Dikbud Merangin Gelar Sosialisasi Kurikulum Anti Korupsi Pendidikan Anak Usia Dini

Desember 07, 2022
SIMAK BERITA NEWS   .   COM ,--

Rabu 07 Desember 2022 ,--MERANGIN -- JAMBI,-

Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Merangin beberapa waktu lalu menggelar kegiatan Sosialisasi Kurikulum Anti Korupsi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bertempat di Aula kantor setempat.

 Kegiatan ini dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Merangin, Nasution, S.Pd, ME, yang didampingi Kabid PTK Dikbud Merangin Amiruddin, Kabid PAUDIKMAS, Muslim, Kabid SMP, Juhendri, dan Narasumber kegiatan Defi Martika, pihak Inspektorat Merangin. 

Kegiatan berjalan lancar dan khidmat yang diikuti peserta dari Ketua IGTKI dan Himpaudi Kecamatan dan Kabupaten yang ada di Merangin. 

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Merangin Nasution mengatakan, pendidikan karakter anti korupsi di lembaga pendidikan dilakukan dengan dua tahapan awal yakni dengan menentukan ruang dan target pembelajaran yang hendak dicapai, lalu selanjutnya dibuat kurikulum yang sesuai untuk mencapai target-target tersebut.

 Menurutnya, tujuan pendidikan anti korupsi pada anak usia dini sebagaimana diamanahkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara umum agar anak memahami dengan baik perilaku anti koruptif. 

Kemudian, anak memiliki perilaku sikap anti korupsi. 

Selanjutnya, memberikan bekal kepada anak agar kelak tidak melakukan perbuatan korupsi karena sesungguhunya perbuatan korupsi selain merugikan orang lain juga mencelakakan bagi pelakunya sendiri. "Bagian dari ikhtiar orang tua untuk menghentikan produksi koruptor sejak dari rumah. 

Serta mencetak generasi bangsa yang memiliki integritas diri yang tinggi dan melakukan pencegahan perilaku korupsi sejak dini,"jelasnya.

Masih dikatakan Nasution, pendidikan antikorupsi  sangat penting bagi perkembangan psikologis Anak. 

Pola pendidikan yang sistematik akan mampu membuat anak mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi temasuk sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. "Dengan begitu, akan tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi, bentuk-bentuk korupsi dan tahu akan sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. 

Sehingga, masyarakat akan mengawasi setiap tindak korupsi yang terjadi dan secara bersama memberikan sanksi moral bagi koruptor,"urainya. 

Terakhir ia berpesan, agar para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan semaksimal mungkin dan dapat diterapkan di lembaga pendidikannya. "Semoga dengan adanya sosialisasi ini peserta dapat menambah ilmu pengetahuannya dan wawasannya tentang pendidikan kurikulum anti korupsi,"jelasnya.

Ditambahkan Nasution, budaya anti korupsi memang harus dikenalkan kepada anak dari Usia Dini untuk membentuk karakter anak.

 "Sebenarnya sudah diterapkan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) seperti menanamkan nilai kejujuran, budaya antri, mengambil makanan sesuai dengan jatahnya, namun belum terkonsep secara utuh dan tersistematis dituangkan dalam perencanaan pembelajaran di Satuan Pendidikan,"pungkasnya.



(yaz)

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar