Membangun Tanpa Dendam, MPN Selendang Biru Nusantara Berencana Hibah Dana Pemilu 2024 Demi Menjaga dan Merawat NKRI

SIMAK BERITA NEWS . COM 

Jumat 03 Juni 2022 ,--
JAKARTA  ,-- 

Sebagai wujud partisipasi aktif dan mewakili rakyat Indonesia supaya penyelenggaraan Pemilu 2024 berjalan sesuai rencana, NGO Selendang Biru Nusantara berencana menghibahkan dana pagelaran konstelasi di pesta demokrasi atau Pemilu 2024 ditujukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sesuai ketentuan hukum berlaku di Indonesia.

Lantaran itulah, sekelompok aktivis mengatasnamakan NGO Selendang Biru Nusantara (SBN) menggelar konferensi pers mengusung tema, 'Membangun Tanpa Dendam' yang dilangsungkan di bilangan Matraman, DKI Jakarta pada hari Jumat (03/06). 

Sebelum acara digelar, diawali menyanyikan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' lalu dilanjutkan pembacaan doa dipimpin oleh Ustadz Fahri. 

JakartaDi lokasi, saat awal konferensi pers, Hamdan yang merupakan Sekretaris Jenderal sedari Majelis Pimpinan Nasional Selendang Biru Nusantara (SBN) menjelaskan persoalan bangsa dan negara adalah tanggung jawab seluruh komponen masyarakat Indonesia.

 " Di sinilah, Ormas Selendang Biru Nusantara hadir bukanlah sebagai pembanding, atau koreksi, apalagi kritik terhadap keberadaan dan kondisi Pemerintah, Swasta maupun Organisasi berbasis Kemasyarakatan," terangnya.

Perlu diketahui, Ormas Selendang Biru Nusantara (SBN) terdaftar dan sah berdasarkan S.K Kemenkumham RI nomor AHU 0012103.AH.01.07. tahun 2021 dengan akte Notaris atas nama Misbahul Munir S.H, M.Kn.Hamdan mengatakan," Pembangunan tidak mungkin berjalan, jika dendam masa lalu di bawa di masa sekarang. 

Maka itulah, simpel saja ada tema 'Membangun Tanpa Dendam', ujarnya menjelaskan.

Barang tentu, ungkapnya mengulas tentang NKRI harus menjaga seharusnya tanpa memikirkan berapa gaji dan berapa jumlah investasi." 

Namun bagaimana Kemerdekaan ini dirawat untuk anak cucu di masa yang akan datang, maka itulah tajuk 'Membangun tanpa Dendam' bertujuan merawat Demokrasi dan menjaga NKRI," terang Hamdan menegaskan.

Penyerahan dana hibah tersebut, kata Hamdan menjelaskan sebagai NGO Selendang Biru Nusantara bakal berperan aktif menjaga NKRI mewakili rakyat Indonesia dan merawat Iklim demokrasi yang sehat dan kondusif bagi percepatan pembangunan berkesinambungan menuju Indonesia Adil, Makmur dan Sentosa.Sementara, Majelis Pimpinan Nasional Selendang Biru Nusantara A. M Nuhuyanan, selaku Ketua Umum menyampaikan," Rumah yang kita tinggali ini adalah milik kita. 

Maka itulah, jika tamu ingin memiliki dan menguasai milik kita. Mengapa kita salahkan, yang salah adalah kita. 

Mengapa kita tidak merawat dan menjaga ?," ujarnya putra pribumi yang dilahirkan di Merauke itu saat konpres di hadapan media cetak, televisi dan elektronik, serta online.

Pasalnya, diharapkan ke depan seluruh rakyat Indonesia bisa mengawal jalannya penyerahan dana hibah ini agar Pemilu berjalan sesuai dengan ketetapan penyelenggaraan Pemilu tahun 2024. 

Lalu, untuk pembuktian dan validasi dana hibah dilakukan nantinya oleh finansial engineering NGO SBN dengan KPU RI melalui Pemerintahan.Kemuka A. M Nuhuyanan menerangkan, menggunakan nama Selendang Biru, ibaratnya di tempat tertinggi ada di langit. 

Begitupun tempat terendah di laut, yang berwarna biru." Orang orang elite, kaum Borjuis. 

Mereka berada di atas. Namun di bawah juga ada. Disinilah, selendang biru menyatukan," kata Ketum Ormas SBN.

Ada beberapa temuan dimana berbicara tentang Republik dan bangsa bukan hanya milik Oligarki, Pemerintah. Namun, para pemangku adat, pada tua tua. 'Selendang Biru, hadir untuk kita semua. 

Bukan saja milik pendirinya saja.'Kemukanya menerangkan, mengapa berbicara selendang, soalnya ada bentuk kasih sayang (kelembutan, kasih sayang).

 Bahkan di lagu selendang sutra yang diciptakan oleh Ismail Marzuki, syairnya pun ilustrasinya selendang. 

Tokoh agama, para Kiyai, alim Ulama pun berharap selendang biru ini bukan hanya membangun tali kasih di Indonesia saja, namun mendunia." Apa untungnya dendam. Mengapa rekonsiliasi yang dilakukan di Indonesia, selalu tidak berhasil. Ini berlangsung, lantaran ada dendam. 

Begitu terus, dan terjadi sampai sekarang. Mengapa berbicara soal masa lalu. Maka itulah, mesti dibahas. itu akan sangat fatal jika negara ikut turut ambil bagian," imbuhnya mengingatkan Nuhuyanan menyarankan bagaimana merawat Demokrasi, menjaga NKRI, membangun tanpa dendam ini agar bisa diluruskan pada para pendiri dan tokoh tokoh." KPU harus membangun Iklim Demokrasi yang sehat," pungkas Ketum NGO Selendang Biru Nusantara.Perlu digarisbawahi, pihak KPU RI telah melayangkan surat tanggapan terkait penyerahan dana hibah dari NGO Selendang Biru Nusantara tersebut. 

Respon, pihak KPU RI mengacu pada ketentuan UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu Bab XVIII Pendanaan, pasal 451 ayat (2) menyatakan bahwa dana penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu wajib dianggarkan dalam APBN.Selanjutnya, dalam surat ditandatangani Sekjen KPU RI Bernard Dermawan Sutrisno menjelaskan berdasarkan ketentuan UU nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi UU BAB XXII pendanaan.

 Lalu, pasal 166 menyatakan bahwa pendanaan kegiatan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota dibebankan pada APBD dan dapat didukung melalui  APBN sesuai ketentuan peraturan perundang - undangan.


( Renny Veneno ) .

Posting Komentar

0 Komentar