Soal Bullying, Dosen UNH Sebut Pemerintah Sangat Konsen Pencegahan

Desember 19, 2022
SIMAK BERITA NEWS  .  COM ,--

Senin 19 Desember 2022 ,--MERANGIN -- JAMBI ,--

Menanggapi aksi Bullying yang kerap terjadi didunia pendidikan baik disekolah maupun di universitas, Dosen Universitas Nurdin Hamzah, Yunaini saat diwawancara media ini beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa pemerintah konsen dalam pencegahan hal tersebut. 

Bahkan kata Yunaini, pemerintah intens melakukan sosialisasi kesekolah-sekolah untuk meminimalisir terjadinya Bullying. 

 "Sudah ada aturannya soal Bulying ini dilarang keras. Artinya pemerintah konsen meniadakan Bulying disekolah maupun di universitas,"katanya, Rabu (14/12/2022).

Menurutnya, pemerintah sudah mengatur tentang regulasi Bullying ini bahkan peraturan dan sosialisanya sudah diterapkan disekolah maupun di universitas. Sementara untuk mencegah terjadinya Bulying peran orang tua juga sangat penting dirumah.

 "Orang tua juga harus berperan aktif terhadap anaknya untuk tidak mengejek sesama teman. 

Bulying ini juga macam macam bisa mengejek, menertawakan, mengucapkan kata yang tak pantas dan lain lainya,"Jelasnya. 

Untuk mengatasi trauma Bullying Yunaini menyebutkan, seorang pendidik harus mampu memberikan pembinaan baik kepada pelaku ataupun korban. 

Sehingga, mereka mendapat pembelajaran dan tidak kembali melakukan hal yang serupa."Pengertian dan arahannya sangat dibutuhkan untuk pembinaan agar mereka tidak membuli temannya dan jngan memarahi anak didepan umum,"tuturnya. 

Sekolah bisa saja memberi sanksi kepada anak yang membully sesuai dengan tingkat kesalahannya. Seperti di skor dari sekolah.

 Namun, jika kesalahannya hanya menertawakan mengejek sifatnya lebih ke arah pembinaan tidak sampai di skor."Sudah diperingatkan dengan guru barulah panggil orang tuanya agar orang tua tau tingkah laku anaknya, karena peran mendidik anak tidak hanya sebatas guru disekolah tapi juga orang tua,"Tuturnya. 

Ditanya apakah pelaku Bullying sebaiknya dipindahkan saja dari sekolah? Yusnaini mengatakan hal itu adalah solusi terakhir jika memang pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku sangat berat.

 Misalkan sudah diperingatkan berulang kali dan dipanggil orang tuanya tetapi masih melanggar maka ada baiknya dipindahkan dari sekolah. "Tujuan pendidik itu mendidik bukan memindahkan.

 Tapi kalau memang anak tidak bisa didik kembalikan saja kepada orang tuanya,"Tegasnya. 

Terkait pengaruh literasi digital terhadap Bullying Yusnaini menambahkan bahwa literasi digital melibatkan baik akdemisi maupun profesi-profesi lain itu terus digagas dan bahkan  merambah kebeberpa segmen. 

Baik ditingkat sekolah, universitas, maupun ditingkat organisasi kemasyarakatan. "Jadi literasi ini bermacam-macam. 

Dalam literasi Bulying sangat dilarang keras baik dilakukan dengan berkomunikasi secara langsung maupun tidak langsung. Begitu juga di media sosial, jadi intinya Bullying itu tidak baik,"Pungkasnya .



(yaz)


Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar