, Leadership, Networking dan Teknologi AI

Tri Adhianto Dorong Mahasiswa STIE Arlindo Kuasai Skill, Leadership, Networking dan Teknologi AI

Agustus 13, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Kamis 13 Agustus 2026 ,--
KOTA - BEKASI ,--

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, hadir sebagai keynote speaker dalam Seminar Nasional STIE Arlindo yang mengusung tema “Beyond the Degree: Membangun Skill, Leadership, dan Networking untuk Kesuksesan Generasi Muda”. Kegiatan yang digelar di STIE Arlindo, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, tersebut diikuti mahasiswa dan calon mahasiswa.Seminar nasional ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mendapatkan motivasi dan wawasan mengenai pentingnya membangun kompetensi di luar pendidikan formal. 

.
Tri Adhianto mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada gelar akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, jiwa kepemimpinan, kemampuan membangun jejaring serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Tri menekankan pentingnya mahasiswa mengisi masa perkuliahan dengan berbagai kegiatan positif. 

Menurutnya, dunia kerja dan kehidupan sosial membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu berkomunikasi, bekerja sama, memimpin dan membaca perkembangan zaman.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Tri adalah kekuatan media sosial. Ia menceritakan bagaimana akun media sosial pribadinya menjadi salah satu sarana komunikasi langsung dengan masyarakat.“Setiap hari saya memantau pesan yang disampaikan masyarakat melalui media sosial. 

Ada yang menyampaikan melalui Instagram, TikTok, Facebook dan berbagai platform lainnya. Bahkan ada juga warga Kabupaten Bekasi yang menyampaikan laporan kepada saya karena mengira wilayah tersebut masuk Kota Bekasi,” ujar Tri.

Menurutnya, media sosial saat ini telah berkembang menjadi ruang interaksi yang sangat cepat. 

Masyarakat dapat menyampaikan informasi, kritik maupun laporan secara langsung kepada pemerintah.“Kadang ketika saya selesai menghadiri kegiatan seperti ini dan masuk ke mobil, 

WhatsApp yang masuk sudah ribuan. Ini menunjukkan bagaimana masyarakat sekarang begitu cepat menyampaikan informasi dan aspirasi melalui teknologi,” katanya.Tri mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi mampu menjadikannya sebagai sarana membangun personal branding, memperluas networking, menyampaikan gagasan dan menghasilkan karya positif.

Selain media sosial, Tri juga menekankan pentingnya penguasaan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari perkembangan teknologi yang akan semakin memengaruhi dunia kerja dan kehidupan masyarakat.“AI harus kita pelajari. 

Bukan untuk menggantikan manusia, tetapi bagaimana kita bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas. Ini akan menjadi bagian dari daya saing generasi mendatang,” jelasnya.

Ia menilai tema “Beyond the Degree” sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Gelar akademik menjadi salah satu modal penting, namun kesuksesan juga ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam membangun skill, leadership, networking, 
kreativitas dan kemampuan beradaptasi.Tri berharap mahasiswa STIE Arlindo dapat menjadi generasi yang berani mencoba, terus belajar dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.“

Jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sesuatu, membangun peluang dan memberikan manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

( GEOFFREY . M )

Sekda Kota Bekasi Hadiri Rapat Kerja Komwil Forsesdasi Jawa Barat, Perkuat Sinergi Program Pemerintahan.

Sekda Kota Bekasi Hadiri Rapat Kerja Komwil Forsesdasi Jawa Barat, Perkuat Sinergi Program Pemerintahan.

Agustus 13, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Kamis 13' Agustus 2026 ,--
KABUPATEN - BANDUNG ,--

KABUPATEN BANDUNG — Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Drs. Junaedi menghadiri Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Forest Hill Hotel, Ciwidey, Kabupaten Bandung..

Rapat kerja tersebut digelar dalam rangka memperkuat koordinasi, menyelaraskan arah kebijakan, serta meningkatkan sinergitas pelaksanaan program strategis pemerintah, baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan arahan terkait Sinergi Pelaksanaan Program Pemerintah dari Pengawas Komwil Forsesdasi Provinsi Jawa Barat, yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. H. Herman Suryatman, M.Si. 

Arahan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong keselarasan langkah dan penguatan koordinasi antar pemerintah daerah.Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan Pembahasan Program Kerja Komwil Forsesdasi Provinsi Jawa Barat yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Dr. H. Cakra Amiyana, S.T., M.A. 

Pembahasan ini menjadi ruang untuk mengevaluasi sekaligus menyusun langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan program kerja Forsesdasi di wilayah Jawa Barat.

Sekretaris Daerah Kota Bekasi menyampaikan bahwa forum tersebut memiliki peran penting sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antar sekretaris daerah dalam menyikapi berbagai dinamika penyelenggaraan pemerintahan.“Forum ini menjadi ruang yang sangat strategis bagi kita para sekretaris daerah untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan membangun sinergi dalam pelaksanaan program pemerintah. 

Setiap daerah tentu memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, namun melalui kolaborasi dan komunikasi yang baik, kita dapat saling berbagi pengalaman serta mencari solusi terbaik,” ujar Sekretaris Daerah Kota Bekasi.

Lebih lanjut, Sekda Kota Bekasi menegaskan bahwa sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sangat diperlukan agar setiap kebijakan dapat diterjemahkan dan dilaksanakan secara efektif di daerah.“Kita perlu memastikan bahwa setiap arah kebijakan dan program strategis pemerintah dapat diterjemahkan dengan baik di tingkat daerah. 

Karena itu, koordinasi lintas pemerintahan menjadi kunci agar program yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Bekasi dalam Rapat Kerja Komwil Forsesdasi Provinsi Jawa Barat diharapkan semakin memperkuat jejaring koordinasi antardaerah. 

Melalui forum ini, pemerintah daerah dapat membangun kolaborasi, berbagi praktik baik, serta menyusun langkah bersama dalam menghadapi berbagai tantangan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Dengan semakin kuatnya sinergitas antar sekretaris daerah se-Jawa Barat, diharapkan pelaksanaan program pemerintahan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan demi mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat di masing-masing daerah.
Nara sumber Discominfo Standy kota Bekasi 
( GEOFFREY . M )
Bedah Rumah, Lapas Sarolangun dan BAZNAS Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Aur Gading

Bedah Rumah, Lapas Sarolangun dan BAZNAS Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Aur Gading

Agustus 12, 2026
Bedah Rumah, Lapas Sarolangun dan BAZNAS Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Aur Gading

SIMAK BERITA NEWS COM 

Kamis 13 Agustus 2026

Merangin Jambi 
Sarolangun
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sarolangun dan Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui program bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Program bedah rumah tersebut dilaksanakan selama kurang lebih tiga minggu dengan melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Sarolangun sebagai tenaga pelaksana. Setelah melalui proses pengerjaan, rumah milik Bustomi, salah satu warga yang membutuhkan, akhirnya selesai direhabilitasi dan kini menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia sebagai bentuk pengabdian warga binaan pemasyarakatan kepada masyarakat. Keterlibatan WBP dalam kegiatan tersebut telah melalui tahapan asesmen serta sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), sehingga warga binaan yang terlibat dinilai memenuhi persyaratan untuk mengikuti kegiatan pembinaan yang berorientasi pada kepedulian sosial dan reintegrasi dengan masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan bedah rumah tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan bagi warga binaan.

“Ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, sebagai wujud pengabdian warga binaan pemasyarakatan kepada masyarakat. Warga binaan diberikan kesempatan untuk berkontribusi secara positif melalui keterampilan dan tenaga yang mereka miliki. Tentunya seluruh proses telah melalui asesmen dan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan,” ujar Ibnu Faizal.

Menurutnya, kegiatan tersebut membuktikan bahwa warga binaan juga memiliki kesempatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Pembinaan tidak hanya dilakukan di dalam lapas, tetapi juga diarahkan agar WBP mampu berkontribusi secara positif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Lurah Aur Gading, Aliwardana, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai keterlibatan warga binaan Lapas Sarolangun dalam membantu masyarakat merupakan sebuah langkah yang sangat baik.
“Program ini sangatlah baik. Peran warga binaan Lapas Sarolangun dapat memberikan kontribusi nyata kepada warga kami yang membutuhkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kalapas Sarolangun dan Ketua BAZNAS Kabupaten Sarolangun yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat Kelurahan Aur Gading,” ungkap Aliwardana.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sarolangun, Imam Haramein, M.H.I., menjelaskan bahwa penerima manfaat merupakan masyarakat yang tergolong mustahiq atau berhak menerima bantuan. Program bedah rumah ini juga menjadi pengalaman kedua bagi BAZNAS Kabupaten Sarolangun dalam melaksanakan kegiatan serupa.

“Ini merupakan bedah rumah yang kedua kalinya dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Sarolangun. Capaian kali ini sangat maksimal karena tenaga tukangnya tidak perlu dibayar, sebab pengerjaan dibantu oleh warga binaan pemasyarakatan Lapas Sarolangun. Tentunya kerja sama seperti ini sangat baik dan ke depan harus terus berkelanjutan bersama Lapas Sarolangun,” kata Imam Haramein.
Ia berharap sinergi antara BAZNAS dan Lapas Sarolangun dapat terus dikembangkan, tidak hanya dalam program bedah rumah, tetapi juga berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Sementara itu, penerima manfaat Bustomi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kalapas Sarolangun dan BAZNAS Kabupaten Sarolangun atas bantuan yang diberikan untuk merehab rumah saya. Sekarang rumah saya sudah menjadi lebih layak untuk ditempati. Semoga semua yang membantu mendapatkan balasan kebaikan,” ujar Bustomi.

Selain peresmian dan penyerahan kunci rumah kepada penerima manfaat, kegiatan tersebut juga menjadi momentum Penguatan Antar sinergi kelembagaan

Lapas Kelas IIB Sarolangun bersama BAZNAS Kabupaten Sarolangun menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS/MoU) sebagai komitmen untuk melaksanakan berbagai kegiatan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Lapas Sarolangun.

Ia Mengatakan Pembentukan UPZ tersebut dikatakan nya semakin memperkuat peran Lapas kelas IIB Sarolangun dalam mendukung kegiatan sosial dan Pemberdayaan masyarakat 

"Melalui pengelolaan zakat 
Kegiatan bedah rumah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Lapas, BAZNAS, pemerintah kelurahan, dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat nyata" 

Lebih Lanjut Bukan sekadar membangun sebuah rumah, program ini menjadi bagian dari proses pembinaan WBP untuk belajar mengabdi, bekerja, berbagi, dan kembali memperoleh kepercayaan masyarakat melalui karya nyata.

Kabiro Jambi YN SBN
Kemerdekaan Berarti Berbagi, Lapas Bangko Salurkan Sembako untuk Warga Binaan dan Masyarakat

Kemerdekaan Berarti Berbagi, Lapas Bangko Salurkan Sembako untuk Warga Binaan dan Masyarakat

Agustus 12, 2026
Kemerdekaan Berarti Berbagi, Lapas Bangko Salurkan Sembako untuk Warga Binaan dan Masyarakat

SIMAK BERITA NEWS COM 

Kamis 13 Agustus 2026

Merangin Jambi 
           Foto Penyerahan Sembako 
Bangko,
Agustus 2026 Kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bagaimana semangat perjuangan diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako kepada Warga Binaan, pensiunan Petugas Lapas Bangko, warga sekitar Lapas Bangko, serta gharim masjid.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Lapas Bangko dalam mengisi momentum kemerdekaan dengan aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semangat berbagi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan membangun kebersamaan antara Lapas Bangko dengan lingkungan sekitar.

Paket sembako yang dibagikan berisi sejumlah kebutuhan pokok sehari-hari, terdiri dari beras, telur, minyak goreng, gula pasir, teh, dan kopi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima, sekaligus menjadi bentuk perhatian dan kepedulian dari jajaran Lapas Kelas IIB Bangko.

Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Heri, menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat semangat berbagi dan menumbuhkan kepedulian sosial.

“Kemerdekaan tidak hanya kita rayakan dengan kegiatan seremonial, tetapi juga kita isi dengan hal-hal yang memberikan manfaat bagi sesama. Melalui kegiatan berbagi ini, kami ingin menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong,” ujar Kalapas.

Menurutnya, Lapas merupakan bagian dari masyarakat sehingga hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar perlu terus dijaga dan diperkuat. Kepedulian sosial menjadi salah satu cara untuk membangun komunikasi serta menciptakan hubungan yang semakin dekat antara jajaran Pemasyarakatan dan masyarakat.

Pemberian sembako kepada Warga Binaan, pensiunan, warga sekitar, dan gharim masjid juga menjadi wujud apresiasi kepada berbagai pihak yang berada di lingkungan Lapas Bangko. Lebih dari sekadar bantuan, kegiatan ini membawa pesan bahwa semangat kemerdekaan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana: berbagi, peduli, dan hadir untuk sesama.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Bangko berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya Pemasyarakatan.

Karena kemerdekaan akan semakin bermakna ketika diisi dengan kepedulian, dan kebaikan akan semakin berarti ketika dapat dirasakan oleh orang lain.

Kabiro Jambi YN SBN 
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi

Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi

Agustus 12, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Kamis 13  Agustus 2026 ,--
KOTA - BANDUNG ,--

BANDUNG – Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat yang digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Hotel Horison Ultima Bandung berakhir dengan kemenangan telak Tantan Sulthon.Tantan berhasil meraih 444 suara, mengungguli kandidat lainnya, Hardiansyah, yang memperoleh 247 suara. 

Dengan hasil tersebut, Tantan Sulthon resmi mendapat mandat untuk memimpin PWI Jawa Barat periode 2026–2031.Dari keseluruhan proses pemilihan, tercatat 2 suara absen dan 6 suara dinyatakan tidak sah. 

Dengan demikian, total suara yang tercatat dalam proses konferensi mencapai 699 suara.Kemenangan dengan selisih 197 suara tersebut menjadi gambaran kuatnya dukungan peserta konferensi terhadap Tantan Sulthon untuk membawa PWI Jawa Barat menghadapi tantangan organisasi dan profesi jurnalistik selama lima tahun ke depan.Tantan sebelumnya diketahui menjabat sebagai Sekretaris PWI Jawa Barat periode 2021–2026. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting dalam kontestasi kepemimpinan PWI Jawa Barat..

Dalam agenda yang ditawarkan kepada peserta konferensi, Tantan membawa sejumlah program strategis, mulai dari peningkatan kompetensi wartawan, penguatan perlindungan profesi, peningkatan kesejahteraan anggota, hingga transformasi organisasi dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi oleh wartawan, termasuk kecerdasan buatan (AI), video, podcast, media sosial, hingga perkembangan jurnalisme digital.Selain penguatan kompetensi, 
.
Tantan menawarkan perluasan jejaring organisasi melalui kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dunia usaha serta berbagai komunitas.Salah satu program yang menjadi perhatian adalah komitmen membuka kembali 1.000 Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gratis, memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, meningkatkan pelatihan serta memperkuat perlindungan profesi bagi anggota PWI.PWI Bekasi Raya 

Ucapkan SelamatAtas terpilihnya Tantan Sulthon sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031, PWI Bekasi Raya menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar kepemimpinan baru tersebut mampu membawa organisasi semakin solid, profesional dan bermartabat.

Ketua PWI Bekasi Raya Ade Muksin, S.H., mengatakan kemenangan dalam konferensi bukan sekadar keberhasilan dalam sebuah kontestasi, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab besar untuk menjalankan mandat organisasi.“PWI Bekasi Raya mengucapkan selamat kepada Saudara Tantan Sulthon atas terpilihnya sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031. 

Semoga amanah dalam menjalankan tanggung jawab besar ini dan mampu membawa PWI Jawa Barat semakin solid, profesional serta semakin dekat dengan kepentingan anggota,” ujar Ade Muksin.

Menurut Ade, perbedaan pilihan dalam sebuah konferensi merupakan bagian dari dinamika demokrasi organisasi. Namun setelah proses pemilihan selesai, seluruh elemen PWI harus kembali bersatu dan membangun organisasi secara bersama-sama.“Konferensi sudah selesai, proses demokrasi sudah menghasilkan keputusan. 

Sekarang saatnya seluruh keluarga besar PWI Jawa Barat kembali bersatu. Yang kita perjuangkan bukan lagi kepentingan kelompok atau kandidat, tetapi kemajuan organisasi dan marwah profesi wartawan,” tegasnya.Ade menilai, besarnya mandat yang diperoleh Tantan Sulthon menjadi modal penting sekaligus tanggung jawab besar. 

Menurutnya, program yang disampaikan dalam proses pencalonan harus mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh anggota.“Mandat 444 suara adalah kepercayaan yang besar. 

Karena itu, kami berharap kepemimpinan Tantan tidak berhenti pada program dan janji saat konferensi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan program yang memberikan manfaat bagi wartawan,” katanya.PWI Bekasi Raya, lanjut Ade, siap mendukung langkah-langkah positif kepengurusan PWI Jawa Barat ke depan, terutama dalam meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat perlindungan profesi, meningkatkan kesejahteraan anggota dan menjaga independensi pers.“Kami siap bersinergi. 

PWI Bekasi Raya merupakan bagian dari keluarga besar PWI Jawa Barat. Selama program yang dijalankan bertujuan memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan dan menjaga marwah pers, tentu kami akan memberikan dukungan,” ungkapnya.

Ade juga berharap kepemimpinan baru PWI Jawa Barat mampu membangun komunikasi yang kuat dengan seluruh PWI kabupaten/kota. Menurutnya, kekuatan PWI Jawa Barat tidak hanya berada di tingkat provinsi, tetapi juga bertumpu pada soliditas seluruh kepengurusan di daerah.“Jangan ada lagi sekat setelah konferensi. Semua daerah harus dirangkul dan diberikan ruang untuk berkembang. 

PWI Jawa Barat harus menjadi rumah bersama bagi seluruh wartawan anggota PWI,” tandas Ade.Mandat Besar, Tantangan Lebih BesarKemenangan Tantan Sulthon dengan selisih 197 suara menunjukkan kuatnya mandat yang diberikan peserta konferensi. Namun, besarnya dukungan tersebut juga menghadirkan ekspektasi yang tidak kecil.Tantangan PWI Jawa Barat ke depan semakin kompleks. 

Perubahan ekosistem media, perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, persoalan kesejahteraan wartawan, perlindungan hukum, hingga tuntutan peningkatan kompetensi menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab secara konkret.

Karena itu, kepemimpinan Tantan Sulthon akan diuji bukan hanya dari kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga dari sejauh mana PWI Jawa Barat mampu menghadirkan manfaat nyata bagi anggotanya sekaligus menjaga marwah pers sebagai salah satu pilar demokrasi.Konferensi telah memilih. Mandat telah diberikan. 

Kini saatnya seluruh keluarga besar PWI Jawa Barat bersatu dan mengawal kepemimpinan baru agar 444 suara kemenangan tersebut benar-benar berubah menjadi energi untuk menghadirkan kerja nyata, organisasi yang solid, wartawan yang profesional, serta pers Jawa Barat yang semakin berintegritas dan bermartabat.

( GEOFFREY . M )