Pasokan dan Harga Pangan Pokok Aman, Sulbar Juga Lepas Ekspor Perdana

SIMAK BERITA NEWS . COM 

Jumat 22 April 2022 ,- 
Polman – SULBAR 

Menjelang lebaran,  Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian (Barantan), Wisnu Wisesa Putra yang mendampingi Gubernur Sulawesi Barat,  Ali Baal Masdar serta Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar melakukan pelepasan ekspor perdana produk samping komoditas kelapa berupa sapu lidi.  

Untuk pertama kalinya, sapu lidi dengan jumlah 25 ton senilai Rp. 147 juta asal Sulbar ini memasuki pasar global.“Dengan melandainya jumlah kasus Covid-19 di dunia,

 memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama pada sektor pertanian melalui peningkatan ekspor komoditas pertanian," kata Wisnu saat memberikan laporannya di Polewali Mandar,  Jumat, (23/4).Menurut Wisnu, dari data lalu lintas komoditas pertanian, IQFAST Barantan tercatat secara kebutuhan pasar global untuk sapu lidi terus meningkat. 

Tercatat sebanyak 11,7 ribu ton di tahun 2020 dan meningkat 30% atau 15,2 ribu ton di tahun 2021. "Pasar sapu lidi di pasar global masih terbuka lebar. Juga untuk komoditas unggulan ekspor asal Sulbar lainnya seperti  sawit, kopi, kakao dan briket batok kelapa masih dapat didorong untuk menambah negara tujuan,” katanya.

 Dari capaian kinerja ekspor pertanian secara nasional di tahun 2021 sebesar Rp. 625 triliun, Sulbar menyumbang Rp. 7,14 triliun. Sementara capaian nilai ekspor hingga April 2022 tercatat Rp. 1,11 triliun.*12 Bahan Pangan Pokok di Sulbar, Aman

Pada kesempatan yang sama, Wisnu melaporkan bahwa sesuai dengan komitmen Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) dalam memastikan seluruh pasokan dan harga 12 bahan pokok tersedia dan terjangkau, jajaran Kementerian Pertanian termasuk dirinya diberi tugas untuk melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah di 34 provinsi. 

 Bersama dengan Kepala Badan Karantina Pertanian dan pimpinan tinggi pratama di Barantan memantau pulau Sulawesi. 

Dan dirinya mendapatkan lokasi wilayah pemantauan di provinsi Sulbar.“Dari hasil pantauan ketersediaan dan harga di 6 kabupaten, dapat kami laporkan stabil dan aman,” jelas Wisnu.Khusus untuk  beras, di 6 kabupaten yang dipantaunya yakni Mamuju Utara, Mamuju  Tengah, Mamuju, Majene, Polewali Mandar dan Mamasa rata-rata pasokan tersedia dua kali dari perkiraan kebutuhan. 

Sementara harga di kisaran Rp. 10.200,- hingga Rp. 12.000,- per liter, atau relative stabil.  Wisnu menambahkan  untuk 11 komoditas bahan pokok lainnya, yakni :  cabe, bawang merah, bawang putih, gula pasir, daging, telur, minyak goreng  juga terpantau aman."Data yang kita terima dari Dinas Pertanian dan data di lapangan sama dengan kondisi yang disampaikan para pedagang," ujarnya lagi.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah turut menjaga kestabilan pasokan dan harga, khususnya 12 bahan pokok dimasa jelang lebaran di wilayahnya.  “Sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat termasuk di saat ramadan dan jelang lebaran”.Gubernur Sulbar menambahkan, “Pelepasan ekspor perdana, terlebih dibulan baik ini semoga dapat kita jadikan momentum bersama. 

Kita gali potensi  komoditas yang ada di Sulbar, fasilitasi pelaku eksportir muda dan bersama kita tembus pasar dunia.”Sementara itu Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada instansi vertikal yang berada di Sulbar,  seperti Barantan , Bea Cukai, dan  Dinas Teknis atas pendampingan dan bimbingannya kepada para eksportir didalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. 

Diharapkan kerjasama dan sinergitas ini senantiasa terus terjaga sehingga komoditas pertanian yang lain dapat diekspor juga, tutup Bupati Polman.Narahubung:drh. Agus Karyono, M.Si - Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian


( Renny veneno )


Posting Komentar

0 Komentar